
Aku terus mendengarkan ibu tua itu yang menceritakan kepiluan bayi ini, Aku muak dengan orang kaya yang
selalu mengedepankan materi dan membinasakan namanya kemanusiaan meskipun itu darah daging nya sendiri.
Maka mulai itu aku selalu menjenguk bayi itu di nicu bayi, Aku sangat menyayangi bayi ini. Aku melakukan rutinitas ku bekerja setelah jam istirahat aku melangkahkan kakiku di ruangan bayi itu dan menggendongnya, Dan menyanyikan lagu anak untuk mengurangi pelik yang dia rasakan.
Sampai dimana bayi mata biru itu sembuh dan pindah di kamar VVIP dimana aku tidak dapat lagi menjangkau untuk menemuinya. Aku sedih mendengar aku tidak dapat akses untuk menjenguk bayi mata
biru itu, tapi aku selalu berdoa kepada tuhan agar bayi itu sehat dan selalu
dalam lindungannya.
FLASHBACK OFF AIKO…..
“anda sudah bisa menyimpulkan bahwa saya tidak mungkin menyakiti anak asuh saya apalagi itu anak
kakak saya. Saya hanya butuh keadilan dan pengertian bahwa ayah dari ponakan saya tidak memberi kewajibannya kepada dia. Apa saya salah kalau saya meminta hak seorang anak kepada ayahnya ?...”.
__ADS_1
Aku mengatakan dengan air mata yang luluh ke pipi. Aku memandang ke depan dan aku tidak ingin dia melihat kerapuhan dalam diriku kepada psikiater ini. Aku ingin dia dapat menilai bahwa aku adalah sosok yang mampu untuk melindungi jiwa kecil yang terdzolimi ini. Aku tak mampu untuk melawan orang orang tidak punya hati ini dan menaruhkan seluruh hidup keluargaku.
Ku pandang dia dengan mata yang merah,
“Jika saya memang orang yang jahat ataupun orang yang tidak tulus untuk menyayangi, Maka akan peka hati
anak kecil itu jika kita dekati dengan hati yang kurang tulus dan bermaksud kurang baik apalagi menyalahgunakan untuk dal yg dzolim maka dia akan kerasa dan kurang merasa aman kepada kita. Kalau memang saya seperti itu maka anak anda tidak akan tenang dalam dekapan saya, padahal perasaan bayi lebih peka terhadap adanya ketulusan orang wanita. Maka anda dapat menilai bahwa saya tulus dan memang semata ingin mengingatkan hak ponakan saya. Tapi malah mereka membalikan semuanya dengan uang dan fakta bahwa kami yang salah sampai kakakku jatuh sakit dan streess berat, bayangkan anak yang dikandung selama 9 bulan tapi dia dipisahkan oleh mereka dengan uang yang dapat menutup pintu keadilan untuk seorang anak dan ibu. “
Tuan arkana hanya menatapku dengan mata yang sudah melelehkan air matanya. Dan dia hanya mengatakan,
janjiku !!! dan terimakasih kamu membuat pandanganku berubah kepada putraku, Dan aku sangat bersalah karena menyalahkan dia yang tak tahu akan keegoisan kami membuat diasakiti dan merasa sendiri”
POV ARKANA
Aku merasa malu kepada gadis kecil ini, Dia tidak malu dan berani untuk mengakui dan menyandangkan namanya untuk anak kakak nya padahal itu bukan anak kandungnya sendiri, hatiku rasanya di terpa angin segar ketika dia membicarakan bagaimana sosok putraku tapi berbeda ketika orang rumah yang mengatakan tentang putraku aku langsung emosi dan marah langsung.
Tuhan apa dia wanita kecil yang mengubah hatiku yang keras akan masa laluku dan menghapus ketidak adilan terhadapku dan keinginan hatiku. Tapi aku akan sedikit egois tuhan untuk meminta padamu bahwa aku ingin dia selalu ada untukku dan selalu bersamaku. Jangan jauhkan dia dariku tuhan.
__ADS_1
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA BERI AKU LIKE
JANGAN LUPA KOMENTAR
JANGAN LUPA SUBSCRIB
JANGAN LUPA BERI AKU GIVE UP ON NEW EPISODE
__ADS_1