Waktu Bersamamu

Waktu Bersamamu
Malam Bersama


__ADS_3

Selamat Membaca 😉


Yuna keluar dari mobil begitu saja tanpa menghiraukan Ken, sementara itu Ken tiba-tiba saja merasa kesal karena perubahan sikap Yuna yang menjadi dingin padanya, ada gejolak aneh dalam dirinya menerima perlakuan Yuna yang kini acuh padanya.


"Sial.. ada apa dengan diriku ?" batin Ken


Yuna melangkahkan kakinya memasuki bangunan asri nan megah itu, villa keluarga Wilmer di kelilingi pepohonan Pinus yang asri membuat udara di sekitar villa sangat sejuk. Yuan selalu merasa betah jika datang ke vila ini.


Perasaan Yuna sangat senang bisa datang ke villa mengunjungi kakek Fred rencananya Yuna juga akan menginap beberapa hari untuk menghindari Ken.


"Kakek.." Yuna menghampiri kakek Fred yang kala itu sedang duduk di kursi rodanya sambil menatap sebuah kolam yang di penuhi ikan koi di dalamnya.


"Yuna.." kakek Fred sangat terkejut dan senang melihat kedatangan Yuna kala itu.


"kakek.. bagaimana keadaan kakek? apa kakek sudah merasa lebih baik disini ?" Tanya Yuna sambil memeluk kakek Fred "Aku sangat merindukan kakek" yuna memeluk kakek Fred dengan sangat erat.


"Kakek baik-baik saja, jangan khawatir kakek sekarang sudah jauh lebih sehat."


"Benarkah..?"


"Tentu saja nak.. semua ini berkat orang-orang disini yang selalu dengan baik mengurus kakek.."


"Syukurlah kek, Aku sangat khawatir kakek keadaan kakek disini.."


"Tenang saja tidak perlu khawatir, oh ya apa kau datang dengan Ken ?" tanya kakek.


"Iya kek, aku datang bersamanya. dan aku juga membawakan kakek banyak makanan bagaimana kalau kita makan bersama, kakek pasti belum makan kan?"


"Baiklah, Ayo kita makan bersama.." Tidak lama kemudian Ken datang menghampiri kakek Fred dan Yuna dengan raut wajah datar dan juga sangat tidak bersahabat.


Kakek Fred yang melihat ekspresi wajah cucunya itu dapat mengetahui kalau Ken sedang dalam mood tidak baik, lalu berbisik pada Yuna.


"Apa kalian sedang ada masalah..?"


"Hmm..tidak " jawab Yuna sedikit ragu.


"Kalau begitu ada apa dengan wajahnya..?" kakek Ken berkata sambil melirik ke arah ke. yang saat itu sedang memandang mereka dengan wajah masam.


"Bukankah wajahnya selalu seperti itu kek..?" Yuna terkekeh


"Kau benar, wajahnya memang selalu masam.." Kakek dan Yuna kemudian tertawa bersama.


Ken yang melihat Yuna dan Kakeknya tertawa begitu senang membuat hatinya merasakan hal yang aneh, ternyata dia baru menyadari bahwa Yuna memiliki senyuman yang sangat manis. Memandang gadis dihadapannya kini membuat perasaan Ken sedikit gelisah entah kenapa seolah tidak mau mengakhiri menatap senyuman manis Yuna.


Yuna kini tersadar ketika Ken menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi, seketika senyum di wajah cantiknya pun menghilang.


"Ayo kek kita kedalam..!" Ajak Yuna pada kakek Fred.


"Ada apa dengannya kenapa dari tadi dia memandangiku seperti itu, sudahlah aku tidak mau menghiraukan dia.." Yuna berlalu dari hadapan Ken yang masih memandangnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


*****


Saat ini semua sudah berkumpul di meja makan, hanya kurang kedua orang tua Ken saja yang sedang pergi ke luar kota untuk urusan perusahaan. Kakek Fred merasa sangat senang karena kedatangan Yuna, gadis yang selalu membawa keceriaan bila berada di dekatnya. Namun tidak berlaku bagi Ken, sedari dulu Ken selalu menganggapnya sebagai penganggu jadi bila berada di dekat Yuna maka mood Ken akan langsung menjadi buruk.


"Bagaimana kabar bibi dan paman mu Yuna..?" tanya kakek Fred di sela cara makan bersama mereka.


