
Masih terisak dalam pelukan sang bibi, Yuna kemudian bangun dan menatap wajah bibi yang selama ini dia rindukan, wajah yang selalu teduh dan penuh kasih sayang terhadapnya. Dulu mereka dipisahkan akibat fitnah yang kejam sehingga membuat mereka semua hidup sengsara dan terpisah.
Kini setelah sadar akan situasinya Yuna tidak ingin mengulangi hal yang sama dikesempatan hidupnya yang kedua ini. Dia sudah bertekad akan bercerai dari Ken dan membiarkan Ken dan Annette bersatu sehingga dia dan sang anak kelak tidak akan menjadi korban keserakahan dan kekejaman Annette.
"Sayang.. apakah kau sudah menghubungi Ken..?" Tanya bibi Lucy.
"Tidak, aku tidak ingin menghubunginya bi.."
"Tapi kenapa, dia juga berhak mengetahui keadaan mu saat ini Yuna..!"
"Bibi aku mohon, untuk saat ini biarlah dia tidak tahu dulu keadaan yang sebenarnya, biarkan aku memikirkan dulu semua ini bi.." Pinta Yuna.
"Benar Lucy.. biarkan saat ini Yuna menenangkan dirinya, kita tidak tahu pasti apa yang sebenarnya mereka alami tapi saat ini biarlah semua sesuai dengan keinginan Yuna, bagaimana pun jangan buat dia merasa tertekan karena kini dia sedang hamil, masalah Ken kita pikirkan nanti..!" Mun berkata lada istrinya.
"Iya bi aku mohon, biarkan kali ini aku memikirkannya dulu, dan satu lagi apakah aku boleh pulang ke rumah bibi dan paman, saat ini aku tidak ingin pulang kerumah itu bi..!"
"Tapi Yuna.."
"Sudahlah Lucy biarkan Yuna pulang bersama kita nanti, ingat saat ini dia ingin menenangkan diri biarkan semua sesuai keinginannya dulu.."
"Baiklah Yuna.. setelah dokter mengijinkan kau pulang, kau akan ikut bersama paman dan bibi ke rumah.."
"Terima kasih paman, bibi.. " Yuna merasa sangat senang.
Tidak lama Dokter menghampiri Yuna, dokter itu mengatakan Yuna harus memeriksakan usia kandungannya jadi dokter wanita itu membawa Yuna keruangan yang dilengkapi fasilitas USG, terlihat dilayar monitor sebuah pergerakan kecil di perutnya, bentuknya belum terlalu jelas tapi terdengar suara dari monitor itu suara detak jantung sang bayi, suara detak jantung min kecil sangat indah terdengar oleh Yuna, Seketika air mata bahagia Yuna kembali meleleh dipipinya.
"Bayi anda sehat nona, usianya kurang lebih sekitar delapan Minggu.." kata sang dokter.
"Lihatlah Yuna bayimu sangat sehat, sekarang kau harus menjaga kondisimu dengan baik, bibi ikut bahagia atas kehamilan mu.."
Mendengar perkataan sang bibi Yuna hanya mengangguk dan tersenyum, dirinya sangat bahagia Tuhan menghadirkan kembali Min di kehidupannya saat ini. dia bertekad kuat di kehamilannya saat ini dia tidak akan membiarkan dirinya menerima siksaan dan tekanan yang membuat kondisi Min lahir dengan kekurangan seperti sebelumnya. dia akan melakukan apapun untuk kesehatan dan keselamatan putra.
"Tuhan.. terima kasih atas kesempatan kedua ini, Terima kasih karena mengabulkan keinginan ki untuk bertemu lagi dengan Min di kehidupan kedua ini.. Aku sangat bersyukur pada Mu Tuhan .."
"Min mari kita berjuang sekali lagi dikehidupan ini.. Berjuang untuk kebahagian kita, kelak hanya akan ada kau dan ibu saja nak kita akan hidup bersama tidak ada lagi ada yang akan memisahan kita nak, ibu berjanji padamu..."
Setelah pemeriksaan selesai dokter memberikan vitamin dan juga obat penguat kandungan, dokter wanita itu menjelaskan selama kehamilannya Yuna jangan sampai stress dan juga kelelahan. setelah semua urusan rumah sakit selesai Yuna diperbolehkan pulang karena tidak ada yang serius dengan kondisinya.
__ADS_1
Paman dan Bibinya membawa Yuna pulang kerumah milik peninggalan orang tuanya yang kini di tinggali oleh paman dan bibinya. di rumah ini Yuna merasa lebih nyaman. setelah sampai bibi Lucy mengantarkan Yuna ke kamar yang dulu dia tempati sebelum menikah dengan Ken.
"Beristirahat lah nak, bibi akan turun dan menyiapkan makan malam.."
"Baiklah bi.. Terima kasih ya bi..."
"Sama-sama sayang, kalau begitu bibi tinggal.."
