Waktu Bersamamu

Waktu Bersamamu
Tidak Mencintaimu Lagi


__ADS_3

Happy Reading 💞


"Dulu kau pernah memberikan surat ini, dan berkata jika aku sudah siap menandatangani ini maka kau memintaku untuk menyerahkan padamu. aku sudah menandatangani ini dan sudah memutuskan memang lebih baik kalau kita bercerai saja.." Yuna Sabil menyerahkan map itu dan meletakkannya di meja.


Ken mengakat wajahnya menatap heran pada Yuna, wajah yang tampan itu menyiratkan ekspresi kebingungan seolah perkataan Yuna belum tercerna dengan baik oleh otaknya.


"Cerai..?"


"Iya.. aku setuju dengan perceraian yang selalu kau inginkan..Aku sudah menandatangani suratnya !.."


Ken akhirnya sadar akan ucapan Yuna, wanita itu akhirnya menyetujui perceraian yang selalu dia ajukan, tapi entah kenapa dalam hatinya ada perasaan yang entah bagaimana Ken bisa menjabarkannya, memang betul dulu dia bersikukuh ingin terlepas dari Yuna tapi saat Yuna bersedia ada sedikit keraguan dalam hatinya.


"Apa kau sedang mempermainkan ku..?" Ken kemudian bangkit dari duduknya dan mendekat kearah Yuna "bukankah baru kemarin kau bersikukuh tidak ingin bercerai, rencana apa yang sebenarnya sedang kau mainkan Yuna..?" Ken terus menatap tajam kearah Yuna sambil mengakat dagu gadis itu, mencengkeramnya dengan kuat seolah menuntut jawaban yang sesuai dengan apa yang dia pikirkan.


Yuna menatap manik Ken dengan tajam, tidak ada sorot mata sendu yang biasa dia perlihatkan. kali ini sorot matanya begitu dingin sambil menghempaskan tangan Ken yang masih memegangi dagunya "Aku tidak merencanakan apapun, aku sadar memang kita tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan ini, pernikahan ini hanya menyakiti kita satu sama lain, jadi tidak akan ada harapan didalamnya dan bercerai adalah keputusan yang terbaik!.."


Ken merasa seolah gadis didepannya ini bukanlah seperti Yuna yang dia kenal, baru dua hari yang lalu dia tidak ingin bercerai sampai pingsan karena menahan emosinya tapi kali ini dengan mudah Yuna menyetujuinya. Kalau dulu Yuna akan menangis dan memohon ketika kata perceraian keluar dari bibir Ken dan selalu akan bersikeras tidak ingin Ken meninggalkannya namun saat ini Yuna lah yang menawarkan perceraian itu membuat Ken seolah dipermainkan.


"Kau yakin dengan keputusanmu..?" Ken bertanya seolah menegaskan kembali keinginan Yuna, pasalnya Ken masih belum percaya gadis yang selalu menempel padanya itu benar-benar ingin berpisah darinya.


"Ken aku sangat yakin, dan bukankah hal ini yang sangat kau inginkan..?"


Betul semua ini adalah keinginannya tapi sekarang kenapa ada sedikit keraguan dalam dirinya ditambah lagi Ken baru mengetahui dirinya belum dapat bercerai dengan Yuna karena sang kakek telah memberikan semua saham yang dimilikinya kepada Yuna, dengan begitu bila Ken bercerai dengannya maka Ken tidak akan mendapatkan apapun.


Ken kemudian mendekatkan tubuhnya lagi kearah Yuna, mendorongnya hingga dia terhimpit ke tembok sambil mencengkram kedua lengan Yuna "Kau ingin bercerai setelah kau tahu aku tidak bisa menceraikanmu saat ini, aku tahu kau adalah gadis yang licik sama seperti kakek mu..!"

__ADS_1


Yuna merasa kebingungan dengan apa yang Ken katakan, seharusnya lelaki itu akan langsung senang bukan kalau dirinya menyetujui perceraian ini lalu kenapa saat ini sikap Ken malah bertolak belakang.


"Apa maksudmu..?" Yuna menatap bingung, apa maksud dari perkataan Ken barusan.


"Aku tahu aku kau itu licik Yuna, kau merayu kakek ku untuk memberikan sahamnya kepadamu..!"


"kau memang wanita rubah hanya ingin mengikatku ku dengan cara menguasai semuanya yang aku miliki..?!" Ken semakin mencengkram kuat dirinya, Terlihat sorot kemarahan dari mata Ken.


