
Selamat Membaca 😉
"Perceraian ini akan menyelamatkan banyak orang termasuk kau dan aku.." batin Yuna
Ken terkesiap dengan apa yang barusan dikatakan oleh Yuna " Katakan padaku apa alasanmu sesungguhnya ingin bercerai dari ku dan merubah keputusanmu hanya dalam waktu dua hari saja..?" tanya Ken penasaran
"Aku sudah tidak mencintaimu lagi !.." Yuna mengatakan hal itu sambil menatap tajam kedalam manik coklat Ken, menyampaikan keyakinannya akan perasaannya saat ini pada Ken lewat tatapan matanya. tak ada sedikitpun keraguan di dalamnya, Yuna sudah yakin akan perasaannya dia harus membuang rasa cintanya agar mimpi buruk itu tidak terulang lagi.
"tidak mungkin" batin Ken "tidak mungkin secepat itu dia berubah, aku yakin ada hal yang dia sembunyikan, apa Annette memintanya untuk segera berpisah denganku?"
"Maka dari itu lebih baik kita selesaikan secepatnya, kau tidak pernah mencintaiku dan sekarang aku pun sudah tidak mencintaimu, lalu untuk apa memaksakan kebersamaan ini, dan kakek pun tahu semua ini dari awal pernikahan kita ini hanya keterpaksaan, dan pasti dia akan mengerti.." Mungkin terdengar Yuna sangat egois tapi yang dia rasakan adalah semakin lama bersama Ken akan banyak membawa hal buruk bagi semua orang disekitarnya termasuk kakek Fred.
"Aku mohon Ken, kita bicarakan saja ini pelan-pelan dengan Kakek dia bukanlah orang yang akan memaksakan keadaan, kakek pasti mengerti."
Ken merasa sangat tidak suka dengan apa yang Yuna katakan, kenapa dia memaksa untuk memberi tahukan semua pada Kakeknya dan kenapa dirinya marah bukankah dia harusnya bersyukur bahwa Yuna sudah mau melepaskannya namun ada perasaan seolah tidak rela semua ini harus berakhir.
"......." hening Ken seolah tidak mampu membalas semua ucapan Yuna, semua yang dikatakan Yuna adalah benar.
"Ken.. bagaimana, apakah kau setuju kita mengatakan ini pada kakek Fred, aku akan siap kapanpun berbicara pada kakek "
Ken masih terdiam memikirkan cara agar Yuna tidak mengatakan keinginannya pada kakek Fred, dia ingin menahan Yuna sampai dia benar-benar tahu alasan sesungguhnya Yuna tiba-tiba setuju untuk bercerai.
"Baiklah kita akan memberitahu kakek masalah perceraian ini, tapi beri waktu paling lama tiga bulan, aku harus memastikan bahwa keadaan kakek sangat baik untuk memberitahukan perceraian kita.."
Yuna merasa keberatan dengan apa yang Ken katakan, tiga bulan bukanlah waktu yang sebentar sementara itu perutnya tidak bisa menunggu untuk waktu selama tiga bulan, sudah jelas pasti kehamilannya akan diketahui oleh Ken. "Tidak, aku tidak bisa menunggu selama itu.." bagaimana mungkin aku bisa menyembunyikan semuanya lirihnya.
"tidak, tiga bulan sangatlah lama, aku hanya akan memberimu waktu dua bulan maksimal, kalau kau belum juga mengatakannya pada kakek, maka biarlah aku yang menghadapi kakek.."
Hati Ken semakin bergejolak menahan kemarahan yang dia sendiri tidak mengerti mengapa dan kenapanya. Mau tidak mau Ken akhirnya menyetujui keinginan Yuna yang terpenting untuk saat ini perceraian itu bisa di tunda demi kesehatan sang kakek pikirnya.
__ADS_1
Namun setelah itu Ken tidak menanggapi perkataan Yuna sampai dia sadar akan sesuatu, dilihatnya barisan koper dan juga berbagai kotak yang berisi barang-barang wanita yang dia yakini adalah milik Yuna. Ken mengerutkan alisnya menatap deretan barang-barang itu dengan penasaran.
"Ada apa dengan semua koper dan kotak barang-barang ini..?" tanya Ken.
"Ahh aku lupa mengatakannya, Aku akan kembali ke rumahku, aku sudah setuju untuk bercerai darimu jadi aku tidak ingin tinggal disini lagi.." Yuna mengatakan itu seolah tidak ada beban maupun kesedihan didalamnya, lagi-lagi perkataannya itu membuat Ken semakin merasakan gemuruh dalam dirinya, ada kemarahan tapi entahlah dia terlalu bodoh untuk bisa mendeskripsikan arti kemarahannya.
"Pindah..? jangan harap selama kita belum mendaftarkan perceraian ini kau tidak boleh meninggalkan rumah ini.."
"Kenapa, Lagi pula...." perkataan Yuna terhenti karena Ken memotong ucapannya.
"Kalau kau ingin aku segera menceraikanmu maka kau harus mengikuti apa yang aku katakan, aku bilang kau tidak boleh pergi dari rumah ini sampai kita bercerai..!" Ken mengatakan itu penuh penekanan melihat Yuna yang sudah jauh mempersiapkan perpisahan dengannya benar-benar membuatnya gusar, dan setelah mengatakan itu Ken lalu pergi keluar rumah dan tidak kembali sepanjang malam.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Yuna berbaring sendirian diatas ranjang, pandangannya memperhatikan langit-langit kamar dan berusaha memejamkan mata, entah kenapa setelah mengatakan perceraian dengan Ken tiba-tiba saja hatinya dilanda ketakutan lagi.
