
Amarah ku seakan menguap dan tidak berbekas di hati ini, tapi ada seorang laki-laki yang menangis tanpa suara yg membuat diriku merasa harus memeluknya dengan erat.
"Kak, ... "
aku langsung membalikan badanku menghadap kakak ku, dan memegang wajahnya dan menghapus air matanya yg mengalir deras.
"Jangan, jangan pergi lagi. kakak gak sanggup kalau kamu pergi, dari kakak lagi. Kakak bisa gila dek"
"Aku gak akan pergi dari kakak, kalau kakak merubah emosi kakak dan tidak meluapkan amarah kakak ke orang lain. Kalau memang aku yang salah kakak boleh langsung marah sama aku aja, jangan marah atau pun memukul orang lain"
__ADS_1
"Kakak gak bisa melampiaskan amarah kakak ke kamu sayang, kakak gak bisa. Tapi kalau kamu mau membantu kakak untuk berubah dengan perlahan kakak bakal mau"
"Aku mau merubah kakak dengan cara kakak sendiri, tanpa harus ada paksaan untuk berubah demi aku. Aku cuma berharap sama kakak kakak mengurangi rasa amarah dan ingin memukul ketika marah, Aku takut dan gak suka kak"
Aku mengatakan semua keinginan ku dan keinginan kakakku untuk membuat dia berubah, meskipun dengan menangis dan berani menatap mata merah yg menangis untukku ini.
"Kakak bisa mati, kalau kamu pergi atau pun dimiliki oleh orang lain selain kakak dek. Kakak mungkin gila dan tidak masuk akal dengan semua perasaan kakak, asal kamu tahu dek kakak uda mohon mulai dari umur kakak 14 tahun kepada mama dan papa untuk memiliki kamu untuk kakak dan selamanya untuk kakak dan gak boleh ada orang yang memiliki. "
Aku kaget mendengar kakak mengatakan itu semua, aku menatap mama dan papa serta abang dan mas yang melihat dari arah pintu besar kediaman admaja. Mama menghampiri aku dan kakak serta langsung memberikan pelukan untuk menenangkan rasa terkejut ku tentang kata kata kakak yang masih tidak masuk akal untuk kita berdua bersatu.
Aku mengangguk saja dengan perkataan mama kepadaku, dan aku melepaskan pegangan kakak ku terhadap tanganku. Tapi sebelum kakak melepaskan tanganku, aku merasakan daging hangat dan air mata di dahiku, kakak mencium kening ku dengan sangat lembut dan memeluk ku dengan membisikkan kata kata "Kakak mencintai mu sayang, sangat mencintai mu dan jangan pernah ninggalin kakak sayang"
__ADS_1
Aku hanya menatap kakak dengan rasa campur aduk dan gak tau harus membalas dengan kata-kata apa. Aku bergegas pergi dari hadapan kakak dan langsung menuju hadapan papa untukeminta penjelasan dari papa tentang yang kakak katakan kepada ku.
Lain hal dengan mama yang berbicara dengan kakak dan kakak hanya mendengarkan serta menjawab dengan singkat ketika mama memberikan pertanyaan.
Aku melihat kakak dan mama dari balkon ruang kerja papa yang langsung mengarah ke taman, aku penasaran apa saja yang mama dan kakak bicarakan. Aku merasakan tangan papa mengelus rambutku dengan lembut dan tersenyum kepada ku dengan menggenggam tanganku serta berkata kepadaku, "adek liat kan kakak begitu gila denger adek mau ninggalin rumah ini loh"
.
JANGAN LUPA INVITE IG KU DI @senjamerona
JANGAN LUPA LIHAT DAN LIKE SERTA UNSUBSCRIBE YA...
__ADS_1
UNTUK UPDATE NOVEL BARUKU
#MENIKAH DENGAN KAKAK ANGKAT KU