
Hari sudah pagi miranda sudah membuka matanya, saat merasa ada tubuh besar yang menimpanya, dan miranda langsung terkejut ternyata sean tidur tepat diatas tubuhnya sambil memeluk miranda, wajahnya tertidur di dada miranda, miranda langsung mendorong tubuh sean dengan kuat sehingga menyebabkan sean terjatuh dari kasur, miranda langsung kembali pura-pura tidur, “ sakit” ucap sean meraba bokongnya yang terjatuh tadi, lalu matanya langsung berali ke tubuh miranda yang tidur membelakanginya, untung dia masih tidur ucap sean senang, tiba-tiba telpon sean bedering, “ tuan saya sudah dibawah” ucap leon dan langsung dimatikan oleh sean.
Setelah beberapa jam sean sudah pergi dari rumah, miranda mendengar obrolan sean malam tadi yang akan melakukan perjalananan bisnis hal itu langsung dijadikan rencana untuk pelarian miranda, ia langsung pergi ruang ganti dan mengambil tas dam menaruh pakaiannya seadanya disana, hari ini ia akan mencoba melarikan diri seperti rencananya yang sudah dipikir matang matang, saat sore hari menjelang malam miranda akan kabur lewat taman belakang saat semua orang mulai sibuk dengan aktifitasnya masing - masing.
“Ini waktu yang pas” ucap miranda, ia turun lewat jendela dengan menggunakan tali, lalu tali itu dilepasnya lagi agar tidak meninggalkan jejak, miranda berlari-lari kecil sambil bersembunyi dibalik semak-semak, dilihatnya kekiri-kekanan, masih aman pikirnya, lalu ia berlari kearah pohon, para pelayan masih tidak menyadari keberadaan miranda, lalu dengan sekuat tenaga ia berlari kearah pintu taman belakang, untung dia sudah mencuri kunci pagar itu dari pelayan, lalu cepat-cepat miranda membuka kunci itu, lalu ia melompati beberapa semak-semak lagi dan berjalan sedikit barulah ia sampai di jalan utama, “syukurlah, aku akhirnya bisa kabur” ucap miranda kegirangan sambil melompat-lompat, “aku harus cepat-cepat naik taksi” ucapnya lagi, miranda sudah berjalan sampai halte, tidak menunggu lama akhirnya ia sudah duduk di dalam taksi dengan wajah yang sedikit berkeringat karna terlalu banyak berlari tadi.
“ kita mau kemana mbak” ucap supir taksi itu, “ antar saya ke stasiun C” ucap miranda, supir itu mulai menjalankan taksinya, karna hari itu sudah agak malam jadi dijalan tidak terlalu macet, setelah setengah jam akhirnya miranda sampai, ia akan pergi ke desa yang lumayan jauh dari kota, agar sean tidak menemukannya, miranda sudah selesai membeli tiket kereta, sekarang ia sudah naik di dalam kereta, “ akhirnya aku bisa pergi dari kota ini” ucapnya, ia duduk menghadap ke arah jendela sambil memandangi langit malam, sebenarnya miranda tidak ada tujuan dan arah, ia hanya tau pergi menjauh, sejauh - jauhnya dari sean pikirnya, setelah melihat bintang-bintang dilangit tiba-tiba saja air matanya terjatuh dan mengenai tanganya, “ princes maafkan mami” ucap miranda sambil menangis.
Sebenarny miranda tetap bertahan dirumah sean dikarnakan tidak ingin melihat princes bersedih, tapi miranda sudah mulai lelah melihat sean setiap hari, cukup sebulan ia menahan pikirnya, tidak terasa akhirnya miranda tertidur karna terlalu banyak menangis.
Hari sudah pagi miranda sudah tiba di desa Z, desa pedalaman eropa yang sangat indah, ia akan memulai kehidupan baru disana, miranda mulai berjalan menusuri jalan setapak, sesampai di ladang gandung miranda berhenti sejenak, karna sudah kelelahan, ia duduk di bawah pohon yang rindam sambil bersandar sambil memakan roti dan minum.
