Waktu Bersamamu

Waktu Bersamamu
Kembali dari Kematian


__ADS_3

Yuna kala itu seperti berada disebuah lorong gelap tak berujung, dirinya terus melangkah mencari ujung lorong tersebut, lama-kelamaan terlihat sebuah titik cahaya yang sangat terang diujung sana.


Yuna pun melangkahkan kakinya ke arah cahaya itu, semakin dekat semakin sulit Yuna melihat ke arah cahaya itu, setelah sampai pada cahaya itu tubuhnya seperti terserap ke lubang bercahaya itu dan kini dirinya terbangun, membuka matanya dan bisa melihat kemana lubang bercahaya itu membawanya.


************


Rumah Sakit Besar Kota M


"Sepertinya dia sudah sadar.."


"Apakah baik-baik saja .."


"Dia pingsan sangat lama.."


Yuna mencoba membuka matanya, terdengar seperti ada orang disebelahnya yang sedang berbicara. Yuna masih berusaha membuka matanya rasanya agak sedikit berat namun perlahan-lahan manik itu terbuka dengan sempurna.


"Dimana aku...?" Yuna berusaha memperhatikan sekelilingnya.


"Apakah aku sudah benar-benar mati..?" kesadarannya pun kembali sedikit demi sedikit.


Tempat itu seperti sebuah kamar, tembok yang serba putih dengan bau yang sangat mencolok dihidungnya, bau obat-obatan. Tanpa menunggu lama, melihat Yuna sadar ada seorang perawat wanita yang menyapanya.


"Nona.. apakah bisa mendengar saya.. ?" Tanya perawat itu.


"Aku dimana...?" Tanya Yuna dengan penuh kebingungan.


" Anda berada di rumah sakit ..nona.."


Yuna seketika bingung, bagaimana dirinya bisa berada di rumah sakit, dirinya masih mengingat ketika tubuhnya masuk ke dalam jurang. Yuna berpikir siapa yang menyelematkan nya.


"Bagaimana aku bisa ada disini..?"


"Bukankah Aku sudah mati..?" Tanyanya lagi.


Namun perawat itu kebingungan, karena Yuna dibawa oleh para Asisten rumahnya ketika pingsan di rumahnya, dan dia sudah pingsan dan tak sadarkan diri lebih dari lima jam.


"Maaf nona.. nona tidak mati nona hanya pingsan.." Jawab perawat itu.


"Pingsan..? Bagaimana bisa..? tapi tubuhku, bukannya tubuhku sudah hancur saat jatuh ke jurang ...?" batinnya


Yuna benar-benar kebingungan ini semua seperti mimpi tapi ini adalah kenyataan, seketika dia terduduk di tempat tidur namun kepalanya terasa sangat sakit. Lalu dia memperhatikan tubuhnya, namun tidak ada bekas tanda-tanda kekerasan yang dia dapatkan pada saat penculikan dan pembunuhan terhadap dia dan anaknya.


Tunggu.. seketika dia mengingat keadaan Min, mungkin saja kalau dia saat ini juga selamat.


"Ohh Min.. suster dimana anak ku..? Tanya Yuna pada perawat yang masih sedikit bingung melihat dirinya.


"Apakah mereka membawa anakku juga.. dimana dia..?" Yuna berusaha mengetahui keadaan anaknya

__ADS_1


"Anak..? Tidak nona mereka hanya membawa anda saja nona, tidak ada anak..!" Jawab suster itu dan dia mulai merasa aneh dengan tindakan Yuna.


"Mereka, para penjahat itu ingin membunuhku dan anakku Min, kalau aku ada disini berarti anakku juga harusnya ada disini..!"


Yuna kemudian bangkit dari tempat tidur dan berusaha mencari anaknya, ketika menapakkan kakinya di dinginnya lantai rumah sakit, dia melihat kakinya yang begitu pucat tapi tidak ada luka dan darah, seperti ketika dia berlari menembus terjalnya hutan pada saat itu.


Dia berlari keluar ruang perawatannya berusaha mencari apa yang ingin dia temukan. Yuna menggila dia memanggil-manggil nama Min putranya, namun tidak dari satu orangpun disana yang tahu akan anak lelaki berusia dua tahun itu.


"Min.. kamu dimana nak.. ini ibu.." Yuna terus memanggil anakknya.


orang-orang melihatnya, berbagai macam tatapan menghujaninya, ada yang melihatnya aneh ada juga yang kasihan padanya. seketika dirinya menjadi tontonan di rumah sakit itu.


"Tapi nona.. anda tidak datang bersama anak kecil.. anda tidak punya anak..." suster itu berkata lagi.


"Tidak.. aku selalu bersama anakku. aku menggendongnya selama berlari, dia.. dia sedang sakit.. tolong antarkan aku melihatnya.." Yuna semakin terisak mengingat keadaan Min.


Suster itu semakin bingung, akhirnya dia memanggil dokter. tidak lama seorang dokter wanita datang dan menghampiri Yuna, mencoba menenangkan dan membujuknya.


"Tenanglah.. biarkan kami merawatmu dulu, setelah itu mari kita bicarakan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada diri anda nona.." Dokter itu mencoba menenangkan Yuna.


