
BAB 6
Aida menggaruk kepalanya kesal, sebelum ia berangkat ia sudah memikirkan bagaimana acara ini akan berjalan indah bersama MC kesayangannya.
Drama apa lagi ini? Kenapa harus mas Almansyah yang di jadikan MC, Mentang-mentang kakaknya ketua panitia eh adiknya malah jadi MC.
Batin nya dengan wajah cemberut, Ardian melihat jam tangan kecil di tangan Aida, ia terkejut waktunya kurang 10 menit lagi, garis jam terus ber detik. Keringat basah mulai membasahi Dahi Ardian.
Beberapa panitia masih sibuk, dan para tamu sudah mulai berdatangan ramai, Ardian makin panik dengan situasi mendesak.
" Da, Alman udah datang belum?"
" Belum, suruh cepet Napa kurang lima menit lagi ini." Ucapnya cuek.
Ketua Yayasan sudah mulai mendatangi kursi cantik berhiaskan bunga mungil di belakangnya, duduk menanti acara yang telah di rencanakan.
" MC satu dan dua siap siap ya, acara kurang lima menit lagi." Ujar salah satu panitia di belakang panggung.
Aida mendengar nya dengan gugup, ia takut tidak bisa menghadapi acara sendirian.
" Aida, silahkan ke atas panggung."
Jleb. Gadis dengan jilbab berwarna coklat muda ini pun menjadi ketakutan.
Dengan sepatu sneaker wedges nya, ia menaiki panggung dengan wajah yang agak kesal. Saat ia menghadap ke depan terpancar wajah cantik anggun yang di milikinya. Wajah itu menyelimuti ketakutan yang ada di benak pikiran nya.
Ya Tuhan drama apa ini. Bismillah.
" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh." Salam hangat di lontarkan nya.
__ADS_1
Sembari mengisi pembukaan acara ia sangat tidak fokus, melirik ke kanan dan ke kiri melihat akan kah pria tampan yang membuat nya gugup itu muncul menyusul dirinya di atas panggung yang berdirikan karpet berwarna merah.
" Baiklah, ini dia peserta pertama kita." Ujar Aida dengan nada lemah tidak mengetahui nama peserta yang akan tampil di acara ini.
Siapa? Astaghfirullah andaikan aku tau ini akan terjadi aku akan menghafal semua naskah yang ada di garis putih ini. Ya Tuhan di mana orang itu.
" Reyna Tsabitah!."
Semua terkejut melihat Almansyah berjalan menuju panggung ke arah Aida.
" Silahkan Reyna untuk berjalan ke arah panggung Terimakasih."
Almansyah menarik tangan Aida untuk turun, semuanya masih terkejut dengan tingkah Almansyah yang ngos-ngosan tadi.
" Darimana saja mas? Aku menunggu lama Sampai aku berkeringat ketakutan." Ungkapnya dengan nada marah.
" Maaf mas terlambat, tapi mas tadi sudah ngebut jalan nya macet karena ada kelompok Banser yang datang berkunjung." Jelasnya singkat.
Di depan cermin yang berukuran sedang Aida mengaca, melihat wajahnya dengan alis berkerut yang menandakan ia sedang kesal.
Ia melepas Bros berwarna emas yang berada di dagu nya, melihat sekeliling ada beberapa ibu panitia yang sedang bekerja merapikan Gordon berwarna hitam dengan hiasan bertabur Glitter emas di kalungnya.
" Bu, nanti yang memakai kan Gordon siapa?" Tanya Aida.
" Nanti ketua yayasan yang memakaikan nak, ibu di sini bertugas merapikan. Kamu kok ke sini? Kan lagi bertugas jadi MC, bentar lagi ibu mau ke depan." Ujar ibu panitia.
" Oh iya Bu, Aida nge rapiin jilbab, tadi agak miring hehe, ayo Bu ke depan bareng."
Dengan tawarnya ingin membantu ibu itu membawa Gordon Aida langsung menuju ke depan. Beberapa peserta sudah mulai tampil, kini Aida harus ber siap siap untuk acara susunan yang terakhir.
