
Selamat membaca ๐
Karena malas berdebat dengan Ken akhirnya Yuna mengalah dan membiarkan Ken yang mengantarkan dirinya ke villa menjenguk kakek Fred. Selama perjalanan Yuna hanya menatap ke arah luar jendela, sementara itu Ken yang fokus menyetir mobilnya sesekali melirik ke arah Yuna yang sedang melihat keluar jendela, sedari tadi tidak ada percakapan diantara mereka.
Saat mobil mereka tumpangi berhenti di lampu merah, terlihat mobil disebelahnya sedang ditumpangi oleh sepasang suami istri dan anak balita yang berusia kurang lebih berumur dua tahun umur yang sama dengan Min putranya kala itu, anak itu begitu mengemaskan duduk di baby carseat sambil tangan kecilnya menepuk-nepuk jendela mobil. Yuna memperhatikan tingkah laku bocah itu kemudian ada senyuman dan juga air mata yang menetes di sudut matanya "Min ibu merindukanmu.." batinnya.
Melihat Yuna yang tiba meneteskan air mata Ken kemudian merasa heran "Kenapa kau menagis ..?" tanyanya
Yuna yang sadar dirinya diperhatikan Ken segera menghapus air matanya dengan punggung tangannya "tidak apa-apa.." jawabnya singkat tanpa menoleh ke arah Ken.
"Kalau kau tidak apa-apa kenapa menangis..?"
Yuna benar-benar malas menanggapi lelaki di sampingnya ini " Sudahlah jangan urusi aku, fokus saja pada jalanan agar cepat sampai entah kenapa berada bersamamu disini membuat waktu terasa lama.." ketusnya
"Apa kau bilang.." Ken sebenarnya masih ingin menimpali perkataan Yuna namun ponselnya berbunyi, dilihatnya siapa yang menelponnya dan menampilkan nama Annette pada layarnya. "Annette.." Ken segera memasang earphone untuk menerima panggilan wanita nya itu.
"Ha-hallo, ada apa Annette..?"
"Sayang.. kau dimana aku ke rumah tapi kau tidak ada..orang rumahmu bilang kau pergi dengan perempuan itu.. Apa kau bercanda Ken, pergi dengan wanita bodoh itu" tanya Annette yang terdengar dengan nada kemarahan.
"Aku sedang pergi ke tempat kakekku..Ada apa kau menelponku..?"
"Bukankah kau sudah berjanji untuk menemaniku berbelanja di hari libur ini.. kenapa kau malah pergi ke tempat kakekmu bersama dia, bukankah selama ini kau sangat benci bila berada didekatnya.?."
"Aku ada urusan, ada yang harus aku selesaikan..!"
"Apa kalian akan mengatakan pada kakek Fred kalau kalian akan bercerai, perempuan itu sudah setuju bukan..?" entah kenapa Ken sangat tidak suka saat Annette menyinggung soal perceraiannya dengan Yuna.
__ADS_1
"Aku harap kau segera menceraikannya dan menikahiku, kau tidak melupakan janjimu kan Ken..?"
"Aku tidak mau mengulur waktu, kau harus cepat bercerai dan menikahiku..!"
Namun tidak ada jawaban dari Ken, walaupun semua yang dikatakan Annette benar bahwa dirinya menjanjikan menikahi wanita itu setelah bercerai dengan Yuna tapi entah kenapa saat ini dirinya merasa tidak nyaman setiap mendengar kata-kata perceraian.
"Aku sedang menyetir nanti aku akan menghubungimu lagi..!"
"Tapi ken-.."
Tanpa menunggu jawaban Annette, Ken segera menutup panggilan telepon dari wanita itu. tiba-tiba saja perasaannya menjadi kesal pada Annette.
Sementara Yuna walaupun terlihat acuh, namun dengan samar-samar dirinya dapat mendengar perkataan Ken dan Annette di telpon tadi. Sungguh sangat menyakitkan mengetahui bahwa Ken sudah mempunyai angan-angan berumah tangga dengan bahagia bersama Annette setelah mereka bercerai.
