
“Tuan Arkana…..?”
“Tamu dimana baby blue harus makan dulu, Ini aku uda bikinin mam untuk iko…..”
Padahal aku sudah manggil dengan keras tapi kenapa dia tidak merespon. Aku langkahkan
kakiku kearah taman belakang, Dan ternyata mereka sudah terlelap sambil berpelukan posisi baby blue berada di atas dada tuan arkana. Aku menghampiri mereka dan mengambil baby blue, tapi ketika aku ingin mengambil baby blue, Tuan arkana dan baby blue membuka mata dan tersenyum dengan mata yang sama sama biru.
DEG… DEG…. DEG….
Kenapa aku seperti ini hatiku kenapa selalu berdetak sangat kencang ketika ayah dan anak ini menatap mataku.
“Apakah hatiku bermasalah atau kelainan…?”. Aku bergumam didalam hatiku .
“Senja…… senja……. “
“heloooo senja….. kamu dengar aku….?”
Sambil tangannya terus memegang tanganku, dan menggoyangkannya agar aku sadar dalam lamunanku.
“Ehhmmm……..”
“Maaf tuan arkana, aku gagal fokus ketika melihat mata biru anda dan putra anda…”
“Sampai aku merasa jantungku seakan bekerja semakin cepat.”
Aku berkata sambil memerah pipiku menahan malu karena aku spontan mengatakan
itu. Kenapa aku bisa sebodoh itu, Dia hanya tersenyum didepanku dan mengelus rambutku. Dan dia memberikan baby iko kepadaku, Sambil mengatakan …
“Aku ingin kamu menjadikan aku
selalu ada di pandanganmu dan selalu pilihan pertama mu dalam memilih semua
keputusanmu. Dan aku mulai merubah diriku semenjak mengenal mu aku mulai
memperbaiki perilakuku mulai dari sikapku kepada iko, perilakuku kepada orang
lain, aku juga sudah berusaha berdamai dengan masalah laluku, dan yang paling
penting aku memperbaiki perilaku ku terhadap tuhan dan memperbaiki ibadahku
__ADS_1
yang awalnya demi mu sekarang sudah menjadi keinginan dan percaya nya hatiku
terhadap tuhan dan permintaan kepadanya”
Dan dia memegang tanganku yang sedang menggendong baby iko, Dia mendekat kepadaku dan mengikis jarak dimana saat ini aku tidak bisa bernafas dengan baik, Dan yang mulai lagi adalah jantungku yang terus berdetak sangat keras dan seperti akan copot. Aku memegang tangannya dan berkata.
“ Stop ….. jangan terlalu dekat tuan, Hatiku tidak baik dan jantungku juga terkesan lebih cepat detak
jantungku!!”
“Apa kamu tahu kenapa jantungmu berdetak …?” .
sambil menaikan alisnya dia bertanya seperti itu.
“Kenapa….?” Aku bertanya kembali kepada dia .
“Itu karena kamu sudah tertarik sama aku, Dan nyaman dengan saya, Itu alarm hatimu untuk aku masuk di celah hatimu”.
Sambil terus menarik tanganku untuk berada di hatinya.
“Apakah kamu juga mendengarkan hatiku…?”.
“apakah kamu mau menjadi bagian hatiku,hidupku,bagian dari baby aiko, Dimana kita bisa membagi semua
baik itu sedih,senang,susah, agar selalu bersama. ?”.
Dia berakata seperi itu sambil berkaca kaca berharap aku menjawab semua pertanyaannya. Aku pun langsung membalikkan badanku dan menangis dengan lirih bahkan bahuku terguncang untuk menahan tangisku keluar. Aku tidak tau harus menjawab apa, Karena hatiku sudah aku tutup untuk yang namanya sebuah hubungan tentang cinta.
“Tuan,…. jujur saya bingung harus menjawab apa, Karena aku tidak pernah tahu dengan sebuah perhatian
seorang laki laki, perhatian seorang kakak, Perhatian seorang sahabat, Perhatian seorang kekasih. Aku tidak mendapatkan itu dari sebuah hubungan, aku belum pernah jatuh cinta, Maaf jika aku tidak bisa memberi jawaban yang memang diinginkan anda, Aku tidak pernah diberi rasa untuk tergantung kepada orang
lain, Ibuku saja seorang single parent. Bahkan aku mulai kecil sudah terputus oleh takdir untuk tidak Marasa kan perhatian seorang laki laki dan seharunsya menerima pertama dari ayahku.
Tapi Tuhan memberikan takdir ini kepada saya. Lalu saya harus jawab apa untuk pertanyaan anda…?”
Aku mengatakan itu dengan air mata yang mengalir, Mungkin aku egois karena takut untuk membuka hatiku karena aku takut status ayahku yang kurang jelas dan dapat mempermalukan dia untuk aku karena masa laluku. Aku terus memandangnya, dan dia hanya tersenyum dan mendekat serta menghapus air mataku.
“ aku tahu kamu memang akan sulit menjawab itu, tapi aku yakin matamu tidak berbohong, Seperti ketika aku
mengenal matamu dari putraku, Dan aku yakin putraku tidak salah memilih dan hatiku juga yakin bahwa ini tidak salah dan akan terus memilih kamu hanya kamu”.
__ADS_1
Air mataku terus mengalir dan aku menguatkan hati serta kewarasanku untuk tidak masuk dalam circle ke bucinan ini.
“Baiklah mungkin kamu kurang yakin untuk hatiku, Dan kamu juga kurang yakin dengan pilihan hati putraku
karena kami hanya seorang pria yang membuat mu kurang yakin, Tapi apa kamu masih mau menerima hubungan ini dengan sebuah pertemanan…?”.
Aku dengan ragu menggagukkan kepalaku tanda setuju,
POV senja…
Tuhan sekali saja aku ingin egois dan merasakan sebuah rasa cinta perhatian dari laki laki ini. Aku ingin dia menjadi orang pertama ketika aku memilih apapun, ketika aku membuka mata dan aku berfikir dia yang pertama dalam otakku, Aku ingin dia, Meski hatiku dan perasaanku nantinya harus terbentur dengan semua hal dan hidup dia yang dipandang bagaikan langit dan bumi dengan dia.
Sekali saja tuhan….
Untukku mencoba membuka hatiku meskipun itu masih ada tabir kaca tipis yang
mudah untuk pecah akan sebuah getaran tapi aku akan mencoba itu tuhan.
#####\=\=\=\=\=\=\=******\=\=\=\=\=\=\=\=#######
SUMPAH INI AKU MENULIS INI DENGAN
MENANGIS KARENA INI MEMBUKA HATIKU YANG SAKIT KEMBALI….
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA BERI AKU LIKE
JANGAN LUPA KOMENTAR
JANGAN LUPA SUBSCRIBE
JANGAN LUPA BERI AKU GIVE UP ON NEW EPISODE
__ADS_1