"Mereka baik-baik saja kek, merka selalu menanyakan keadaan kakek.."


"kakek juga ingin bertemu mereka, kalau nanti kakek sudah sembuh ayo kita makan malam keluarga besar, bagaimana Ken..?" kakek Fred meminta pendapat Ken.


"Tentu saja kek tapi kakek harus benar-benar sembuh dulu.."


"Baiklah, kalau begitu.."


"Bagaimana jika aku merawat kakek disini sampai kakek sembuh, kakek mau kan..?"


Ken seketika kaget dan kesal dengan perkataan Yuna, "apakah dia ingin memastikan sendiri keadaan kakek agar bisa memberitahukan perceraian ini..?" batin Ken


"Kakek, boleh kan aku tinggal di sini dan merawat kakek, aku bosan kalau hanya berada di rumah saja.."


"kakek tidak keberatan malah sangat senang jika kau mau melakukannya, tapi apa suami mu tidak akan keberatan..?"


Yuna sekilas melirik ke arah Ken dan menangkap sorot mata tajam tertuju padanya yang menandakan Ken tidak menyetujui keinginannya.


"Aku rasa Ken tidak keberatan, iya kan Ken.."Yuna malah sengaja mengatakan hal itu agar Ken merasa tidak enak dan menyetujui keinginannya.


Ken terdiam sesaat sebelum memberikan jawaban "Baiklah jika istriku ingin tinggal disini, aku juga akan ikut tinggal disini menemani Kakek.."


Kakek Fred sangat senang mendengar perkataan Ken, kakek berpikir bahwa hubungan Yuna dan ken semakin membaik dan Ken sudah membuka hatinya untuk Yuna. namun berbanding terbalik dengan Yuna, gadis itu sangat terkejut dengan yang Ken ucapkan, maksudnya tinggal bersama kakek adalah untuk menghindari Ken tetapi lelaki itu malah ikut tinggal villa dan mengacaukan rencananya.


"Apa-apaan dia, kenapa sekarang malah ingin tinggal di sini juga. bagaimana ini kalau seperti ini aku tidak bisa menghindarinya.." batin Yuna.


"Baiklah sudah diputuskan, kau dan Yuna akan tinggal bersama dengan kakek disini, lalu bagaiman dengan pekerjaan mu Ken..?"


"Jarak perusahaan dan villa sangat jauh kau akan kelelahan jika setiap hari harus pulang pergi dari sini..?!"


Mendengar itu Yuna seperti memdapatkan sebuah harapan baru jika Ken akan mengurungkan niatnya ikut tinggal bersamanya dan kakek di villa.


"Iya, lebih baik kau tinggal di rumah saja akan sangat jauh jika kau pulang pergi ke perusahaan dari sini, aku tidak ingin kau sakit karena kelelahan.." Yuna membual


"Tenang saja, selama aku tinggal disini aku tidak akan setiap hari pergi ke perusahaan, mungkin dia atau tiga hari sekali, lagi pula aku adalah CEO nya aku bisa bekerja dari mana saja.." Yuna semakin tidak percaya dengan yang Ken katakan, Ken seolah sedang menantang Yuna.


"Baguslah kalau begitu, setelah makan beristirahat lah di kamar, kakek juga akan beristirahat di kamar."


Mendengar kata kamar Yuna menjadi gelisah, kalau dia tinggal bersama Ken di sini sudah pasti mereka harus tidur dalam satu kamar agar kakek tidak curiga, sementara saat ini dia sudah menjalankan rencananya untuk menjauh dari Ken. Yuna sangat pusing saat ini namun dia memutuskan akan memikirkan cara lain besok.


Yuna kemudian masuk ke kamar di susul Ken yang mengikuti nya dari belakang. Setelah masuk ke kamar Ken bergegas naik dan duduk di atas kasur. Melihat itu Yuna semakin tidak nyaman berada dalam satu kamar dengan Ken.


"Bisa kah kau menggunakan kamar yang lain..?" pinta Yuna.

__ADS_1


"Kenapa memangnya, ini adalah kamarku tentu saja aku akan berada di sini.."


"Kalau begitu bisakah aku tidur di kamar lain, hanya untuk tidur saja aku akan melakukannya sembunyi-sembunyi agar kakek tidak tahu kalau kita tidak sekamar.."


"Tidak boleh, kau dan aku akan tetap tidur di kamar yang sama.."


