WAHAI TAKDIR INDAH AIDA

WAHAI TAKDIR INDAH AIDA
Pertengkaran


__ADS_3

BAB 5


Sesampainya di rumah,


Wajah Rizal terlihat begitu kesal. " Sudah lama menunggu, dasar adik tidak tahu malu." Gerutunya berjalan Dengan menghentak kaki dengan begitu keras. Aida yang sedang membuat teh di dapur begitu kebingungan dengan suara hentakan keras itu.


Ia mencari tahu asal-usul suara Hentakan keras itu. Dan ternyata saat di depan pintu dapur ia hampir bertabrakan dengan kakaknya. " Kakak!" Teriaknya. " Kamu sudah sangat keterlaluan Aida, di balik sikap diam mu dari kemarin kakak sudah sangat Lelah! Kenapa kamu tidak memberi tahu kakak! Setidaknya kamu Tidak egois dan kakak tidak akan marah seperti ini!." Bentaknya kepada Aida dengan keras. Aida hanya terdiam, menundukkan kepalanya tak berani menatap mata kakaknya, di dalam ruangan itu hanya ada mereka. Tak ada pembela satupun.


" Aida minta maaf kak, Aida ingin pulang sendiri. Setidaknya beri waktu untuk Aida sendiri." Nadanya Lemah lembut, namun masih tidak membuat hati Rizal luluh.


Rizal Melemparkan Jaket nya dengan kesal ke meja makan. Tangan aida bergetar melihat ulah kakaknya itu. " Mulai besok kamu berangkat dan pulang sendiri!." Lantas Rizal pun meninggalkan Aida sendiri, Di dapur Aida terdiam sejenak mengambil nafas lalu berjalan membawa teh dengan tangan yang masih begitu gemetar. Bukan berarti ia lemah namun hatinya masih polos tak bisa menentukan rasa.


Astaghfirullah.

__ADS_1


Ucapnya dalam hati.


" Aku memang sudah keterlaluan, Tapi kerinduan ini bagaimana?" Mendengar ucapan adiknya di balik pintu Rizal pun berpikir Sesuatu.


Ia mengingat perkataan Mbah Maridjan tentang rindu.


Rindu?


Ini menjadi pertanyaan bagi Rizal.


Ya, Rizal masih belum peka terhadap kondisi adiknya yang sangat merindukan seseorang yang seumur hidup tak bisa lagi di temui nya. Hari menjelang Pagi, jam Masih menunjukkan pukul setengah tujuh. Dan Aida masih belum bersiap siap untuk menghadiri acara qiro'ah yang akan di selenggarakan di Masjid Al Kautsar. Rizal yang melihat Aida tak perduli pergi dengan wajah yang masih kesal, Di depan pintu kamar ia hanya menggerutu tentang apa yang masih di pikirkan nya. " Kak, Aida berangkat nanti gak usah di jemput."


Dengan cepat Aida pergi meninggalkan rumah itu, Rizal hanya terdiam di depan pintu.

__ADS_1


***


Sepanjang perjalanan Ke masjid Aida Mempelajari ayat Al Qur'an yang ingin ia bacakan di depan semua jama'ah saat Sehabis sholat Dhuha nanti. Acara yang sebulan sekali di selenggarakan di Masjid itu adalah Lomba antar santri madrasah Diniyah dari setiap Organisasi yang ada Di kota itu, Kini Aida akan menjadi MC sekaligus pembaca ayat Al Qur'an pada saat penutupan acara. Melihat sekeliling kondisi nya begitu tentram tak lagi tertekan, melihat dedaunan hijau yang membuat nya sumringah. Ia menjulurkan kakinya di tanah tempat masjid itu berdiri, Ya, dia sudah sampai. Aida Melihat masjid yang kini di hiasi oleh bunga bunga bermekaran cantik berwarna-warni. Hati nya pun mulai tenang dan melupakan tingkah kakaknya, beberapa panitia masih saja membersihkan halaman yang tadi malam di kotori oleh anak anak yang sedang bermain Kembang api.


" Assalamu'alaikum, Ustadz Ardian apakah Anita sudah datang?" Tanya nya dengan memberi salam kepada lelaki tampan yang sedang berdiri di hadapannya. " Waallaikummus'salam wah MC cantik sudah datang, Anita Sekarang tidak bisa menghadiri acara jadi Sekarang kita harus mencari pengganti MC." Aida terkejut, Kenapa tidak ada kabar batin nya seperti itu. Pikiran nya sempoyongan, tidak mudah mencari MC pengganti dalam waktu 30 Menit.


" Astaghfirulah bagaimana sekarang? Saya tidak bisa sendiri jika menjadi MC walaupun ada pengganti apakah seseorang tersebut bisa menghafal semua bait pembuka dan penutup nya?" Ucap Aida khawatir dengan menoleh ke arah kanan dan kiri. " Bagaimana kalau Almansyah yang jadi MC? Secara kan dia pernah menjuarai Lomba MC berkali-kali." Dengan cepat Ardiansyah menelfon adik kesayangannya itu. Di dalam telfon percakapan singkat yang cepat di Mengerti oleh Almansyah langsung membawanya pergi ke Masjid Al Kautsar yang jaraknya harus menempuh waktu 20 menit. " Acara tinggal 30 menit lagi yaa." Ucap salah satu panitia yang sibuk Mengurus kotak kue di belakang sana.


BERSAMBUNG....


Terimakasih, Jangan lupa tanda Like dan jejak komentarnya 👑


Instagram : @nazzahraa_878

__ADS_1


__ADS_2