
Miranda langsung berdiri, disusul oleh sean, ia segerah membalikan badannya, suasan seketika menjadi canggung, mereka sama-sama terdiam, “ maaf tadi aku nggak sengah” ucap sean mematahkan kecangungan itu, “ aku juga mintak maaf, aku nggak tau kalu mas ada dibelakang aku” balas miranda.
“ Ayo ganti baju dulu, baju kita sama-sama basah” ucap sean, miranda hanya mengekori lelaki itu dari belakang, sampai dikamar, sean langsung masuk keruang ganti pakaian, setelah selesai disusul oleh miranda, setelah kelur dilihatnya sean sudah berbaring ditempat tidur, seperti bisa ia kan tidur tampa mengenakan baju, miranda sudah mulai terbiasa dengan itu, dibangunkannya sean” mas aku pergi kekamar princes lagi ya” ucap miranda, langsung ditahan oleh tangan sean “ tidurlah disini, princes pasti sudah tidur telelap, dan tidak menyadari bahwa kamu sudah pergi” ucap sean, sebenarnya ia tidak mau tidur sendirian, tetapi gengsi terpaksa ia kembali berbohong. Miranda langsung merebahkan diri disamping sean, sambil memunggungi sean, dibalik mata terpejam ada senyuman terukir diwajah sean, akhirnya ia bisa tidur dengan nyenyak.
Saat bagun dilihatnya miranda sudah pergi, dan baju kerjanya sudah disiapkan oleh miranda, ia tersenyum bahagia, apalagi saat dimeja makan melihat tingak princes yang selalu manja kepada miranda, tiba-tiba jantung sean berdetak lebih cepat dari biasanya, dipegangnya tangan dadanya,” astaga apa yang terjadi, tidak mungkin” timbul persaan aneh dari tubuh sean.
Sesampai dikantor, sean masih merenungi apa yang terjadi pada dirinya, dia tau mungkin dia sudah jatuh cinta kepada miranda, tapi egonya yang terlalu besar membuat dirinya menepis itu semua, seola-ola itu bukan cinta yang ia rasakan, melihat tingak sean, leon menjadi bingung kenapa bos nya terasa semakin hari, semakin aneh pikirnya.
Hari sudah menjelang sore tetapi wajah miranda tidak juga hilang dari pikiran sean, sehingga dari pagi kerjaanya tidak ada yang beres, ia terlalu banyak melamun, dan terkadang tersenyum sendiri, dipandang nya langit sore dari balik kaca transparan kantornya, disana sean seakan melihat wajah miranda sedang tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Sudah sejam lebih, leon melihat sean hanya memandangi langit sore, karna sudah menunjukan jam 5, leon melangka kearah ruangnya sean tok..tok.. suara ketukan pintu, terapi sean masih saja melamun, sehingga tidak mendengar ketokan pintu dari leon. Leon langsung saja membuka pintu, “ permisi tuan, ini ada berkas yang harus tuan tanda tangan” ucap leon memecahkan luman sean, lalu sean pun tersadar langsung memutar kursinya, “ kenapa masuk tidak ketok pintu dulu” ucap sean dengan marah, “ maaf tuan, tadi saya sudah ketok, tapi diam tidak menghiraukan” ucap leon membelah diri, leon pun mendekat kearah meja sean, “ mana berkas yang harus saya tanda tangan” ucap sean, selesai tanda tangan sean langsung melirik jam yang dia pakai, sudah jam 5 ucap sean dalam hati, “ baiklah sekarang kita pulang” ucap sean sambil mengambil jasnya yang tergantung, “ baik tuan” ucap asisten pribadinya itu.
************
Masion
Miranda sudah selesai mandi, ia turun kedapur membatu para pelayan memasak untuk makan malam, ia ingin memasakan makanan kesukaan suami nya itu, yaitu steak, semoga dia suka aku masak ini, ucap miranda dalam hati, pelayan yang melihat miranda sedang memasak sambil tersenyum, hanya ikut bahagia melihat miranda, dan semenjak miranda dimasion ini sudah tidak seperti dulu, banyak kebagian yang dirasakan dimasion ini, tidak seperti dulu masiaon indah ini bak penjara yang berbalut kemewahan.
“ ahhh sayan bisa aja” sambil dielusnya bekas belepotan di muka princes dengan tisu.
__ADS_1
Mobil sean sudah sampai dihalaman rumah, miranda yang mendengar mobil sean langsung berlari keluar untuk menyambut suaminya itu, “ selamat sore mas” ucap miranda, sean yang baru turun, bingun melihat miranda yang menyambut kepulangannya, disusul oleh princes “ dedi, sudah pulang” ucap princes sambil membuka tangannya, minta digendong,
“ ihhh cantik nya putri dedi” ucap sean sambil mengendong princes.
Sean berjalan ke lantai atas disusul miranda, sesampai dikamar diletakkannya princes diatas kasur, miranda sudah selesai menyiapkan baju sean, lalu sean pergi kekamar mandi, karna sudah hampir malam, princes sepertinya sudah mulai ngantuk, ditimang-timangnya princes, sambil gadis kecil itu memeluk miranda, miranda yang melihat princes tertidur, ikut tertidur juga.
Beberapa menit kemudian
Sean sudah selesai mandi, ketika ingin keruang ganti tidak sengaja ia melihat miranda dan princes sudah tertidur lelap di atas kasur, perlahan sean mendekat dipandangnya wajah miranda yang sedang tertidur lelap, wajah putih, bersih, hidung mancung, cantiknya, ucap sean didalam hati. Saat memperhatikan wajah miranda tiba-tiba pandangannya berhenti di bibir ranum miranda yang merah, sangat mengugah iman sean, matanya mulai tertujuh pada bibir itu, perlahan wajah sean mendekat kearah bibir miranda, bibirnya sudah menempel dibibir miranda, lalu dia diam sejenak, tetapi melihat tidak ada pergerakan dari miranda sean jadi semakin nakal, dipegangnya leher miranda, untuk memperdalam ciuman itu, dilumatinya perlahan bibir miranda yang masih saja tertidur dengan damai, didalam mimpi ia merasa sedang berciuman dengan lelaki yang sangat tampan, tidak sengaja tangan miranda juga sudah bergelantungan dileher sean, hal itu membuat sean makin bergairah, dilumatinya bibir miranda, sambil digigitnya perlahan bibir bawah gadis itu, sehingga secara spontan miranda membuka mulutnya, akhirnya lidah sean bisa masuk kedalam, ciuman itu semakin bergairah, sambil saling membelit, mereka seakan tidak mau kalah, sean yang sudah terbawah gairah pun. Saat melihat miranda sudah mulai kehabisan napas ciuman sean mulai turun keleher miranda, sean mulai membuat tanda kepemilikan nya di leher miranda, miranda yang masih tidak mengetahui bahwa ia sedang tidak bermimpi masih saja tertidur sambil tubuhnya sedikit bergetar akibat ula sean. Perlahan sean semakin berani, dibukanya perlahan kanjing baju atas miranda, tangan nakal nya pun mulai masuk kedalam sana, diremasnya secara perlahan gundukan yang seakan menantang itu, karna sudah tidak tahan lagi sean mulai ingin melahap ****** merah jambu itu, disesapnya perlahan, seperti anak yang sedang kehasusan, tangan nakalnya yang satu lagi juga tidak berhenti memaikan dada miranda yang satu lagi, karean merasa ini sudah melebihi batas, dan air rambut sean yang masih basah, tiba-tiba membangunkan kesadaran miranda..
__ADS_1
Pasti pada penasaran???
Jangan lupa nantikan episode berikutnya😁