
BAB 2
" Dek, udah siap? Yuk berangkat sekarang takut telat." Tanya Rizal.
" Udah Kak, yuk berangkat."
Saat di perjalanan. Aida melihat pepohonan di sepanjang jalan, entah apa yang sedang di kagumi nya, ia tersenyum mungkin sembari ber- halu ingin bertemu dengan seseorang.
Saat sampai di Masjid As Syams.
Aida melihat semua para IPNU memakai baju khas IPNU, mungkin kalian bagian dari organisasi yang satu ini. Kakaknya pun memakai baju itu, hanya dia yang tidak mengenakan nya sehingga ia merasa aneh ketika bergaul dengan yang lain.
" Kak, aku gak pakai baju itu. Aku jadi ngerasa aneh, tapi ya kali aku pakai baju itu aku aja bukan IPNU." Kata Aida sambil cemberut.
" Udah tenang aja, Bu Ranita pakai Putih juga gitu. Kalau kamu mau baju nya nanti kakak beliin." Ucap Rizal mringis. " Emm makasih kakak aku yang baik hati tapi ngeselin, nyebelin, ngangenin." Goda Aida
Rizal hanya tersenyum, ia menarik tangan Aida agar duduk bersanding an dengan dirinya.
Mereka semua duduk dan segera memulai Rutinan itu. Namun Aida terkejut di saat ada seseorang yang melewati pintu dan masuk lalu duduk di sebelah Kakaknya, Rizal.
" Assalamu'alaikum Akhwat, Ikhwan. Mohon maaf saya telat."
Di.... Dia.... Kann
Batin Aida.
" Iya gapapa, ayo segera dimulai nak." Kata Bu Ranita kepada, Almansyah.
Semuanya terlihat senang dengan kegiatan itu, karena sudah terbiasa juga beberapa adalah anak banjari. Vocal dan penabuh terbang.
Ciri khas pelajar Remas dan IPNU kota itu.
Namun, meskipun demikian mereka adalah pelajar NU. Sikap ekstrim mereka masih ada. Jangan menilai mereka seperti orang yang tidak punya martabat. Semua pelajar ini menjunjung tinggi martabat, termasuk mereka sangat hormat kepada guru mereka.
Lio, Aida dan Almansyah, adalah seorang pelajar yang paling ter sorot di Naungan nya. Bukan karena kepintarannya, namun karena sikapnya menghormati sesama. Di mana ada Lio pasti ada Almansyah, Namun kini Lio tak mengikuti kegiatan Burdah Karena ada urusan mendesak.
__ADS_1
Waktu berlalu cepat, hari menuju sore hari, Burdah telah selesai.
Sehabis Burdah semuanya berbincang santai sembari meminum secangkir kopi dan memakan biskuit mungil. Di saat Lana memperhatikan Bahwa Hanya Aida dan Almansyah yang memakai baju Putih. Ia pun langsung memulai aksinya.
" Ehem ehem." Lana tersenyum jail
Seketika Mata mereka berkeliling, Tetapi Lana tetap menyeruput Segelas kopi dengan menggunakan kedua tangannya.
" Kenapa kayak gitu?" Tanya Yolanda.
" Gapapa, tadi keselek kadal hehe." Mulutnya melengkung membentuk senyuman manis.
Yolanda mengkerut kan hidungnya. Ia merasa aneh dengan tukang kompor yang ada di sebelahnya.
" Bilang aja mau kompor, Dasar tukang kompor." Yolanda memelototi Lana.
" Kompor apa? Quantum kah? Atau cosmos?" Ia mulai memancing Emosi yolanda. " Atau jangan-jangan kompor Listrik dari pabrik Merkurius?" Lanjut nya.
" Cukup. Gak nyambung sama sekali, mana Merkurius di bawa bawa." Ia menggigit bibirnya.
" Subhanallah, enggak Bu. Saya bukan Ustadz, lagipula saya juga masih Santri." Kata Almansyah dengan malu.
" Alumni Madin An Nuur?" Tanya Aida dengan lemah lembut.