Menikah ya tentu saja Ken sudah sangat lama mencintai Annette bahkan jauh sebelum perjodohan terjadi, jadi sudah pasti mereka akan menikah setelah pernikahannya dan Ken berakhir. "Ya mereka lebih baik bersama, agar tidak akan ada orang-orang yang terluka karena kekejaman Annette, wanita itu pasti akan menggunakan berbagai cara agar mendapatkan apa yang di inginkannya, cukuplah sudah semua itu terjadi di kehidupan lalu, biarlah di kehidupan ini aku hidup dalam kedamaian, melihat semua orang yang ku sayangi satu persatu menderita karena keegoisan yang dirinya yang dulu tidak ingin bercerai dari Ken. Kali ini aku akan melindungi semuanya.." batin Yuna.
Sementara itu di tempat lain seorang wanita sedang meluapkan amarahnya dengan membanting semua barang yang ada dihadapannya, Setelah Ken memutus panggilan telpon darinya, Annette merasa kesal karena Ken tidak memenuhi janjinya terlebih lagi Ken memilih pergi bersama Yuna. Bahkan mereka bersama pergi menemui kakek Fred.
"Brengsek ." umpat Annette sambil melempar ponselnya ke sembarang arah.
"Gadis sialan itu benar-benar membuatku kesal, kenapa juga dia harus meminta Ken mengantarkan nya.."
"Aaaghhhhh" lagi-lagi Annette berteriak meluapkan kekesalannya. " ini tidak bisa di biarkan, kalau mereka terus bersama pasti Ken akan menunda perceraian mereka, kalau bukan karena tua Bangka sialan itu yang menjodohkan Ken dan si gadis sialan maka sudah dari dulu aku dan Ken bahagia.."
"Aku tidak akan melepaskan Ken begitu saja, aku akan membuat perhitungan dengan orang-orang yang berusaha memisahkanku dari Ken" tidak ada yang tahu sosok asli seorang Annette bahkan Ken sekalipun Annette memiliki jiwa psikopat.
*****
__ADS_1
Sementara itu Ken dan Yuna saat ini telah sampai di villa tempat kakek Fred berada, sebuah bangunan rumah yang megah dan juga sangat asri karena ditumbuhi oleh pepohonan Pinus yang membawa kesejukan.
Ken sudah memarkirkan mobilnya dan Yuna pun bersiap turun namun sesaat akan membuka pintu Ken menarik tangannya hingga membuat tubuh Yuna mendekat pada Ken.
"Ingat apa yang ku katakan, jangan bilang apapun pada kakek tentang perceraian itu, kalau kau berani mengatakannya aku akan membuatmu tidak bisa bercerai darimu selamanya.." Ancam Ken.
Yuna tidak berkata apapun atas apa yang Ken katakan, dirinya sungguh sangat malas jika harus terus meladeni Ken yang hanya akan menguras tenaga dan emosinya saja.
"Apa kau tidak dengar yang aku katakan..?!" Ken kembali mencengkram lengan Yuna dengan kuat hingga membuat Yuna meringis kesakitan.
"Aku tidak akan mengatakan apapun, karena aku masih menunggu kau yang akan memberi tahu kakek, tapi jika dalam waktu kesepakatan kita kau belum juga mengatakannya maka jangan salahkan jika aku yang akan mengatakannya sendiri nanti.." Yuna berkata sambil menahan rasa sakit di lengannya akibat cengkraman Ken namun dia berusaha tidak memperlihatkannya.
"Sekarang lepaskan tanganku aku ingin turun. dan satu lagi karena kita akan bercerai maka aku tidak ingin kau sembarangan menyentuhku lagi mulai sekarang kita harus menjaga jarak..!" kemudian Yuna keluar dari mobil sambil menarik tangannya yang masih di cengkraman oleh Ken.
Ken tiba-tiba saja merasa kesal karena perubahan sikap Yuna yang menjadi dingin padanya, ada gejolak aneh dalam dirinya menerima perlakuan Yuna yang kini acuh padanya.
"Sial.. ada apa dengan diriku ?" batin Ken.
*****
TBC
Haii.. maafkan aku yang baru update lagi๐ณ
Sebenarnya aku lagi galau mau di lanjut lagi apa gak novel ini karena melihat yang baca juga tidak banyak๐ข jadi mempengaruhi mood aku bwt nulis.
maka dari itu tolong tinggalkan jejak kalian yaa setelah membaca yang membuat aku semangat bwt nulis lagi๐
__ADS_1
Terimakasih yaa bwt yang selalu baca cerita Yuna ini..๐๐๐
sekali lagi thank you ๐