
"Aku ingin mencobanya lagi, apa kau mau memberikan aku kesempatan..?" kata Ken sambil terus mengeratkan pelukannya.
Yuna berbalik dan menatap mata Ken dalam-dalam mencoba mencari apabila ada kebohongan didalamnya namun sepertinya yang Ken katakan adalah sebuah kebenaran, dan inilah yang Yuna takutkan bahwa sesungguhnya di kehidupan nya kali ini dia pun tidak akan bisa terlepas dari Ken, yang membuat mimpi buruk dalam hidupnya yang lalu terulang kembali.
"Ak-aku tidak bisa...!"
Yuna mencoba melepaskan pelukan Ken yang terasa menyesakan dadanya, langkah kakinya perlahan mundur mencoba menghindari Ken yang masih berusaha meraih tubuhnya.
"Ma-maaf tapi aku tidak bisa..!"
"Tapi kenapa ? ... kau masih mencitaku, aku tahu itu..!"
"Tidak, kau salah... aku sudah tidak mencintaimu lagi, perasaan ku padamu sudah aku kubur dalam-dalam.."
"Tidak, kau bohong !"
"Aku tidak berbohong Ken !"
"Aku tidak akan melepaskan mu Yuna. Kau adalah istriku, milikiku tidak ada orang lain yang boleh memiliki mu..!"
Yuna membelalakan matanya seolah bermimpi mendengar apa yang Ken katakan barusan.
"Kenapa Ken, kenapa di saat aku sudah menyerah terhadap mu kau malah mencoba datang padaku, selama ini selalu banyak kesempatan agar kau menyadari semuanya tapi kau tidak pernah mau mencoba mencintaiku..!"
"Kau bahkan tidak pernah memberikan ku kesempatan sedikit untuk mendapatkan cinta mu, lalu sekarang di saat perceraian yang kau inginkan dari dulu akan kau dapatkan kenapa kau malah seperti ini..!"
"Aku sudah menyerah Ken! ... Aku tidak mau lagi mengulang semua kesakitan ini, merasakan patah hati berkali-kali karena aku mencintaimu..jadi jangan perlakukan aku seperti ini, tetaplah pada keinginan mu untuk bercerai darimku, karena aku sudah mempersiapkan diriku berpisah denganmu..!"
Ken hanya terdiam mendengar semua yang Yuna katakan. Hatinya berdenyut nyeri mendengar pengakuan Yuna. Betapa dirinya sungguh sangat kejam pada Yuna, gadis itu mencintainya dengan tulus tapi hatinya selama ini tertutupi oleh kebencian yang entah bagaimana begitu besarnya pada Yuna.
Dia sangat membenci semua hal tentang Yuna, dan apa alasannya apakah karena pernikahan mereka yang terpaksa, atau karena ada Annette dalam hatinya. ya pria itu mempertanyakan kembali apakah hatinya masih Milik Annette, gadis yang selalu menemaninya sejak jaman dulu.
Namun saat ini di saat gadis itu telah siap mengakhiri pernikahan dengannya, Ken baru menyadari jika dia menginginkan Yuna. Dia tidak ingin melepaskan Yuna, walaupun tahu bahwa dirinya egois tapi dia hanya ingin memulai lagi dari awal dan mencintai gadis itu.
"Yuna, aku mohon berilah aku kesempatan.. biarkan aku memperbaiki semuanya, kita bangun lagi rumah tangga yang penuh kehangatan dan banyak cinta di dalamnya..!"
"Sudah aku katakan aku tidak bisa Ken, tidak ada lagi yang harus diperbaiki ! .. semuanya sudah terlambat, jika kau menginginkannya rumah tangga yang bahagia kau bisa membangunkannya bersama Annette, kalian saling mencintai dan tidak akan sulit bagi kalian mewujudkan semua itu.."
"Jadi aku mohon Ken, jangan seperti ini..!"
Yuna berbalik dan memunggungi Ken, gadis itu menghindari tatapan mengiba Ken padanya. dia tidak ingin luluh, walaupun masih banyak cinta untuk pria itu namun dia tahu jika bersama Ken semua kemalangan itu akan terulang dan lebih baik dia berkorban perasaannya agar semua mimpi buruk itu tidak terjadi lagi.
