
POV senja…
Tuhan sekali saja aku ingin egois dan merasakan sebuah rasa cinta perhatian dari laki laki ini. Aku ingin dia menjadi orang pertama ketika aku memilih apapun, Ketika aku membuka mata dan aku berfikir dia yang pertama dalam otakku aku ingin dia, Meski hatiku dan perasaanku nantinya harus terbentur dengan semua hal dan hidup dia yang dipandang bagaikan langit dan bumi dengan dia.
Sekali saja tuhan….
untukku mencoba membuka hatiku meskipun itu masih ada tabir kaca tipis yang
mudah untuk pecah akan sebuah getaran tapi aku akan mencoba itu tuhan….
POV SENJA OFF
Setelah kejadian itu aku dan tuan arkana juga sudah lebih dekat dan saling mengenal dan saling terbuka
dan sama sama perhatian yang saling menuntut untuk memberi kabar kepada satu
sama lain.
Baby aiko juga sudah tambah gembul dan sehat, baby iko juga selalu bersamaku ketika aku kerja sihtf sore, Pagi nya aku bisa jagain baby iko dan dia seperti pengertian akan hubungan aku
dengan ayahnya. Dia semakin lengket dan tidak mau lepas terhadap ku. Ketika bertepatan aku dan
mas arkana sama sama libur kami sengaja meluangkan hari untuk mengajak baby aiko untuk jalan jalan dan mengajarkan berbagai hal baru agar dia tetap memiliki hal sosial yang perlu dia lakukan.
Kami pun berjalan ke arah taman yang sangat ramai dengan kumpulan kumpulan keluarga yang menemani anak anak nya bermain dipandang rumput. Aku pun melakukan hal yang sama menggelar tiket khusus piknik dan menata keranjang makan untuk di santap ketika baby aiko sudah haus dan lapar. Aku melihat sekeliling ibu dan ayah yang bahagia melihat anaknya bermain serta melakukan kegiatan berain seperti sepakbola mini, Balon, Serta air balon yang di tiup.
Baby aiko pun tak kalah senang ketika bermain dengan gelembung gelembung yang ditiupkan ayahnya dan
membentuk gelembung yang terbang, Dia tertawa dengan bahagian nya. Dan melakukan semua itu dengan bahagia dan keinginan tahunya terhadap apapun ketika melihat hal baru.
Di berlari Ke arahku dan merentangkan tangannya kepadaku dan berkata dengan cadelnya
“Endaa nya atue,…”.
Aku pun merentangkan tanganku untuk menerima pelukan serta tumpahan tubuh mungilnya. Dia memelukku bagaikan aku seorang bundanya.
“sayang jangan lari…!!!”
Pekikku ketika dia berlari mendekat kepadaku. Mas arkana hanya diam dan terkekeh kecil ketika putranya
lari dan memelukku hingga aku kurang imbang dalam menangkap putranya.
“Gak papa lah bun, Dia laki laki jadi harus kuat dan tahanan banting”.
Sambil terus menggelitik ini baby aiko. Hingga aku tanpa sadar dia juga memanggil ku dengan
__ADS_1
sebutan bunda.
“Eh …. Kok manggilnya juga bunda nanti orang bisa salah faham loh mas”.
Dengan mendelik aku mengatakan protes ku.
“Manggil mas aja uda banyak yang salah faham, Biarin aja orang salah faham dangan ada yang memiliki kamu kecuali aku arkana dan putraku aiko....!!!”
Sambil memandangku dengan serius dan tanpa ada kebohongan dimatanya. Wajah ku pun langsung memerah dan menahan malu di depan semua mata memandang, Karena mas arkana mengecup dahi ku dengan mesra.
“Mas aku gak cantik dan aku gak sesempurna untuk bersanding di sampingmu yang seorang psikologi anak, Aku insecure disebelah mu, Gini aja aku uda grogi dan malu takut kamu di olok karena jalan bareng aku yang hanya dengan pakaian yang sederhana dan akan aku pakai lagi ketika beberapa hari lagi, Lain dengan mu yang setiap hari bisa ganti dan mungkin kamu memiliki mall besar, Aku gak tau kamu sekaya apa dan terpandang apa tapi aku hanya dapat melihat ketulusan dan kejujuran akan perasaanmu kepadaku, Tapi aku Cuma pesan ketika kamu ingin pergi dariku dan memilih wanita yang lebih dariku maka bicarakan kepadaku dan aku akan pergi dengan tenang dan tanpa tutupi bukan untuk sembuh”.
Dia langsung memelukku hingga erat dan di tengah tengah kami ada baby iko yang memanggilku dengan
cadelnya membuat keributan. Karena aku lelah untuk berdebat tentang hati dan luka ku saja hanya ku.
“Undan nya atue, No no etopp Angliss”.
Sambil tangan mungilnya mengusap pipiku yang basah. Aku juga mengecupi pipi gembil nya yang semakin gendut saja setiap harinya. Tuan arkana berdiri dan menggandeng tangan kami untuk menuju sebuah kolam ikan yang isinya ikan ikan koi yang lucu dan mengarahkan kamera handphone kepada aku dan baby iko sambil memanggil kami dan membidik kameranya dengan gaya tanpa sengaja itu kami terlihat natural dan saling pandang antara aku dan baby aiko.
