Waktu Bersamamu

Waktu Bersamamu
Lebih Baik Bercerai


__ADS_3

Pagi Harinya Yuna sudah bangun dengan perasaan yang jauh lebih baik. Hari ini dia sudah memutuskan untuk menemui Ken dan menyetujui perceraian yang sudah beberapa kali Ken ajukan padanya.


Setelah mandi Yuna turun dari kamarnya diatas menuju ke ruang makan dan menemui Paman dan Bibinya untuk sarapan bersama. Aroma masakan memenuhi ruangan makan tersebut.


Hari itu Bibi Lucy meminta madam Molly untuk membuatkan makanan kesukaan Yuna, melihat itu semua rasanya Yuna lagi-lagi ingin menangis mengingat sudah lama sekali dia tidak merasakan suasana bersama seperti ini dan juga madam molly Yuna sangat merindukan wanita paruh baya yang menjadi pengasuhnya itu.


"Madam Molly.." seketika Yuna memeluk erat wanita itu, dan madam Molly pun terkejut tiba-tiba Yuna memeluknya dengan erat.


"Ada apa Yuna sayang..?"


"Madam.. aku sangat merindukanmu.."


"oh sayang... bukankah kita baru bertemu dua hari lalu, kenapa tiba-tiba kau sangat merindukanku..?"


"Rasanya sudah seperti bertahun-tahun aku tidak bertemu dengan mu madam.."


"Baiklah sayang kau boleh memelukku sepuasnya, tapi setelah kau memakan sarapannya.."


"Baiklah madam, aku juga sudah tidak sabar ingin menghabiskan semua ini, madam membuatkan semua makanan kesukaanku.. kau memang yang terbaik madam.."


Madam molly membuatkan banyak makanan, kemudian sambil memakannya tak terasa air mata Yuna menirukan air matanya.


"Apa kau menangis yuna..? madam molly begitu kaget melihat Yuna yang tiba-tiba terisak, begitu pula dengan Lucy dan Mun.


"Apa kau sakit..? tanya madam Molly lagi sambil mengusap sayang kepala Yuna. "yaa sayang kenapa kau menangis, apa kau masih merasakan sakit seperti kemarin ?" tanya Lucy dengan khawatir.


"Apa perlu kita membawa Yuna lagi ke rumah sakit..?" Terlihat pula wajah sang paman Mun menjadi cemas.


"Tidak sakit madam, bibi, paman aku tidak sakit. aku hanya sangat merindukan suasana pagi seperti ini sehingga aku tidak sadar air mataku jatuh sendirinya, ini air mata kebahagiaanku .."


"Syukurlah bibi kira kau sakit Yuna, ingat sekarang kau harus menjaga kondisimu Yuna, ada sebuah kehidupan dalam perutmu yang harus kau jaga dan rawat dengan baik.."


Madam Molly begitu terkejut dengan yang barusan Lucy katakan, matanya membulat terkejut dan bahagia mendengarnya "Yuna..apakah kau..?"


"Ya madam, saat ini aku sedang hamil, dokter sudah memeriksanya dan sekarang usianya sekitar delapan Minggu.." sahutnya


"Yaa Tuhan.. selamat sayang, kau akan menjadi seorang ibu.. oh yaa Tuhan terimakasih banyak atas berkah ini.." Madam Molly begitu bahagia mendengar kehamilan Yuna, dirinya sangat terharu mengingat gadis yang sedari bayi dia asuh itu kini akan menjadi seorang ibu.


"Mulai sekarang pikirkan saja dirimu dan juga anakmu Yuna, jangan buat dirimu terlalu sering menitikkan air mata, nanti bayimu juga akan merasakan kesedihan bila ibunya sering menangis.."

__ADS_1


"Tentu saja paman, mulai sekarang aku akan membuat diriku bahagia bersama anakku, bersama paman dan bibi juga serta madam Molly. berkumpul lagi dengan kalian adalah kebahagiaanku.."


"Dan hari ini aku ingin kembali kerumah Ken bibi, paman. aku ingin menyelesaikan permasalahan diantara kami.."


"Baiklah menurut bibi itu yang terbaik, masalah suami istri harus cepat diselesaikan jangan sampai berlarut-larut apalagi sekarang ini sudah ada calon bayi kalian. maka dari itu kalian harus segera meluruskan permasalahan rumah tangga kalian.."


Yuna menarik napas dengan berat, Yuna ingin menjelaskan bahwa maksudnya menemui Ken adalah membahas perceraian yang selama ini selalu Ken inginkan.


"Paman, Bibi sebenarnya aku ingin bercerai dengan Ken. Aku sungguh ingin mengakhiri semua dengannya, karena dia tidak pernah menginginkan aku apalagi mencintaiku. maka dari itu akan setuju dengan perceraian yang dia ajukan padaku.."


Lucy dan Mun tidak percaya dengan yang barusan katakan oleh Yuna, mengingat selama ini Yuna sangat mencintai Ken dan tidak menyangka sang keponakan akan mengakhiri pernikahan dengan orang yang sangat dia cintai.


"Tapi kenapa nak..?" Mun begitu penasaran alasan sebenarnya Yuna menyetujui untuk bercerai.