"Pergilah Ken, aku mohon..!" Yuna meminta Ken meninggalkannya sendirian.
"Baiklah, aku akan pergi tapi aku akan kembali, aku benar-benar tidak akan melepaskan mu Yuna. Aku tidak mau menyerah..!"
Dengan langkah kaki berat Ken meninggalkan Yuna di kamar itu, memberikan waktu bagi Yuna untuk merenungkan segala yang dia ucapkapkan. Sedangkan Yuna merasa dadanya teramat sesak.
"Kenapa, kenapa semua ini terjadi di saat aku ingin menyerah Tuhan.." Yuna memejamkan kedua matanya sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.
*****
Ken meninggalkan villa dengan mengendarai mobilnya dan menjalankannya tak tentu atlrah tujuan, hingga akhirnya di mengentikan mobilnya di pinggir jalan.
Setelah mengatakan keinginannya untuk kembali bersama Yuna dan gadis itu menolaknya kini dirinya diliputi ketakutan. entah kenapa rasanya dia tidak rela melepas Yuna, apalagi dia baru menyadari jika gadis yang telah menjadi istrinya itu adalah gadis yang baik. senyuman Yuna mampu mengusik jiwanya.
"aku baru menyadari, ternyata kau mempunyai senyuman yang manis.." Ken bergumam.
Ken mengingat lagi semua perlakuannya pada Yuna, dirinya merasa bodoh kenapa tidak pernah memberikan kesempatan mengenal Yuna lebih lagi dan menerima pernikahan mereka.
Dia juga mengingat jelas kesakitan apa yang sudah dia berikan pada Yuna. Tentu saja Yuna tidak akan mudah kembali padanya setelah semua yang dia lakukan. Bahkan dengan terang-terangan dia membawa wanita lain ke dalam rumah tangga mereka dan tidak pernah menghiraukan Yuna.
kini apapun itu waktu tidak akan bisa berputar kembali, dan penyesalan itu semua adalah milik Ken seorang.
Lamunan Ken tersadar oleh dering ponselnya, dia melihat nama Annette yang terpampang di layarnya. Lama Ken menatap layar ponselnya tanpa ada niatan untuk menekan tombol hijau pada layarnya. hingga akhirnya dia memilih untuk menerima panggilan Annette.
__ADS_1
"Ya..!"
"Ken, astaga kenapa kau tidak menghubungi ku lagi.. kau bahkan tidak membaca semua pesan-pesan ku.. kau ini sebenarnya sedang apa. ..?!" terdengar suara Annete yang merajuk di seberang sana.
"Aku, sedang bersama kakek tidak mungkin aku menghubungi mu..!" nada suara terdengar sangat dingin.
"Ken, kau sudah mengatakan pada kakek jika kau akan bercerai bukan ?!!" Annette bertanya dengan sangat antusias.
Ken hanya menghela nafasnya, entah Ken merasa kesal setiap kali mendengar kata perceraian.
"Ken..! apa kau tidak mendengarkan aku ?!" Annette meninggikan suaranya di sebrang telepon.
"Apa..?!"
"Ck, kau tidak mendengar yang barusan ku tanyakan.. apakah kau sudah memberitahukan pada kakek mu jika kau dan istrimu itu akan bercerai ?.."
"Belum..!!"
"Kenapa ? kau sudah berjanji bukan akan mengatakan hal itu pada kakek mu.. Lalu jika bukan untuk mengatakan hal itu pada kakek mu untuk apa kau dan istri mu itu pergi kesana..?!"
"Annete, bukankah sudah aku katakan jika aku tidak bisa mengatakannya karena kondisi kakek.."
"Aku tidak bisa memaksakan keadaannya..!"
"Hahh.. omong kosong, jangan katakan kalau kau akan berubah pikiran Ken ?!"
"Jika kau tidak bisa mengatakan pada kakek mu, aku tidak keberatan untuk membantumu mengatakannya.."
"Kau jangan gila Annette !!"
"Yaa,. aku sudah gila Ken ! aku gila karena harus menunggu dirimu terlepas dari wanita itu sekian lama, kau yang menjanjikan semua itu padaku, lalu apa aku salah jika kini aku menagihnya ?!"
Annette menyadari jika beberapa waktu ini Ken mulai mengabaikannya, Annette takut jika Ken sebenarnya sudah jatuh cinta pada Yuna, dan nampak ya ketakutan nya benar terjadi.
