
Tidak terasa sudah hampir 3 bulan miranda sudah menjadi istri sean, ia mulai menikmati peranya sebagai isti dan juga seorang ibu muda, setiap hari rutinitas miranda selalu sama yaitu mengurusi suami dan putrinya tercinta. Hari ini karna merasa bosan miranda ingin mengajak princes jalan-jalan, mereka berjalan menyusuruh trotoal di dekat perumah elit itu yang lalu lintasnya tidak terlalu ramai, mereka berjalan sambil menikmati pemandangan sekalian joging pagi.
Mereka sudah sampai ditaman bermain, yang berada di tengah-tengah komplek mewah itu, princes langsung berlari kegirangan kearah ayunan, miranda yang mengerti keinginan princes langsung mendudukkannya dan mulai mendorong ayunan princes, lalu mereka pindah ke perosotan, hampir semua permainan disana sudah princes dan miranda coba, karna mulai siang akhirnya miranda mengajak princes untuk pulang kerumah, diperjalanan princes merengek meminta es crem, sambil menujuk minimarket, dengan berat hati terpaksa miranda menuruti keinginan putri tercinta nya itu, “ sayang mau rasa apa” ucap miranda, “‘mau aca coklat mami” ucap princes sambil menujuk es krim rasa coklat, lalu miranda membayar es krim itu, sambi membeli minuman dingin dan beberapa snak, mereka makan di pinggir taman, sambil berteduh dibawah pohon yang sangat rindam, mereka menikamati makanan, sambil saling bergelut, “ sayang bagaimana” ucap miranda sambil menunjuk es krimnya, “ enak mami” ucap princes, miranda membersihkan sedikit es crem yang berserakan di mulut princes. Mereka menikamati piknik dadakan itu sambil tersenyum bahagia, selasai makan mereka langsung menuju lagi kerumah, saat ingin menyebrang jalan tiba-tiba muncul mobil dari sisi jalan, miranda langsung mendorong princes dan untung saja dia tidak tertabrak mobil, karna mobil itu berhasil berhenti didekat tubuh miranda, tiba-tiba kepala miranda pusing, ia mengingat sekilas tentang kejadian yang hampir sama seperti yang ia rasakan sekarang sambil memegangi kepalanya, “mami” ucap princes berlari kearah miranda, pemilik mobil itu juga mendekati miranda” anda tidak apa-apa” ucap pengemudi, lalu pengemudi itu mendudukkan miranda ke bangku, sambil memberikan air putih, kepala miranda masih pusing, ia menutup mata sambil tanganya memegangi kepalanya, princes yang juga mulai takut dengan keadaan miranda langsung memeluk miranda dengan kuat sambil menaris, pemilik mobil itu ikut syok dengan apa yang kedua anak itu lakukan, “ maaf saya akan membawah anda kerumah sakit” ucapnya, lalu perlahan miranda membuka matanya, “ tidak usah saya tidak apa-apa” ucap miranda, sambil mengelus-ngelua kepala princes, “ mami “ ucap princes, “ jangan nangis sayang mami nggak apa-apa kok” ucap miranda, setelag beberapa menit akhirnya keadaan miranda sudah lebih baik, pengemudi tadi sudah pergi, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan kerumah.