"Aku sudah setuju bercerai seharusnya setelah ini tidak akan ada lagi hal buruk yang akan menimpaku dan semua orang di dekatku lagi, Aku harap Ken secepatnya bisa mengatakan pada kakek." tidak lama setelah itu Yuna terpejam namun tidurnya terusik akan mimpi buruk, dalam mimpinya Yuna kembali ke kehidupan yang dulu, melihat dirinya berlari dari kejaran orang-orang jahat, diseret ke tepian jurang dan tubuhnya di lempar kedasar jurang yang tidak bertepi itu.
Setelah terbangun Yuna memutuskan untuk beranjak dan membersihkan diri, hari memang masih sangat pagi tapi dia mutuskan untuk bangun dan membatu para asisten rumah tangga untuk menyiapkan sarapan pagi untuk semua penghuni rumah itu.
Yuna juga berencana akan mengunjungi kakek Fred yang berada di villa keluarga Wilmer. Semenjak kakek sakit beliau meminta tinggal di villa karena suasana sangat tenang serta udaranya sangat baik untuk kesehatannya, Kakek Fred tinggal bersama Orang tua Ken yaitu Marline dan Leon serta orang kepercayaannya ada juga dokter dan perawat yang selalu memantau keadaannya selama dua puluh empat jam sehari.
Yuna kini sudah berada di dapur bersama para asisten rumah tangga mempersiapkan sarapan, walaupun dirumah itu hanya dirinya seorang dan para pelayan entah kenapa dirinya ingin sekali membuat banyak makanan, mungkin pengaruh kehamilannya yang membuat Yuna tiba-tiba ingin memakan berbagai macam makanan.
Setelah semua makanan telah tersaji kini Yuna duduk di meja makan dan mulai mencicipi satu persatu menu makanan yang dibuatnya, tanpa disadari Ken yang sudah kembali dari luar rumah tidak sengaja melihat Yuna yang sedang makan dengan ekspresi mengemaskan ketika mencicipi makanannya setiap kali dirasanya makanan itu sangat enak maka sebuah ekspresi imut akan tergambar diwajahnya.
Ken yang diam-diam mengamati tingkah laku Yuna seketika merasaka hal aneh dalam hatinya, ada perasaan senang setiap melihat senyuman manis Yuna tetapi lelaki itu segera menepis semuanya. Yuna yang melihat Ken sudah kembali tiba-tiba saja senyumannya menjadi hilang dan berganti wajah datar dan tidak suka.
Ken kemudian menghampiri meja makan dan duduk berseberangan bedengan Yuna, matanya mengamati meja yang penuh dengan macam-macam hidangan dan merasa heran kenapa gadis itu memakan semua ini.
__ADS_1
"apa kau tidak pernah makan selama bertahun-tahun, kenapa makanmu banyak sekali..?" Ken melemparkan pertanyaan sambil sesekali melirik Yuna yang masih enggan menghiraukannya.
"Bukan urusanmu.." timpalnya dengan nada ketus
" Aku baru tahu ternyata selera makanmu sama seperti Sapi.. kau mau menghabiskan semua ini, sungguh luar biasa..." Namun Yuna tidak sedikitpun menyauti perkataannya. tidak lama seorang pelayang datang menghampiri dan membawakan kotak makanan yang sudah disiapkan Yuna untuk kakek Fred.
" Nona..semua sudah siap, saya sudah menyusun semuanya ada bisa langsung membawanya" kata pelayan itu sambil meletakan kotak-kotak makanan itu dia atas meja makan.
"Baiklah terimakasih Elly karena sudah membantu ku.." kata Yuna dengan ramah.
"Sudah menjadi tugas saya nona, anda tidak perlu sungkan.." Jawab Elly dengan sopan.
Ken melihat sepertinya Yuna akan membawa kotak itu kemudian menjadi penasaran." Mau kau bawa kemana semua kotak makanan itu..?" tanyanya
Yuna dengan malas menjawab "Aku akan mengunjungi Kakek.." Jawabnya singkat sambil berdiri dan hendak meninggalkan ruang makan.
Ken kemudian mengerutkan keningnya entah apa sebenarnya maksud dari Yuna mengunjungi kakek Fred, dia takut gadis itu akan mengatakan langsung kalau mereka akan bercerai, seketika Ken berdiri menghampiri Yuna dan mencekal tangannya." Mau apa kau bertemu kakek?" tanya Ken.
"sudah ku bilang aku akan mengunjunginya, memangnya kenapa apa aku tidak boleh bertemu kakek..?" Yuna bersungut-sungut
"Kalau begitu aku yang akan mengantarmu, dan ingat selama dihadapan kakek jangan menyingung masalah perceraian !"
"Aku bisa pergi sendiri, lagi pula aku ke sana bukan untuk mengatakan soal perceraian pada kakek, kau jangan khawatir aku masih memegang perkataanmu bahwa kau sendiri yg akan mengatakan pada kakek sebelum waktu yang sudah kita tentukan." Yuna menepis tangan Ken dan membereskan semua yang akan dia bawa dan berusaha mengacuhkan Ken.
Entahlah Ken selalu mulai merasa kesal setiap kata perceraian keluar dari bibir Yuna, dan tiba-tiba saya ada perasaan aneh setiap menatap gadis itu.
TBC
Jangan Lupa Like dan Komennya yaa..
__ADS_1
Terimakasih 🙏