Ken menyandarkan kepalanya pada bantalan kursi mobilnya, mendengar ucapan Annette dia kembali tersadar, kenapa dirinya begitu mudahnya menjanjikan hatinya hanya untuk Annette tapi kini dia mulai menyadari jika Yuna juga mempunyai tempat di hatinya.
"Annette, maaf...!"
"Jangan katakan maaf..!"
"Apa kau kini berubah pikiran dan tidak akan pernah menceraikan Yuna ?!"
"Aku.. aku tidak tahu.."
"Apa !!"
"Kau benar-benar brengsek..!"
"Setelah banyak hal yang aku berikan, aku bahkan rela menunggu mu menjalankan pernikahan dengan wanita sialan itu tapi setelah semuanya kau mau membuang ku..?!"
"Tidak bisa Ken..! aku pastikan jika kau tidak menceraikannya maka aku sendiri yang kan membuat kalian berpisah dengan cara apapun !!"
"Annete.. kau jangan gila !!"
"Ken, aku tidak suka sesuatu yang harusnya menjadi milikku dial ambil orang, aku akan menghancurkan siapa saja yang mengambil milikku..!!"
"Aku masih memberikan mu waktu Ken, satu bulan lagi, jika kau tidak menceraikannya jangan salahkan aku, aku akan melakukannya dengan cara ku !!"
Annette yang sudah merasa kesal dan kecewa kini menutup telponnya, sedangkan Ken pria itu sekarang merasakan situasinya akan semakin sulit. keinginannya untuk memulai kembali dengan Yuna semakin tidak mudah, ada Annette wanita yang kini masih menjadi kekasihnya menuntut kejelasan hubungan mereka.
Kebodohan Ken memang baru dia sadari sekarang bukan hanya Yuna tapi juga Anette gadis itu menjadi sangat berambisi karena semua janji-janji yang dulu dia ucapkan pada wanita itu. janji akan menjadikan Annette wanitanya satu-satunya.
*****
Yuna menatap langit malam dari balkon kamarnya, Malam itu begitu cerah bahkan banyak sekali bintang-bintang terlihat sangat jelas.
__ADS_1
Yuna memikirkan nasib dirinya, dia memikirkan rencana hidupnya setelah bercerai dari Ken. Tapi kilasan peristiwa tadi siang saat Ken menciumnya bagaikan sebuah film yang terus di putar berulang-ulang di kepalanya.
"Kenapa, kenapa dia menciumku, dan kenapa dia ingin memulai kembali semuanya..?!" Yuna bertanya pada dirinya sendiri.
Tapi dirinya tidak ingin berandai-andai dan juga mengharapkan hal lebih sekarang ini. sudah terlambat baginya jika Ken ingin memulai semuanya lagi.
Tak ingin semakin tenggelam dengan pikirannya tentang apa sikap Ken padanya, Yuna memilih untuk mengistirahatkan dirinya. Dia masuk ke kamar dan menutup pintu kaca yang menghubungkan kamarnya dan balkon.
Yuna kemudian naik ke atas ranjang dan mulai memejamkan matanya. Tidak beberapa lama Yuna merasa matanya semakin berat dan kemdian dia terlelap, hingga hampir menjelang pagi dirinya terbangun karena merasa tubuhnya seperti di lilit dengar erat dan menyadari ada sebuah lengan yang merengkuhnya kedalam dekapan.
Yuna membelalakan matanya, saat berbalik dia terkejut melihat Ken ada di hadapannya dan sedang memeluknya. Ken nampak tertidur dengan tenang seolah tidak ada beban memeluk Yuna seperti ini.
Yuna kemudian berusaha membebaskan tubuhnya dari dekapan Ken, saat sedang memindahkan tangan Ken dia merasakan Ken semakin memeluknya dengan lebih erat.
"Kau mau kemana, ini masih sangat pagi..?!" Suara bariton Ken memecahkan keheningan ruangan itu. ternyata Ken tidak benar-benar tertidur dia sedang menikmati sensasi mendekap tubuh dan mencium wangi gadis itu dalam-dalam.
"Kau-kau kenapa tidur disini..?!" Yuna merasa aneh Ken yang pertama kakinya memeluknya dalam tidur seperti ini.