"Apa yang kau bilang..?" Yuna benar-benar tidak mengerti apa yang Ken katakan "Aku tidak pernah meminta kakek melakukan itu.."


"Kau pikir aku percaya..?" kau selau mempunyai cara untuk membuat kakek berada dipihakmu."


"baiklah aku akan bicara pada kakek agar membatalkan semua itu, aku tidak ingin semua saham itu, aku hanya ingin bercerai dari mu..!" Yuna mengatakan semua itu dengan yakin, dirinya sudah tidak ingin terlibat apapun dengan Ken, dan masalah saham itu pun memang di kehidupannya yang lalu pernah terjadi kakek memberikan semua saham atas namanya pada Yuna yang membuat Ken marah dan Annette berusaha mencelakai kakek Ken.


"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kau katakan, tapi aku tidak pernah meminta semua itu pada kakek, baiklah saat ini juga aku akan menemuinya, akan kukatakan aku tidak menginginkan semuanya saham keluargamu maupun melanjutkan pernikahan ini dengan mu..!"


Ken menatap manik hazel Yuna yang berkilauan itu, entah kenapa perasaannya menjadi tidak karuan. ada perasaan yang hilang ketika menatap manik Yuna, dulu sorot mata itu mengisyaratkan sebuah perasaan cinta yang amat besar tapi saat ini seolah semua yang dipancarkannya hanya ada kebencian yang sangat banyak.


"Tidak.. kau tidak boleh mengatakan apapun pada kakek..!" jawab Ken dengan penuh penekanan. "Kenapa.. kenapa aku tidak boleh mengatakan semua pada kakek, bukankah bagus dengan begitu hubungan kita ini bisa cepat diakhiri.."


"Aku juga ingin melanjutkan hidupku, bukankah kau juga ingin berbahagia dengan Annette..?" mendengar Nama Annette disebut membuat Ken semakin tidak suka "biarlah kita menentukan kebahagiaan kita masing-masing, toh pernikahan kita ini hanya keterpaksaan dan aku kira bila kita menjelaskannya pada kakek beliau pasti akan mengerti.."


"Apa kau ingin membunuh kakek ku ?!" nada Ken setengah berteriak.


"Kau tahu kondisinya saat ini, kakek tidak boleh sampai tertekan, dan kalau kau menyampaikan perceraian ini maka kakek bisa jatuh sakit lagi.."

__ADS_1


Yuna merasa bingung bukankah kemarin lekaki di depannya ini yang sangat ingin bercerai lalu sekarang apa lagi ini. " Dari dulu kau yang ingin bercerai bukan, lalu kenapa kau menahanku untuk mengatakan semua pada kakek."


"Tidak untuk saat ini !" kau tidak boleh menyinggung perceraian atau apapun yang berkaitan dengan semua itu pada kakek, aku yang akan mengatakannya nanti jika kondisinya sudah lebih membaik."


Yuna semakin terheran-heran dengan sikap Ken yang tiba-tiba ragu untuk bercerai. " tidak aku tidak bisa menunggu terlalu lama, lebih baik secepatnya kita selesaikan..!" Yuna tidak ingin berlama-lama terikat dengan Ken apalagi semakin hari perutnya akan semakin membesar Ken pasti akan tahu akan kehamilannya.


"Kenapa ? apa kau sudah menemukan lelaki lain untuk kau jadikan suami mu ?"


Yuna merasa perkataan Ken sangat keterlaluan, Ken menyamakan Yuna sama seperti dirinya padahal alasan sesungguhnya adalah karena dia tidak ingin mengulangi nasib buruk sama seperti dikehidupan yang lalu jika dia tidak segera terlepas dari Ken.


"Aku tidak perduli pendapatmu tentang diriku, yang jelas saat ini aku sudah muak dengan pernikahan ini, aku tidak ingin ada hubungannya lagi dengan dirimu.."


Perceraian ini akan menyelamatkan banyak orang termasuk kau dan aku.. batin Yuna


Ken terkesiap dengan apa yang barusan dikatakan oleh Yuna " Katakan padaku apa alasanmu sesungguhnya ingin bercerai dari ku dan berubah keputusanmu hanya dalam waktu dua hari saja..?" tanya Ken penasaran


"Aku sudah tidak mencintaimu lagi !.."


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔


Haii semua..


Maafkan aku baru update lagi nih, dan terima kasih buat yang udah baca karya aku ini. aku mau minta dukungannya dong dengan like dan komen setelah kalian membacanya yaa😊


Sekali lagi Thankyou 😘

__ADS_1


__ADS_2