
• Pengenalan karakter dan Cerita •
Gaida Putri Adinda
Aida panggilnya.
Gadis cantik anggun yang rela menjalani kehidupan sebatang kara bersama kakaknya, Rizal. demi mencukupi kebutuhannya sehari-hari, gadis yang patuh dan taat beribadah juga memiliki kepribadian yang sulit tuk di tebak.
Ya, gadis berumur 14 tahun ini sudah tidak memiliki orang tua. Kedua orangtuanya wafat pasca kejadian tabrak lari di dekat masjid tempat ia menjalani Hidup baru suka dukanya di muka bumi ini.
Ia dulunya berani membenci cinta, karena Semenjak kecil ia tak tertarik sama sekali dengan hubungan rumit percintaan.
__ADS_1
Namun takdir telah merubah segalanya. Aida yang dulu bukan Aida yang sekarang, ia malah menjadi seorang santri juga remaja masjid dengan kepribadian yang suka buta cinta.
Suatu hari selepas ia keluar dari ponpes di Jombang, akhirnya ia kembali ke kota asalnya. Di pertemukan lah ia dengan saudara-saudara dari ayahnya, betapa bahagia nya ia karena sudah sekian lama tak berjumpa dengan wajah sang saudara kakek tercinta nya H. Zulfikar.
Abah Fikar panggilan nya.
Aida memutuskan pergi bersama H. Zulfikar untuk menjalani hidup baru di sebuah Naungan dimana ternyata di sanalah Aida mendapat semua kebahagiaan dan kekecewaan bercampur aduk dengan kerumitan kisah cinta pertamanya.
Adelio Mahendraya
Seorang remaja masjid yang paling menjadi sorotan di kalangan nya. Berwajah tampan juga alim bak pak kiyai yang telah di temui nya. Lulusan santri pondok pesantren dari Jombang sama seperti Aida. Ponpes terbesar Madrasatul Tebuireng Jombang.
__ADS_1
Lio adalah seorang ustadz di Madrasah Diniyah Masjid An Nuur. Tempat Aida mengaji juga sedikit belajar cinta.
Masjid an Nuur adalah masjid terbesar di kota ini. Dan Lio adalah pengendali sistem remaja masjid di masjid itu, berbeda dengan Aida yang menjadi anggota baru yang selalu di tekan oleh keadaan di Organisasi itu.
Bagaimana tidak seorang Aida mencintai Lio? Perhatian Lio sebagai kakak malah membuat Aida memiliki perasaan lebih kepada dirinya. Bahkan Lio telah mempunyai pujaan hati tersendiri, dan itu tidak membuat Aida merasa tergoyahkan. Ia tetap bersikeras untuk mendapatkan hati remaja usia 19 tahun itu.
Semua telah berakhir dengan kata-kata tak karuan, rasa campur aduk menyelimuti hati Aida ia bertanya tanya siapakah Takdir indah dari Tuhan nya. Doa ia terus panjatkan, doa agar hati Lelaki tampan ini luluh, doa agar semua berjalan sesuai ekspektasi. Namun dia tau ini bukan realita. kenyataan pahit yang di hadapi nya, membuat ia semakin sadar akan keterbatasan Mimpinya di dunia, ia sadar bahwa ia hanya secuil Daging yang di ciptakan untuk seseorang yang tak tau akan menjadi partner hidupnya. Yang di impikan nya berbeda, yang di impikan nya adalah bersama dirinya, akan kah terwujud segala Kemauan nya? hanya ada satu kata, itu pun kembali ke lain hati yang sama
Dunia ini hanyalah MIMPI, kamu akan terbangun saat kau MATI.
BERSAMBUNG....
__ADS_1