"Ini Kamarku, tentu aku akan tidur disini..!"
"Baiklah, kalau begitu aku yang akan pindah..!" Yuna kembali bangun namun kini Ken malah menarik Yuna dan memenjarakan tubuh Yuna dalam kungkungannya.
"Ka-kau mau apa..?!" Yuna merasakan jantungnya berdebar dengan sangat cepat.
"Aku mau kau Yuna..!"
"Tetaplah tidur bersamaku mulai saat ini..!" Ken memandangi wajah cantik Yuna sambil menyibakkan anak rambut yang menghalangi wajahnya.
"Aku tidak mau..!" Jawab Yuna
"Hanya satu bulan ! .. satu bulan ini hiduplah kita seperti suami istri pada layaknya.. setelah itu aku akan mengikuti semua keinginan mu apapun itu termasuk bercerai..!"
Yuna tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Ken, Kenapa dia sangat suka sekali berubah-ubah pikiran. Tapi jika hanya butuh satu bulan untuk bisa terlepas selamanya dari Ken menurut Yuna itu bukanlah hal yang terlalu sulit.
"Baiklah, satu bulan.. hanya satu bulan dan setelah itu kau dan aku tidak akan ada hubungan apapun lagi..!" Yuna menatap kedalam mata Ken, walaupun dalam remang gelapnya kamar, Yuna dapat melihat sorot mata Ken yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Sorot mata yang sulit untuk diartikan apa yang sebenarnya sedang dia rasakan.
"Baiklah, kalau kau sudah setuju.. dan saat ini aku ingin dirimu..!" Yuna kembali terkaget ketika Ken dengan seketika membenamkan bibirnya dan menyatukannya dengan bibirnya. Ken mencium ya dengan penuh perasaan, layaknya dia sedang begitu menikmati setiap pertautan bibir mereka.
Semakin lama ciuman itu semakin panas, Yuna merasakan dirinya juga sudah terbakar gairah. Ken mulai menurunkan ciumannya ke leher Yuna dan menghirup dalam aroma floral yang memabukkan sambil kedua tangan nya bergerilya menyentuh setiap inci tubuh Yuna.
Night gown milik Yuna Kini sudah terlepas dari tubuhnya, sama halnya dengan Ken pria itu kini sudah menanggalkan apa yang dia kenakan.
Ken menyatukan dirinya dan Yuna dalam rasa yang berbeda. Ken melakukannya dengan sangat lembut seolah tidak ingin menyakiti Yuna. Yuna merasakan kenikmatan yang baru dia rasakan. Jika dulu saat Ken menyentuhnya pasti dalam keadaan mabuk dan tidak pernah ada kelembutan di dalamnya. namun kini dia merasakan seperti sedang melayang di udara karena kenikmatan yang baru kali ini dia kecap.
Sampai akhirnya lenguhan panjang keduanya menandakan jika penyatuan mereka telah sampai pada puncaknya. Ken kemudian melepaskan diri dari penyatuannya dengan Yuna, sambil menatap wajah Yuna yang bercucuran peluh, Ken kemudian mencium kening Yuna, kembali mendekat tubuh Yuna.
"Terima kasih.." ucap Ken.
"Tidak perlu berterima kasih, Hanya ini yang bisa aku berikan sebagai hadiah perpisahan kita nanti.."
"Setelah ini tidak akan ada apapun lagi diantara kita Ken..!!"
Yuna kemudian kembali tertidur dalam dekapan Ken yang tidak ingin melepaskannya, Yuna hanya bisa pasrah dan membiarkan apapun yang Ken ingin lakukan padanya. sementara Ken dia masih tenggelam dengan pikiran-pikiran nya.
"Apakah waktu satu bulan ini bisa merubah segalanya..?!" Ken membatin.
Entahlah, Ken hanya ingin menikmati waktu kebersamaannya dengan Yuna. dia ingin mengisi waktunya dengan semua hal baik dan juga kenangan manis yang mungkin saja dapat merubah segala sesuatunya.
*****
TBC
Hai...
Maaf yaa baru update lagi setelah sekian purnama.. akhirnya aku menemukan lagi ide-ide untuk cerita ini.. hehe
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya dengan Like dan komen yaa genks
Tengkyu😘