Sesampai dirumah miranda masih terpikir dengan ingatannya yang tiba-tiba muncul tadi tapi saat mengingat kejadian itu kepala miranda tiba-tiba terasa sakit kembali, lalu miranda berusaha untuk berpikir positif, mungkin hanya halusinasinya saha pikirnya, lalu ia melanjutkan tidur siang bersama princes. Tapi apa yang dipikirkan miranda sangat mengganjal akhirnya ia terbawah-bawah mimpi, dan tiba-tiba terbangun dan ia sudah berada dikamar tidur bersama sean, sean yang menyadari miranda tiba-tiba terbangun sambil mengeluarkan keringat yang banyak langsung mendekati miranda, “kenapa mimpi buruk” ucap sean lembuta, “ enggak kok mas” ucap miranda, “ beneran” ucap sean penuh curiga, “ ia mas” ucap miranda sambil mengangguk, “ aku mau ambil minum dulu” ucap miranda langsung pergi dari kamar, sesampai di dapur miranda langsung minum sampai 3 gelas, seperti ia sangat kehausan saja, “ kenapa aku bisa mimpi itu” ucap miranda bingun, akhirnya miranda sudah kembali kekamar lagi dilihatnya sean sudah tertidur, lalu miranda kembali keatas kasur tapi ia belum juga bisa tidur pikirannya entab kemana-mana, sean akhirnya menyadari tingakah laku miranda, langsung mendekapnya dalam pelukanya, “ tidurlah sudah malam” ucap sean mencium kening miranda, miranda mencoba memejamkan matanya kembali, miranda mencium wangi sean yang sangat merilekskan itu akhirnya tertidur dengan damai, sean lalu membuka matanya, sebenarnya ada apa kenapa miranda bersikap sangat aneh pikirnya, tapi mengapa miranda tidak mau menceritakannya kepada nya pikir sean, sean masih mengelus -ngelua kepala miranda sampai wanita itu benar-benar telelap dalam mimpi indahnya.
__ADS_1
Pagi akhirnya datang membangunkan kedua insan itu, saat membuka mata penampakan pertama yang dilihat miranda masih sama seperti pagi-pagi yang lalu yaitu wajah tampan sean, sunggub beruntung pikir miranda bisa melihat wajah tampan ini setiap bangun tidur pikirnya, lalu ia mencium sekilas bibir sean yang berwarna pink itu, lalu miranda kembali melanjutkan tidurnya lagi didalam dekapan sean yang memberikanya kenikmatan itu, mereka masih terlelap didalam mimpi masing-masing, setelah beberapa menit akhirnya terdengar deringa dari hp sean sudah beberpa kali hp itu berbunyi, akhirnya sean menjawab panggilan telpon itu “ ada apa” ucap sean. “ maaf tuan membangunkan ada pagi-pagi” ucap leon, “ sayan hanya menyampaikan bahwa dokumen yang anda minta sudah dikirim lewat email dan jam 9 nanti tiba-tiba tuan darmoko ingin meeting dengan anda” ucap leon, “ kenapa baru bilang sekarang” ucap sean langsung duduk ditempat tidur, “ maaf tuan, saya sudah mengirim sms tapi anda tidak membalasnya” ucap leon, akhirnya sean melirik hpnya dan benar saja, sms itu sudah masuk dari malam tadi, sean yang sudah pulang agak malam tidak menyadari bahwa hp nya sudah banyak masuk pesan penting, “ iya” ucap sean langsung mematikan hpnya, lalu ia langsung berlari kearah kamar mandi, tumben hari ini ia juga ikut kesingan, saat keluar dari kamar mandi sean masih melihat miranda tertidur sangat pulas, ia mendekati wajah miranda yang masih tertidur pulas, dipandangnya raut wajah miranda yang seakan- akan sedanh cemas itu, lalu dielus nya kepala miranda, akhirnya miranda bisa terlelap dengan damai lagi.
Sean sudah berada dikantor ia masih memikirkan keadaan miranda, sebenarnya ada apa dengan miranda dalam hati, kenapa ia tidak mau cerita pikirnya lagi, sean melanjutkan pekerjaan nya seperti biasa sambil sekali- kali masih mengingat miranda, apa aku telpon saja ya pikir sean, akhirnya sean menelpon miranda.
Sampai disini dulu yaaa guyssss
__ADS_1
jangan lupa nantikan episode berikutnyaaaa, dan jangan lupa comen dan like dan tambah ke favorit yaaa, sebanyak-banyaknya biar writer tetap semangat nulisnya❤️🔥❤️💜
Sean yang lagi mikirin miranda, adem banget kelihatanya wkwk😬
__ADS_1