" Bukan alumni, tapi masih Santri cuman ya jarang mengaji. Loh kamu bukannya santriwati di situ yang di beritakan Deket sama Mas Lio? Yakan? Aku inget loh waktu Burdah Lio kesengsem ngeliatin kamu."
Pertanyaan Almansyah membuat Mata semua orang melebar. Tetapi Aida hanya terdiam, ia juga terkejut dengan apa yang di katakan Almansyah tadi. Ia terlepas berpikir kenapa kemarin menggoda Lio seperti itu.
" Dekat? Dengan Ustadz Lio?" Matanya berkeliling. " Saya tidak pernah dekat dengan beliau, kami dekat hanya sebatas santri dan Ustadz nya. Lagipula kami juga jarang kumpul bersama, mungkin hanya di organisasi saja." Lanjutnya dengan tegas.
Lana menggeleng kan kepalanya. Ia mungkin membatin sesuatu, siapa yang mengetahuinya? Hanya Tuhan.
" Aida cocoknya sama siapa ya? Adelio atau Almansyah? Bagaimana menurut kalian anak-anak? Trio A harus memilih pilihannya. Bay the way kita jadi Bridesmaids yakk." Pertanyaan aneh itu membuat Aida mengambil napas, lelahnya....
" He maksud kamu apa? Bridesmaids? Yang nikah siapa?" Tanya Anita dengan tangan jail nya memukul pundak Lana.
__ADS_1
Lelucon konyol! Apa ini, selalu saja seperti ini. Padahal aku gak punya perasaan ke Ustadz Lio.
Gumam Aida.
" Sudah-sudah, sekarang sudah mau Maghrib. Ayo pulang sekarang, yang perempuan langsung pulang mau Maghrib kalau gak pulang nanti di culik mbak kunthi loh." Goda Bu Ranita agar semuanya pulang.
***
Semua keluar dari Masjid, yang tertinggal hanya Bu Ranita, Yolanda, Dany dan Lana saja. Semuanya pulang kecuali mereka. Karena masih ada rapat kecil yang harus di perbincangkan private.
Di perjalanan pulang Aida Melamun. Di balik kaca mobil ia membatin sesuatu, bibirnya cemberut memikirkan apa yang di pikirannya.
" Nak, besok ngaji nya libur? Kalau libur Abah izin keluar kota ya, ada urusan masjid." Tanya Abah Zulfikar.
" Nggeh ( Iya ) Bah." Jawabnya singkat.
" Dek, dari tadi ngelamun terus, mikir apa? Ada yang ketinggalan atau apa?" Tanya Rizal sembari menoleh kebelakang melihat Aida.
" Gak ada apa-apa hehe, cuma ngantuk aja kak. Nanti Aida sampai rumah boleh langsung tidur?" Ia bersandar.
" Monggo ( silahkan ), tapi ganti baju sama cuci kaki dulu ya, kalau lapar bilang nanti kakak masakin."
Kali Ini Aida terlihat berbeda. Ia hanya duduk terdiam bersandar di mobil itu.
" Kita sudah sampai, Abah izin langsung pulang istirahat juga ya." Izin Abah. Rizal membukakan pintu mobil untuk Aida. Namun Ia masih terdiam. " Terima kasih." Ucapnya sedikit tersenyum.
H. Zulfikar meninggalkan mereka berdua. Dan kini Aida terlihat sangat lelah. Entah ia masih berpikir sesuatu atau tidak, Rizal tidak terlalu perduli. Ia hanya berpikir bahwa adiknya itu lelah saja.
" Kunci rumah mana?" Rizal mengulurkan tangannya. Aida memberikan kunci itu. " Ayo masuk." Lanjut Rizal. Mereka masuk mengucapkan salam ke rumah berwarna cream pastel manis, terlihat tertata rapi semua perabotan yang ada di rumah itu, lantai bersih, meja bersih, dapur bersih, prinsip mereka tak mengotori Rumah ketika pergi, tapi tikus tikus kecil sering kali membuat Rumah itu kotor lagi.
BERSAMBUNG....
Terimakasih, jangan lupa tanda Like dan jejak komentarnya 👑
Instagram : @nazzahraa_878
__ADS_1