Tak mendapatkan jawaban atas anaknya Yuna mulai marah dan putus asa dia sudah mulai menggila, berteriak semakin kencang dan meraung-raung memanggil nama Min anaknya. Dokter wanita itu pun akhirnya menyuntikan penenang padanya, tak berapa lama tubuhnya terasa lemas dan Yuna kembali jatuh tertidur.


Setelah setengah jam lamanya dirinya dibuat pingsan kembali, kini Yuna nampak lebih tenang. Dokter wanita itu pun terlihat ada disampingnya bukannya hanya dokter dan perawat saja didalam ruangan itu juga terlihat Bibi Lucy dan Paman Mun, dua orang yang menjadi walinya setelah kedua orangtuanya meninggal.


"Nona..syukurlah anda sudah sadar.." kata dokter wanita itu.


"Kepalaku.. awww kepalaku sangat sakit.." Yuna mengatakan sambil memegangi kepalanya yang terasa berat.


"Sebaiknya anda istirahat dulu, Jagan banyak bergerak, agar kondisi nona cepat pulih kembali.." kata dokter wanita itu.


"Yuna.. sayang apa uang sebenarnya terjadi..?" Bibi Lucy menghampiri dan memeluk Yuna dengan kasih sayangnya.


"Bibi.. Paman.. kenapa Bibi dan Paman bisa ada disini..? Yuna nampak sangat bingung.


Dulu sebelum kematiannya di kehidupan sebelumnya Paman dan Bibi Yuna di kirim ke penjara oleh Ken dan Annette. Mereka tidak tidak diijinkan untuk bertemu lagi karena Paman dan Bibinya di fitnah telah mengelapkan uang dan aset-aset tanah peninggalan keluarga Yuna. Padahal mereka sama sekali tidak melakukan itu semua.


"Ohh sayangku.. bibi dan pamanmu selalu ada disini, kami tidak pernah pergi kemanapun.." Jawab sang paman dengan sedikit bingung.


"Tapi bukankah Ken.. dia membuat paman dan bibi.." Ucapan Yuna terhenti, dia menyadari sesuatu. Ya situasi ini pernah di alaminya kurang lebih tiga Tahun yang lalu. Dimana dirinya pingsan di rumah dan dibawa kerumah sakit oleh para pelayan di rumah Ken, lalu saat dirinya sadar dia melihat wajah penuh kecemasan paman dan bibinya. ya situasi saat ini sama seperti saat itu.


"Bibi.. paman tanggal dan tahun berapa ini..?" Yuna bertanya dengan sangat penasaran.


"Memangnya kenapa nak..?" Paman Mun menjadi sangat bingung dengan tingkah Yuna saat ini.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan dirimu, jangan membuat bibi takut Yuna..!?"


"Aku ingin ke kamar mandi bi.. tolong bawa aku kesana.. " Yuna bangkit dan turun dari tempat tidurnya.

__ADS_1


"Baiklah.. biar bibi antar.. "


Setelah sampai di dalam kamar mandi Yuna segera membasuh mukanya, dirinya dapat merasakan dinginnya air yang mengenai wajahnya "jadi ini bukan mimpi..? tapi bagaimana bisa..?" lirihnya


Yuna sadar mendapati dirinya berada di tiga tahun sebelum pembunuhan terhadapnya terjadi, sambil menatap pantulan wajahnya di cermin dia berusaha mengingat potongan demi potongan kejadian yang dialaminya saat ini.


Dirinya berakhir di rumah sakit karena pertengkarannya dan Ken, saat itu Ken tetap ingin menceraikannya namun dia dengan keras menolak perceraian itu. Lalu saat dia sadar di rumah sakit dokter dan bibinya mengatakan bahwa dirinya sedang hamil.. yaa saat itu dirinya sedang hamil, Min kecil masih ada didalam perutnya.


Seketika matanya menjadi panas dan berkaca-kaca. mengingat semua ini rasanya seperti tidak mungkin, tapi saat ini semuanya nyata baginya.


"Yuna... apakah kau baik-baik saja didalam..?" terdengar bibi Lucy memanggilnya karena khawatir sudah agak lama Yuna berada di dalam sendirian.


"Jawablah nak.. jangan buat bibi khawatir..!"


Pintu kamar mandi pun terbuka, Yuna melihat bibi Lucy langsung meluknya dan terisak. Lucy kemudian membalas pelukannya dan berusaha menenangkan Yuna.


"Sudahlah tidak apa-apa Yuna, kalian bertengkar itu sangat wajar dalam rumah tangga, sekarang yang paling penting kau harus bisa menjaga kondisimu.. sudah ada bayi kecil didalam rahimmu sayang.."


Deg..


Ternyata Tuhan bukan saja memberikan kesempatan kedua pada dirinya tapi juga untuk Min yang kini masih berada di rahimnya.


Tidak salah lagi semua kejadian yang diingatnya kembali terulang, potongan ingatan itu sekarang sudah menjadi nyata. dirinya kini benar-benar kembali ke tiga tahun yang lalu, saat ini dirinya kembali dari kematian.













Hai semua terima kasih sudah membaca karya aku ini yaa.. Setelah membaca jangan lupa meninggalkan jejak like dan komen juga yaa..

__ADS_1


Terima kasih 😘😘😘😘


__ADS_2