MENJELANG SORE….
Kami sudah sampai di rumah tuan arkana.
Baby aiko sudah tidur di pangkuanku setelah itu kita turun dari dalam mobil dan mau memasuki rumah ini.
“Arkana apa kamu lupa dengan orang tua mu dan menjenguk kami?”.
“Apa kamu ingin menjadi anak yang durhaka ha…?, Jawab kana..?”.
Wanita itu sambil melotot kan matanya dengan nada tinggi, hingga tangannya mau menggapai pipi mulus mas arkana, Aku yang ada di sebelahnya hanya menjerit dengan kaget akan respon wanita tua itu yang aku yakini bahwa itu adalah ibunya.
“Arkana tahu apa yang akan arkana lakukan dan arkana yakin untuk melakukan semua dengan sendiri dan pilihan arkana, Jika kalian kemari untuk memaksa arkana menikahi wanita itu lagi arkana tidak akan mau dan menolak dengan tegas, Karena kana bisa memilih semua sendiri dan tanpa paksakan cukup dulu kalian memaksa arakan dalam semua hal. Tapi kali ini biar arkana sendiri yang memilih sendiri.”
Sambil memegang tangan mama nya dia menjelaskan dan memperingati bahwa ini pilihannya.
“Apa karena wanita ini kamu menolak mama untuk mama jodohkan lagi dengan ibu kandung aiko, Yang memang dibutuhkan oleh seorang aiko.?”.
Dengan mencengkram tanganku yang sedang menggendong baby aiko. Aku pun menahan sakit agar
baby aiko tidak jatuh dalam gendongan ku.
“Iya memang dia ibu kandung putraku,tapi apa ibu kandung menyiram anaknya dengan air panas…?”.
“Jawab ma…..?”, Apa itu pantas dikatakan seorang ibu..?”.
__ADS_1
Sambil memerah dengan emosi yang saling meluap dan saling berteriak. Aku pun mencoba berbicara dengan ibu dan anak ini.
“Bolehkah perdebatan ini dihentikan terlebih dahulu dan saya ijin untuk meletakan baby aiko untuk istirahat,
Dan mengganti bajunya…?, untuk anda nyonya saya akan pergi dari sini dan tidak akan menemui anda lagi ataupun putra anda lagi tapi ijinkan saya menyelesaikan tugas saya untuk mengasuh baby aiko hingga 4 hari kedepannya. Setelah itu saya akan pergi dari hidup anda semua”.
Pria tua yang mulai awal datang hanya mendengarkan kini mulai bersuara
“Pergilah nak lakukan tugasmu dan temui kami lagi di ruang tengah”.
Aku pun mengangguk-angguk kepala ku dan melangkahkan kakiku didepan orang tua tuan arkana. Setelah selesai
menidurkan dan mengganti baju baby aiko aku pun turun dan menemui mereka tapi saat aku kembali ternyata sudah ada seorang wanita yang sangat terlihat cantik dan seperti wanita karir yang sangat elegan dan glamor.
Aku pun duduk di depan orang tua tuan arkana. Dan mereka memberiku sebuah amplop coklat dan ketika aku membukanya aku sangat shock dan kaget tanpa sadar aku menitihkan air mataku secara tidak sadar.
DEG… DEG…..
POV SENJA
Kenapa mereka bisa menemukan identitasku yang sebenarnya, apa aku sudah terlalu mengusik hidup mereka. Padahal aku hanya seorang pengasuh saja, aku tidak ingin menarik dan masuk dalah celah hati puta mereka, aku ingin rasanya pergi dan menghilangkan diriku dari hadapan arkana dan baby aiko aku enggak mau mereka malu dengan semua itu dan mendapatkan celaan untuk ini semua. Biarlah aku kembali kepada masa laluku yang kelam ini.
Aku memandang tuan arkana dan tersenyum untuk terakhir kalinya aku bertemu dengan dia dan biarlah dia
yang melakukan itu semua untuk baby aiko. Aku pun berdiri dan meninggalkan ruangan itu serta berbalik dan menghadap ke tuan arkana yang sudah di belakangku aku menatap dia dan berkata.
"Tuan ….. “
“Aku kalah kali ini dan aku mengalah lagi dengan takdir yang mempermainkan aku, Aku sudah pernah bilang aku kalah akan takdir dan aku tidak bisa melawan itu untuk anda dan putramu. Melepaskan mu itu pilihanku dan mencintai mata baby aiko untuk pertama kalinya itu lah takdir. Jika memang suatu hari kita berjodoh mungkin ini adalah takdir yang tertunda dari tuhan agar kita lebih memperbaiki ini semua dan sudah sampai disini aku kalah dan melepaskan mu dan aiko…. Titip salam untuk aiko bahwa aku selalu bundanya aiko”
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA BERI AKU LIKE
JANGAN LUPA KOMENTAR
JANGAN LUPA SUBSCRIBE
__ADS_1
JANGAN LUPA BERI AKU GIVE UP ON NEW EPISODE