Setelah bibi Lucy pergi Yuna beristirahat ditempat tidurnya sambil memikirkan cara agar sesegera mungkin terlepas dari pernikahannya dengan Ken, melihat apa yang terjadi di masa depan Yuna sudah bertekad akan bercerai dari Ken dan melupakan cintanya pada pria itu. mencintai Ken ternyata menjerumuskannya pada kehilangan dan kematian yang menyakitkan, dia berpikir sudah cukup apa yang dialaminya dikehidupan yang lalu, di kehidupan ini dia hanya ingin hidup dengan damai bersama putranya saja.
Ya dirinya berpikir untuk segera bercerai dari Ken dan tidak memberi tahukan kehamilannya pada Ken karena dulu saat dirinya mengatakan dirinya hamil Ken sama sekali tidak perduli dan bersikeras ingin tetap bercerai, maka lebih baik sekarang pun dia tidak perlu tahu tentang Min kecil diperutnya ini.
Flashback Yuna
"aku ingin kita bercerai..!"
"Ken aku mohon..jangan ceraikan aku.." Yuna memohon
"Kau tahu kan aku tidak mencintaimu, pernikahan bodoh ini terjadi pun karena kelicikanmu.."
"Semua itu tidak benar Ken.. aku berani bersumpah aku tidak pernah melakukan semua yang kau tuduhkan itu, orang tuamu menikahkan kita karena mereka tahu aku sudah lama mencintaimu Ken.."
"Sudahlah.. jangan membuang waktuku, cepat tanda tangani surat cerai ini dan serahkan padaku, kalau kau menandatangani surat ini aku tidak akan menyiksamu lagi .."
"Tapi Ken.. kita tidak bisa bercerai, aku saat ini sedang hamil.."
"Apa hamil.. cihh cara licik apa lagi yang kau buat, bagaimana bisa dirimu hamil sedangkan aku tidak pernah menyentuhmu..?"
"Ini anakmu Ken, kau melakukannya padaku.. malam itu disaat kau mabuk seusai pesta ulang tahun kakek, kau melakukannya denganku.."
"... dan sekarang sudah ada anak mu didalam rahimku, jadi aku mohon jangan ceraikan aku Ken..! Yuna terus memohon-mohon.
"Jadi malam itu benar aku melakukannya dengan Yuna, aghhh sial kenapa harus seperti ini sekarang semakin sulit aku untuk bercerai darinya, kedua orang tua ku pun tidak akan mengijinkan itu.." batin Ken.
"Aku tidak perduli dengan anak dalam kandunganmu itu, cepat tanda tangani surat ini, setelah itu serahkan kepadaku.. kalau kau masih menunda-nunda, maka aku akan membuatmu hidup seperti di neraka.. ingat itu..!!" Setelah itu Ken pergi meninggalkan Yuna dia sama sekali tidak menginginkan Yuna dan bayinya.
Yuna berusaha mengejar Ken dan menahannya namun Ken sudah berjalan menjauh dan terlihat Annette yang sudah menunggu di dalam mobil Ken. Melihat Yuna dari kejauhan Annette segera melancarkan aksinya dengan langsung memeluk Ken yang berjalan menghampirinya tak segan-segan pula Annette mencium pipi Ken dengan mesra dan Ken pun membalas dengan pelukan mesra kepada Annette, wanita jahat itu sengaja melakukannya agar Yuna tahu bahwa dialah wanita yang dicintai oleh Ken dan yang pantas mendampingi Ken.
__ADS_1
Melihat semua adegan mesra kedua orang itu hati Yuna bagai teriris, air mata yang sedari tadi berusaha dibendungnya kini sudah jatuh tak tertahankan lagi.
"Aku sangat mencintaimu Ken.. tapi kenapa kau sangat tega padaku.. tidakkah kau melihat bahwa aku selalu disini mencintaimu sejak dulu, berharap kau membalas semua cintaku.." lirihnya
Flashback End*.
Mengingat kenangan menyakitkan selama bersama Ken dulu, dia semakin membenci Ken dan Annette tapi dia tidak akan membalas semua perbuatan mereka padanya dikehidupan yang lalu. Dirinya tak perlu repot-repot membalas kejahatan orang-orang yang menyakitinya karena Yuna percaya segala yang diperbuat oleh Ken dan Annette Tuhan pasti akan memberikan balasannya. Yang terpenting saat ini Yuna harus berusaha lepas dari Ken secepatnya, sebelum kehamilannya membesar.
" Di kehidupan ini aku sudah tidak mau mencintaimu lagi Ken, aku akan melepaskan semuanya.. hiduplah dengan bahagia bersama Annette, dan aku pun akan hidup bahagia bersama anakku.. " Yuna dengan tulis mendoakan nya.
😢😢😢😢😢😢😢😢😢
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Hai semua terima kasih sudah membaca karya aku ini yaa.. Setelah membaca jangan lupa meninggalkan jejak like dan komen juga yaa..
Terima kasih 😘😘😘😘
__ADS_1