
Off pov arkana
“ Pak arkana apa perlu sesi konseling orang tua terlebih dahulu ? ”
Rekan wanita yang menanyakan kepada laki laki itu.
“ Tinggalkan aku dengan ibu ini dan aku akan menghubungi mu nanti dengan hasilnya. !!”
Sambil terus menatap ku .
“ Baiklah pak arkana saya akan menemui klien kita yang lain, kalau begitu saya
permisi dahulu “ Sambil meninggalkan aku dan pak arkana yang saat ini terus
memandangku tanpa henti. Sehingga aku merasa tidak nyaman untuk pandangannya.
“ Tolong ceritakan anak kecil yang anda temui serta warna matanya yang sama
persis sepertiku…? ”
Mengatakan itu dengan melihat aku serta menyamankan posisi duduknya .
“ Maksud anda aiko? ” dia
menjawab dengan anggukan.
“ Tapi kalau boleh tahu anda mengenal anak itu atau bagaimana…? ”
aku bertanya sambil memicingkan mataku kepada dia.
“ Anak itu adalah putra ku yang lama aku hindari karena keterpaksaan perjodohan
dengan ibunya.”
Menjawabnya dengan sendu dan mata berkaca kaca.
“ Baiklah aku akan menceritakan nya meskipun itu dilarang dan disumpah untuk
__ADS_1
tidak mengatakan keadaan pasien kepada siapa pun, karena anda adalah ayah
kandungnya maka aku akan mengatakannya.”
FLAHS BACK AIKO DIANSYAH……
Anak kecil itu merengek untuk meminta susu, Dengan suara yang lemah menahan sakit akibat luka bakar yang sudah ditangani. Aku mendengar rintihan tangisan bayi yang menahan sakit. Aku ingin melihat dan menenangkannya, Karena aku sudah terbiasa dengan tangisan bayi ketika aku merawat anak kakakku.
Aku mengintip celah gorden yang menutup anak kecil itu, Aku melihat dia sorang diri dan menangis mencari
asi. Aku dekati anak kecil itu dan mem pukpuk bokong bayi itu,dengan bersenandung aku meniup niup, anak kecil itu membuka mata nya .
Dan ketika bayi itu membuka matanya, Seperti dejavu yang menghantam dadaku serta relung kemanusiaan ku, Aku sampai menitihkan air mata dan melihat warna matanya yang sungguh indah dan membuat siapa saja langsung jatuh cinta kepada bayi ini. Setelah beberapa saat ada seorang ibu tua memasuki ruangan pemulihan pasca operasi itu dan ibu tua ini mengatakan
“ anak ini bayi dari majikan saya, karena keegoisan semua orang dan mementingkan kehidupan mereka tanpa
memikirkan bayi ini butuh cinta dan perhatian”.
Aku terus mendengarkan ibu tua itu yang menceritakan kepiluan bayi ini, Aku muak dengan orang kaya yang
selalu mengedepankan materi dan membenisa kan namanya kemanusiaan meskipun itu darah daging nya sendiri.
Maka mulai itu aku selalu menjenguk bayi itu di nicu bayi, Aku sangat menyayangi bayi ini. Aku melakukan
FLAHSBACK AIKO DIANSYAH……
Anak kecil itu merengek untuk meminta susu, Dengan suara yang lemah menahan sakit akibat luka bakar yang sudah ditangani. Aku mendengar rintihan tangisan bayi yang menahan sakit. Aku ingin melihat dan menenangkanya, Karena aku sudah terbiasa dengan tangisan bayi ketika aku merawat anak kakakku.
Aku mengintip celah gorden yang menutup anak kecil itu, Aku melihat dia sorang diri dan menangis mencari
asi. Aku dekati anak kecil itu dan mem pukpuk bokong bayi itu,dengan bersenandung aku meniup niup, anak kecil itu membuka mata nya .
Dan ketika bayi itu membuka matanya, Seperti dejavu yang menghantam dadaku serta relung kemanusian ku, Aku sampai menitihkan air mata dan melihat warna matanya yang sunggung indah dan membuat siapa saja langsung jatuh cinta kepada bayi ini. Setelah bebrapa saat ada seorang ibu tua memasuki ruangan pemulihan pasca operasi itu dan ibu tua ini mengatakan
“ anak ini bayi dari majikan saya, karena keegoisan semua orang dan mementingkan kehidupan mereka tanpa
memikirkan bayi ini butuh cinta dan perhatian”.
__ADS_1
Aku terus mendengarkan ibu tua itu yang menceritakan kepiluan bayi ini, Aku muak dengan orang kaya yang
selalu mengedepankan materi dan membenisakan namanya kemanusiaan mskipun itu darah daging nya sendiri.
Maka mulai itu aku selalu menjenguk bayi itu di nicu bayi, Aku sangat menyayangi bayi ini. Aku melakukan
rutinitasku bekerja setelah jam istirahat aku melangkahkan kakiku di ruangan bayi itu dan menggendongnya, Dan menyanyikan lagu anak untuk mengurangi pilu hatinya akan sakit yang di rasakan anak itu.
Aku terus mendengarkan ibu tua itu yang menceritakan kepiluan bayi ini, Aku muak dengan orang kaya yang selalu mengedepankan materi dan membenisakan namanya kemanusiaan mskipun itu darah
daging nya sendiri.
Maka mulai itu aku selalu menjenguk bayi itu di nicu bayi, Aku sangat menyayangi bayi ini. Aku melakukan rutinitasku bekerja setelah jam istirahat aku melangkahkan kakiku di ruangan bayi itu dan menggendongnya, Dan menyanyikan lagu anak untuk mengurangi pelik yang dia rasakan.
Sampai dimana bayi mata biru itu sembuh dan pindah di kamar VVIP dimana aku tidak dapat lagi menjangkau untuk menemuinya. Aku sedih mendengar aku tidak dapat akses untuk menjenguk bayi mata biru itu, tapi aku selalu berdoa kepada tuhan agar bayi itu sehat dan selalu dalam lindungannya.
FLASHBACK OFF AIKO…..
.
,
.
GUYS JANGAN LUPA BACA JUGA NOVEL KEDUAKU YA.....
.
.
.
.
JANGAN LUPA BERI AKU LIKE
JANGAN LUPA KOMENTAR
__ADS_1
JANGAN LUPA SUBSCRIBE
JANGAN LUPA BERI AKU GIVE UP ON NEW EPISODE