__ADS_1
Sementara di masion sean, laki-laki tampan itu sudah mengahancurkan sebagian perabotan disana, sambil memaki para pelayan dan pengawal“ apa kalian bodoh, menjaga satu wanita saja tidak becus”ucap sean sambil membanting vas bunga, sebenarnya sean sudah mendapat kabar kaburnya miranda dari malam kemarin, dan baru pagi ini ia tiba di kota dan langsung melampiaskan kemarahnya kepada parah pelayan dan pengawal.
Setelah puas membanting semua perabotan dan memaki, “ aku tidak mau tau malam ini wanita itu harus ada dirumah ini” ucap sean dengan lantang, lalu ia segera pergi kekamarnya, dilihatnya kamar itu sangat sepih, biasanya ada miranda disana, tapi sosok wanita itu hilang entah kemana, “ bagus, kamu berani melarikan diri, saat aku menemukanmu hidupmu ada ditanganku” ucap sean sambil tersenyum mengerikan.
Ia membuka ruang ganti, dilihatnya pakaian miranda masih ada disana sebagian dan sebagian lagi sudah tidak ada, diambilnya satu pakaian miranda, dan langsung dicobek oleh sean untuk melampiaskan kemarahnya, setelah selesai mandi dan berganti pakaian sean seperti biasa duduk di beranda sambil minum dan merokok, “ kamu pikir bisa lolos, aku sudah cukup besabar selama ini, tapi apa yang kau lakukan kau meninggalkan aku begitu saja, dasar wanita tidak tau diri, sambil melihat foto miranda yang sedang tersenyum manis disana,” aku akan memberimu ke bebasan beberapa hari ini, nikmatilah” ucap sean dengan tatapan sinis.
Drettt… drertt telpon sean berbunyi “ maaf tuan menganggu malam-malam kami sudah menemukan keberadaan nyonya, dia sekarang berada di desa Z” ucap salah satu pengawal suruhan sean, “ bagus awasi dia, sampai aku datang kesana” ucap sean, telpon pun terputus wajah sean berubah menjadi semakin mengerikan, “ lihaat aku sudah menemukanmu, kau tidak akan bisa kabur lagi” ucap sean sambil tertawa.
Miranda sudah mendapatkan penginapan, diperjalan tadi ia bertemu dengan pemuda lokal disana, dan mengantarkan miranda ke penginapannya, miranda sudah turun kebawah, “ nona ada yang bisa saya bantu” ucap jack, “ saya mau minta beberapa handuk besih lagi” ucap miranda sambil tersenyum manis, “ baiklah nona nanti saya antar sekalian dengan makan malam” ucap jack, miranda mengangguk dan naik lagi ke lantai atas, untung saja aku bertemu dengan orang-orang baik ini kalu tidak aku tidak tau harus kemana, ucap miranda dalam hati.
Setelah beberapa menit jack sudah mebawa handuk dan makan malam, “ silakan dinikamati nona, anda pasti lapar” ucap jack, “ panggil aku miranda” ucap miranda sambil tersenyum, “ baiklah silakan dinikamati miranda” ucap jack sambil tersenyum juga kearah miranda.
__ADS_1
Jack seumuran dengan miranda, ia menjaga penginapan itu bersama ibunya, ia lelaki yang tampan, tinggi dan juga tidak kala dengan sean, wajahnya kas orang eropa, setiap miranda berbicara kepadanya ia merasa mempunyai teman, maklum selama ini miranda tidak punya teman untuk berbicara, ia hanya mengajayati tugasnya sebagai ibu rumah tangga yang baik.
Hari semakin malam akhirnya mirandapun tertidur denga pulas, berbeda dengan sean ia masih tidak bisa tidur dan masih terus minum, ia lelaki tampan itu tidak bisa tidur bila tidak ada miranda, miranda seakan menjadi candu baginya, “ dasar wanita sialan” ucap sean sambil membanting gelas wine itu kelantai dan pecah.
Sampai disini dulu yaaa guyssss
jangan lupa nantikan episode berikutnyaaaa, dan jangan lupa comen dan like dan tambah ke favorit yaaa, sebanyak-banyaknya biar writer tetap semangat nulisnya❤️🔥❤️💜
Jack enggak kalah tampan kan wkwk
__ADS_1