
Setelah kejadian itu aku tidak pernah bertegur sapa lagi dengan daddy dan hanya dekat dengan grandpa, Bahkan aku tidak mau menerima semua harta warisan dan tahta sultan yang akan diberikan kepadaku.
Aku menolak lebih baik bekerja sendiri dan menghasilkan uang sendiri, Sampai grandpa memberikan aku tanah di pesisir pantai ini untuk ku kelolah menjadi wisata untuk WNA yang berlibur.”
Sambil memgang tanganku dengan erat dan menangis dengan lirih.
“Aku bangga kepada kakak, Tanpa ayah kakak bisa berdiri dan membuktikan kepada ibu bahwa kakak mampu dan laki laki terhormat”
aku lalu memelukya dengat erat menyalurkan energi kekuatan dan semangat kepada dia.
“Apa kamu tahu kenapa aku bisa ada disana, Itu adalah grandpa yang mengatakan bahwa jawaban yang selama ini aku cari ada di kota tempatmu tinggal, Dan aku beruntung untuk menemukanmu dulu sebelum daddy yang menemukanmu. Aku bahgia kita berkumpul lagi, dan tidak terpisahkan lagi. Kakak berjanji bahwa ini semua tidak akan berakhir dalam genggaman daddy tapi hanya maut yang memisahkan kita disini.” Kakaku memablas erat pelukanku.
Skip
Pagi pun menyapa dengan ketukan di pintu rumah kami, Dan aku bangun untuk membukakan pintu tersebut dan memicingkan penglihatanku, Dan tampaklah seorang laki laki tua yang berdiri dengan khas baju balinya teetapi wajahnya bule.
“Hello sweetheart….?” ………….
Aku hanya memandang bule tua ini dengan heran. Tanpa disangka kakakku sudah menyapanya dengan ramah dan bahagia,
“ Granpa….. are you here….?” Sambil memeluknya.
Lelaki tua itu dipanggil granpa berarti dia adalah kakek ku.
Kami pun duduk bersama dan saling mengobrol untuk saling mengnal dan memahami tentang situasi yang memang sulit untuk dicerna oleh semua keluarga yang ada. Aku mulai mendengarkan pembicaraan kakakku dan granpa yang mulai mengenalkan diriku kepada grandpa.
Grandpa pun menerima dengan antusias karena dia sudah menantikan semua ini untuk kita berkumpul dengan tenang dan bahagia. Aku pun mulai membuka pembicaraan yang hangat dengan grandpa ini.
Hingga tak terasa waktupun memasuki jam makan siang, dimana kakaku sudah memasakkan makanan faforit grandpa yang bernuansa wesntren.
__ADS_1
Aku senang aku bisa merasakan semua ini dengan lengkap dan utuh meskipun kurang dengan ayahku. Tapi mungkin ini takdir yang tidak dapat aku kalahkan ataupun patahkan. Jika memang harus menjalani semua ini aku akan menjalani dan tanpa rasa takut karena aku punya Kakak ku, Ibuku, Serta keponakanku bahkan sekarang sudah menambah dengan grandpaku.
“Daddy mu itu memang bodoh tidak bisa tegas dengan semua keadaan yang membuat dia harus memilih, tanpa menyelidiki ini atas dasar apa, Dan bagaimana masalah itu terjadi. Padahal grandpa sekolahkan dia hingga ke amerika tapi dia bodoh dalam masalah keluarga.”
Sambil memncicipi cemilah diatas meja. Aku pun tersadar dari lamunan yang memikirkan masalah ini.
“Granpa….. ehmmmm….. bagaimana ibuku dimata granpa?”
Aku berkata sambil mengahadapkan pandanganku ke grandpa.
“Ibumu, Seperti cinta pertama grandpa, Dia wanita asia yang mempunyai daya tarik tersendiri, Bahkan aromanya yang alami serta wajahnya yang berkulit putih bersih seperti wanita asia china. Dia sopan, Bertutur kata, Peduli, Bahkan dia polos dan suci hati ya untuk mencintai putaku yang brengsek itu.”
Sambil melihat wajahku dan membelai kepalaku.
“Apakah aku seperti ibuku…?”
aku memegang tangannya dan menggenggam dengan erat.
Sambil menarikku di pelukannya. Tanpa kami sadari kakakku menghampiri kami di tempat kami duduk.
“Kakak dilupain sama grandpa …? Padahal dulu aku kesayanganya. Sekarang aku di nomer dua kan.”
Sambil cemberut yang dibuat buat oleh kakakku.
Kami pun tertawa dan saling berpelukan. Aku berdoa semoga aku tidak hanya singgah disini dan selalu bersama dengan mereka yang menyanyangiku untuk selamanya.
“Oooo… ya… grandpa mempunyai sebuah taman kanak-kanak untuk membimbing mereka untuk sekolah dan sebuah panti asuhan yang memang membutuhkan tenaga untuk mengasuh oleh mereka.
Apakah kamu mau mengisi waktu luangmu sekalian kamu menjadi ibu kepalanya…?”
__ADS_1
Sambil memegang tanganku dan menyakinkan aku untuk menjawab iya. Aku pun memandanginya dangan mata yang berembun karena aku merasa terharu untuk melakukan hal yang mulia seperti ini, Aku senang
dengan anak anak kecil mereka menggemaskan.
“Aku mau grandpa… aku ingin menjadi ibu ibu bayi yang tak berdosa seperti mereka.”
Sambil menitihkan air mata dan menganggukan kepalaku. Dengan antusias dan keyakinan, aku senang jika grandpa menawariku untuk mengelolah kegiatan ini.
Aku bisa melupakan semua rasa rindu dan cinta ini untunya, Dan jika aku tidak kuat maka aku akan melampiaskan cinta dan rinduku untuk anak anak kecil yang suci ini. Aku pun sangan antusias dan ingin segara menuju tempat itu.
Author :
Sampai bertemu di episode selanjutnya.
”maaf guys …. Gak bisa up dengan rutin karena aku sendiri harus kerja dan
kuliah apalagi aku bekerja di pelayanan kesehatan jadi pasti aku akan sibuk di
masa pandemi gini guys… sehat selalu ya guys…..”
.
.
.
JANGAN LUPA BERI AKU LIKES
JANGAN LUPA BERI AKU GIVE
__ADS_1
JANGAN LUPA KOMENTAR
JANGAN LUPA SUBSCRIBE