Waktu Bersamamu

Waktu Bersamamu
Hari Kematian


__ADS_3

Seorang wanita dengan penampilan yang lusuh, wajah dan tubuhnya penuh luka dan memar berlari sambil mengendong putranya yang sudah tidak sadarkan diri, dia meloloskan diri dari penculikan yang dilakukan oleh beberapa pria dengan badan besar. Wanita itu terus berlari memasuki hutan berbukit menghindari pria-pria pembunuh bayaran yang mengejar dan menginginkan nyawanya dan anaknya.


Yuna terus berlari entah sudah berapa jauh kaki telanjangnya menelusuri jalanan tajam berbatu, kakinya sudah banyak terluka dan mati rasa namun tak mengurungkan niatnya untuk berhenti walau sebentar saja, didalam pelukannya sang putra Min sudah tampak tidak bergerak, dia dan sang putra sudah hampir seminggu di sekap di sebuah gudang kosong di dekat jalanan menuju hutan, bahkan semenjak hari pertama diculik para pria bayaran itu tidak memberikannya makanan yang layak dan sang putra yang miliki penyakit paru-paru bawaan lahir pun sudah tidak meminum obatnya. bocah berusia dua tahun itu keadaannya makin melemah itulah yang bulatkan tekat Yuna untuk melarikan diri demi menyelamatkan sang putra.


Langkah kakinya semakin melemah, tenaganya hampir habis kesadarannya pun hampir hilang tetapi dia masih berusaha terus berlari, terus berlari sampai sisa tenaganya terkuras habis. Namun apa daya kakinya sudah semakin lemah, lututnya seperti tak bertulang dan membuatnya terjatuh. setelah terjatuh dengan sang putra masih berada didekapannya Yuna mencoba kembali bangkit tetapi tenaganya sudah tak bersisa, sambil menangis dia memeluk Min dan menyadari tubuh mungil putranya sudah sangat dingin.


Yuna berusaha memanggil-manggil nama putranya namun sepertinya Min sudah meninggal, Yuna meraba pergelangan tangan Min namun tak terasa denyut nadinya. Tangisan Yuna memecah kesunyian hutan itu, memanggil nama putranya yang sudah terbujur kaku, Yuna merasa gagal menyelamatkan putranya.


Para pembunuh bayaran yang mengejar Yuna rupanya sudah berada dibelakangnya, namun kali ini Yuna tidak memutuskan untuk lari lagi, melihat sang putra yang sudah terbujur kaku dirinya merasa seolah mati juga, tak ada gunanya lagi dirinya untuk berlari dan meyelamatkan diri, satu-satunya alasan yang membuatnya tetap hidup kini sudah tidak ada. Min bocah kecil itu kini sudah meninggal dalam pelukan sang Ibu.


Seketika para penjahat itu menarik tubuh Yuna dan menyeret tubuhnya ketepian jurang, tubuh bocah kecil yang ada di pelukannya terlepas. Yuna ingin menggapai kembali tubuh anaknya namun tak ada lagi sisa-sisa kekuatannya, tubuhnya hanya mengikuti seretan para penumbuhan itu, kini dirinya sudah merasakan akhir dari hidupnya.


Kini tubuhnya sudah berada ditepian jurang yang sangat dalam, para pembunuh bayaran itu meletakan tubuhnya di atas batu besar yang condong ke arah mulut jurang sebelum melemparkannya salah satu pria pembunuh itu mengeluarkan telpon genggamnya, dia nampak menghubungi orang yang menginstruksikan penculikannya.


Terdengar suara seseorang berbicara disana, suara yang nampak sangat dia kenal, suara itu milik perempuan yang sangat dia benci yaitu Annette perempuan itu terlihat seperti malaikat tetapi sebenarnya dia lebih mengerikan dari pada iblis.


Pria itu kemudian meletakan telponnya di dekat Yuna sehingga Yuna bisa mendengar suara wanita itu.


"*Yuna.. kau tahu seandainya kau mau melepaskan Ken dari dulu mungkin aku akan berbelas kasih dan tidak akan membuatmu seperti sekarang ini"


"Annette. Kau.."

__ADS_1


"Yaa ini aku.. setelah ini aku dan anakku akan menjadi satu-satunya istri dan anak Ken, ohh sayang aku belum mengatakan padamu kalau aku sedang hamil dan ini adalah anak Ken.."


"Kalian jahat" ucapnya lirih dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Maafkan aku sayang, aku harus membunuhmu dan anakmu agar tidak ada lagi yang menghalangi ku untuk memiliki Ken"


"Ken tidak pernah mencintaimu kau tahu kan.. dan sekarang kalaupun kau dan anakmu mati itu tidak akan berarti apapun baginya"


"aku harap kau dan anakmu akan pergi dengan kedamaian*"


Mendengar semua itu Yuna sangat sakit, Tapi semua perasaan sakitnya sudah tidak bisa di gambarkan lagi, kematiannya pun sudah ada dihadapanya. Kalaupun kali ini dirinya diselamatkan tetap Yuna akan memilih lebih baik mati daripada hidup tanpa putranya.


Setelah itu Yuna tidak tahu lagi apa yang dikatakan Annette pada para pria pembunuh itu, seketika setelah mengakhiri telpon itu para pria itu kemudian menendang tubuh Yuna yang sudah berada di tepian jurang itu.


"Maafkan Ibu Min, di kehidupan selanjutnya mari kita bertemu kembali sebagai Ibu dan Anak lagi, kelak Ibu akan menjagamu dengan lebih baik.. maafkan ibu nak.. Ken aku harap di kehidupan selanjutnya kita tidak akan bertemu lagi.. aku membencimu Ken dan aku tidak ingin mencintaimu lagi..."


Seketika semua menjadi gelap, Yuna merasa tubuhnya seperti ringan, seperti sedang terombang ambing di lautan yang sangat luas.


😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢


•

__ADS_1


•


•


•


•


•


•


•


•


•


•


Hai semua terima kasih sudah membaca karya aku ini yaa.. Setelah membaca jangan lupa meninggalkan jejak like dan komen juga yaa..

__ADS_1


Terima kasih 😘😘😘😘


__ADS_2