"Aku hanya ingin hidup tenang paman, selama ini aku hidup diantara kegelisahan karena takut Ken akan berpaling dan meninggalkan diriku, aku hampir gila karena semua itu karena aku sangat mencintainya, tapi sekarang aku sudah lelah dengan semua ketakutan ku dan aku rasa lebih baik aku melepaskannya, melepaskan Ken akan membuat hidupku jauh lebih tenang dan semua yang aku takutkan tidak akan terjadi. aku ingin memulai hidup tanpa sesuatu yang mengganjal dihatiku.."


"Pernikahan ini adalah hal yang tidak dia inginkan, tapi dia melakukannya agar perusahaan keluarganya tidak hancur, aku sadar dia menjalani ini semua dengan tidak mudah. maka dari itu aku akan melepaskan semua belenggu yang mengikat kami berdua. sudah saatnya kami berdua bahagia dengan hidup kami masing-masing.."


"Apa kau Yakin Yuna.. bagaimana dengan Anakmu.?


"Aku akan hidup dengan anakku, dari awal dia tidak menginginkan anak dari ku. dia akan menjadi anakku, hanya anakku.."


"Boleh aku meminta sesuatu pada paman dan bibi..?"


" Aku mohon, paman dan bibi jangan memberitahukan kehamilanku ini padanya, aku akan mengatakan nya sendiri jika aku sudah siap.."


"Baiklah nak.. bibi dan paman berharap apapun keputusanmu itu sudah kau pikirkan dengan baik, jangan melibatkan emosi yang akan merugikan dirimu sendiri.. Paman dan bibi akan selalu mendukung dan berada di sisimu nak.."


"Terimakasih Paman, bibi.. aku sangat menyayangi kalian.."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Siang itu Yuna memutuskan kembali secepatnya ke rumah keluarga Wilmer untuk bertemu dengan Ken. Yuna sudah tidak dapat menahan lagi keinginannya untuk pergi dari kehidupan Ken, dibtyangannya saat ini Yuna sudah membawa berkas perceraian yang Ken pernah berikan padanya.


Dulu dia begitu enggan menandatangani berkas perceraian itu namun,saat ini dengan kesadaran dan keinginan penuh dirinya dengan mantap menandatanganinya.


Setelah sampai di rumah keluarga Wilmer Yuna disambut belasan sistem rumah tangga yang cemas akan dirinya yang pingsan sejak kemarin, namun Yuna hanya sebentar menyapa mereka dan bergegas masuk dan menuju kamarnya untuk membereskan barangnya terlebih dahulu sebelum bertemu dengan Ken, karena biasanya Ken akan pulang malam dan terkadang tidak pulang berhari-hari namun hari ini dirinya sudah mengirimkan pesan pada Ken agar kembali kerumah karena ada hal yang penting yang ingin dia sampaikan, dan Ken pun menyetujuinya.


Sore itu karena Yuna cukup lelah setelah memrapikan semua barangnya yang nantinya akan dia bawa ketika meninggalkan rumah Ken, Yuna merebahkan dirinya ditempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat lelah namun lama kelamaan dirinya malah tertidur, hingga suara pintu terbuka dan langkah kaki seseorang membuatnya terbangun.

__ADS_1


Ken saat itu baru kembali dari luar kota memutuskan pulang kerumahnya, selama ini Ken lebih sering menghabiskan waktunya di apartemen nya dibandingkan pulang dan bertemu Yuna. namun saat terkahir dia bertengkar dengan Yuna dan membuat gadis itu pingsan membuat Ken sedikit agak mengkhawatirkan Yuna dan memutuskan pulang untuk melihat sendiri keadaannya.


Ken kemudian melihat Yuna yang sedang tertidur di ranjang kemudian merasakan sebuah sedikit kelegaan dihatinya, entah kenapa Ken pun sendiri bingung terhadap dirinya mengapa akhir-akhir ini Yuna sangat menggangu pikirannya.


"Ken.." panggil Yuna yang kala itu sudah terbangun


"......" namun Ken tidak menyautinya, Ken malah sibuk dengan membuka jasnya dan merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di kamar itu.


Yuna bangkit dan mendekat kepada Ken, tidak lupa pula dia mengeluarkan sebua map dari dalam laci di samping tempat tidurnya yang berisi surat permohonan bercerai yang sudah di tandatangani olehnya.


"dulu kau pernah memberikan surat ini, dan berkata jika aku sudah siap menandatangani ini maka kau memintaku untuk menyerahkan padamu. aku sudah menandatangani ini dan sudah memutuskan memang lebih baik kalau kita bercerai saja.."







❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤








Hai semua...


maafkan yaa mungkin aku gak seperti author-author yang lain yang rajin update cerita novelnya.. pengennya juga gitu sih bisa rajin update atau malah crazy update tapi kadang aku suka gak mood buat nulis makanya aku gak maksain karena takutnya malah bikin ceritanya jadi gak nyambung ditambah lagi karena aku juga punya anak balita yang sekarang udah mulai sekolah kadang masih perlu perhatian lebih apalagi semenjak belajar dari rumah kayak sekarang.. jadi aku sebisa mungkin akan nulis ketika aku benar-benar lagi dalam mood bagus buat nulis dan keadaan nya juga mendukung.. hehehe lebay yaah😁😁😁 maafkan yaa author nya malah curhat 😳😳😳

__ADS_1


sekali lagi aku ucapin terima kasih sudah membaca karya aku ini yaa.. Setelah membaca jangan lupa meninggalkan jejak like dan komen juga yaa..


Thank you 😘😘😘😘


__ADS_2