"Aku tidak mau, kita sudah sepakat kan bercerai berarti sekarang kita harus menjaga privasi masing-masing dan mulai menjaga jarak."


Ken merasa sangat kesal karena Yuna selalu mengatakan kata cerai dan cerai. "Tidak selama kita belum resmi, dan selama masih terikat pernikahan kau dan aku harus terus bersama layaknya suami dan istri pada umumnya terutama saat di hadapan kakek.."


"Kenapa sekarang seperti ini, ingat Ken aku adalah Yuna wanita yang sangat kau benci, wanita yang kau tidak pernah inginkan sebagai istrimu. Kau mati Matian menginginkan perceraian denganku dan sekarang semua itu sudah di depan mata lalu kenapa kau malah seperti ini, ingatlah tujuan awalmu yaitu bercerai dariku..?"


"Jangan paksakan dirimu untuk tetap bersamaku hanya karena alasan kakek, kau dan aku sudah tidak bisa melanjutkan semua ini.." Yuna merasakan dadanya sesak dan mulai terisak.


"Aku lelah Ken, sangat lelah dengan keadaan seperti ini.."


"Kalau kau belum mau memberitahu Kakek perceraian kita, biarkanlah aku menjauh darimu. berada di dekatmu membuat aku sesak dan tidak bisa bernafas.."


"Aku sudah menyerah pada cintaku padamu Ken jadi biarkan aku sendirian, aku mohon.." tangisan Yuna seketika pecah karena mengutarakan apa yang dia rasakan, sementara Ken mendengar perkataan Yuna hatinya pun ikut berdenyut nyeri, "Kenapa hatiku sakit saat dia mengatakan tidak ingin berada di dekatku dan sudah menyerah padaku..?"


Tanpa sadar tangan Ken mengapai kedua pipi Yuna yang kini sedang tertunduk dan menangis, mengangkat wajah Yuna dan menatap wajah Yuna yang kini sudah basah oleh air matanya. ibu jarinya menghapus air matanya gadis itu lalu seketika Ken mendekatkan wajahnya kearah Yuna dan mencium bibir Yuna dengan lembut.


Yuna yang merasakan ciuman Ken kemudian membelalakkan kedua matanya tidak percaya apa yang Ken lakukan padanya. Yuna ingin menolak tapi tubuhnya seolah tidak dapat beraksi malah sebaliknya makin terbuai. Lama kelamaan ciuman Ken berubah menjadi ******* yang menuntut dan tanpa sadar membuat Yuna membuka mulutnya dan membiarkan lidah Ken menyusup kedalamnya.


Ciuman itu makin lama semakin memanas, Yuna merasa semua ini adalah kesalahan tapi entah kenapa tubuhnya tidak dapat menghentikan reaksi akibat ciuman panas yang Ken lakukan padanya. Hingga akhirnya dia tersadar dan berusaha melawan gejolak yang ada dalam dirinya.


"Lepaskan.." Yuna menghentikan ciuman mereka dan mendorong tubuh Ken.


"Kenapa Yuna.. Yuna yang aku tahu sangat lah mencintai diriku, lalu kenapa dalam sekejap kau melupakan aku, semudah itu kah bagimu..?" tanya Ken.


"Ini salah Ken, kita tidak bisa seperti ini kita saling mencintai jadi ini semua tidak benar.." Yuna berbalik dan memalingkan wajahnya.


Namun seketika Ken memeluknya dari belakang dan membuat Yuna merasakan hangat tubuh Ken yang memeluknya lalu Ken berbisik di telinganya.


"Aku ingin mencobanya lagi, apa kau mau memberikan aku kesempatan..?" kata Ken sambil terus mengeratkan pelukannya.


Yuna berbalik dan menatap mata Ken dalam-dalam mencoba mencari apabila ada kebohongan didalamnya namun sepertinya yang Ken katakan adalah sebuah kebenaran, dan inilah yang Yuna takutkan bahwa sesungguhnya di kehidupan nya kali ini dia pun tidak akan bisa terlepas dari Ken, yang membuat mimpi buruk dalam hidupnya yang lalu terulang kembali.


"Ak-aku tidak bisa.."


*****


TBC


Maafkan klo banyak typo karena aku nulis ini sambil nundutan parah..😪


setelah baca jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa..


Tengkyu😘

__ADS_1


__ADS_2