__ADS_1
Almansyah menyebutkan nama Indah itu satu persatu. Panitia sibuk riwa riwi, ketua yayasan sibuk menilai dan menikmati, juri sibuk sendiri berdiskusi.
Aida Mendekati Almansyah, Ia langsung meminta maaf kepada Alman karena ia merasa bersalah telah menyakiti hatinya padahal Alman sudah menyempatkan waktunya untuk datang.
" Maaf mas kalau tadi aku marah marah, makasih udah nyempetin Dateng meskipun telat." Ujar Aida. " Iya gapapa, tadi jalan nya macet polll, terus ada gerobak seblak bawa stok banyak, nanti pas selesai beli yuk." Ajak Alman.
Aida langsung kegirangan mendengar kata seblak, makanan pedas favorit nya. Ia sudah menghalukan tingkat level yang akan di pesan nya sampai sampai ia lupa bahwa masih bersambung acara juga penobatan Santri terbaik dan juga pengalungan Gordon.
acara hampir selesai, Tinggal sedikit saja. Peserta sudah tampil semua. Dan kini waktunya penengahan puji syukur Dari ketua yayasan. Kue kue sudah tersedia di meja makan, acara besar meriah telah di selenggarakan.
" Kita sambut Pembawa Pembaca ayat Al Qur'an terbaik se Madrasah Diniyah Masjid An Nuur. Gaida Putri Adinda. Di persilahkan untuk naik ke atas panggung. " Ucap Almansyah sebagai MC.
Saat di atas panggung Aida membaca basmalah berkali-kali. " Assalamu'alaikum saya Aida ingin membacakan Surat Al qiamah ayat 1 sampai 40 Terimakasih." Pembacaan itu pun di mulai, semuanya pun langsung terkesima dengan suara aida yang merdu ini, bahkan beberapa peserta bersyukur karena Aida tak mengikuti lomba karena bisa-bisa mereka semua akan kalah saing.
MasyaaAllah merdunya. Makanan seblak favorit mu menanti da. Sudah cantik berprestasi, alim suara merdu lagi, idaman tapi sayang masih kecil.
Gumam Almansyah Ter kagum dalam batin. Pembacaan pun selesai, acara hampir usai, pembacaan shalawat di mulai dan para peserta segera menaiki panggung untuk di pasangkan Gordon emas cantik itu. Bakso, soto, rawon, pecel dan gado-gado sudah tersedia di meja makan, banyak makanan Dan Ardiansyah kegirangan karena acaranya berjalan mulus tak ada halangan.
" Alhamdulillah." Ucapnya di depan seluruh panitia. " Terimakasih atas waktunya semuanya. Next acara selanjutnya lebih baik." Imbuhnya.
Pemakaian Gordon, acara makan makan sekarang, Tak ada lagi situasi tegang yang ada sekarang malah situasi ramai kesenangan. Almansyah segera menaiki sepeda miliknya. " Aida! Beli seblak yok." Panggil Alman dari jauh. Aida langsung berlari ke sepeda Vespa warna Kuning dengan bajunya yang serasi bersama Alman. Ngenggggg....
Kini jalan sudah tidak terlalu ramai, toko seblak itupun masih buka, dan mereka senang tidak kehabisan stok Seblak kesayangannya. " Wahhhhhh makasih mas udah nraktir Aida seblak." Sembari menunjukkan Kantong plastik berisi Makanan Favorit berwarna merah nya. " Iya sama-sama, mau apa lagi nih? Es krim mau gak? Noh ada orang jualan es, beli yuk Mas traktir." Ujar Alman senang.
" Aduh mas makasih, seblak aja cukup kok hehe, Aida anterin kalau mau beli es." Ujar Aida malu. " Gapapa ayo mas beliin, kita makan es krim berduaan biar pernah hehe." Cie baper gak nih? Berduaan.
Hati Aida langsung ber bunga-bunga, ia Tidak menyangka akan terjadi peristiwa yang so sweet ini. Bagaimana seseorang yang di Kagumi suara nya ini mengajak nya makan es krim berduaan. Duhhh jiwa jomblo mana nih?
BERSAMBUNG....
__ADS_1
Terimakasih, jangan lupa tanda Like dan jejak komentarnya 👑
Instagram : @nazzahraa_878