
"Baik terima kasih atas kerja sama nya mba"ucap pak polisi seraya tersenyum
"Iya sama sama" jawabnya seraya menerima uluran tangan pak polisi yang meminta bersalaman
"Owh iya pak tadi saya pakai papper spray untuk menyemprotnya ...jadi tolong di tangani ya pak "ujarnya
"Iya tidak apa apa nanti kami tangani ...kalo begitu kami pamit pak, mba" pamit pak polisi kepada Mila dan pria setengah baya itu yang ternyata sudah di samping Mila,Mila mengangguk mengiyakan
"Terimakasih pak polisi "ujar pria setengah baya itu dengan tulus
"Sama sama mari pak "jawab pak polisi lalu para polisi menghampiri begal itu...sedangkan si pembegal sudah tidak bisa berkutik lagi sangkin perihnya di bagian mata dan tenggorokannya
"Bang maaf ya "teriak Mila saat pembegal itu akan di masukkan ke dalam mobil polisi yang biasanya untuk menangkap penjahat setelah mobil polisi sudah berlalu pergi meninggalkan Mila dan pria itu
Mila menoleh karena ada yang menepuk pundak nya
"Apakah kamu yang memanggil polisi ?"tanya pria itu
Mila mengangguk ,ternyata tadi Mila sudah menghubungi polisi dan juga menanyakan tentang pasal pasal pembegalan
"gadis ini pintar juga...dari tadi kenapa aku tidak kepikiran untuk menelfon polisi" batinnya mengagumi sosok Mila
"Nak kita ke rumah sakit y dahi kamu berdarah" ajak pria itu lembut
"Gak apa apa kok om ini cuma luka kecil saja "ujarnya supaya pria itu tak usah membawanya ke rumah sakit
"Kamu harus ikut om ke rumah untuk mengobati lukamu itu...supaya tidak infeksi" terangnya
"Gak usah om aku buru buru permisi "pamitnya yang akan pergi namun di tahan oleh pria itu
"Tunggu!" ujarnya
"Ada apa om ?" Tanya Mila seraya tersenyum datar dan juga membalikkan badannya menghadap kearah pria itu lagi
"Ini "ucap pria itu seraya memberikan sesuatu ke tangan Mila
"Maaf om jangan anggap kebaikan ku ini untuk mengharapkan imbalan... aku tidak butuh imbalan untuk kebaikan yang telah aku buat" ucapnya seraya menyerahkan amplop coklat yang ia duga isi nya adalah uang itu kembali
"Maaf nak bila kamu berfikir seperti itu kamu salah, om hanya ingin berterimakasih karena telah menyelamatkan nyawa om"ujarnya berniat tulus untuk berterimakasih
"Apakah nyawa om di harga i hanya segitu? "Tanya Mila datar
"Bukan begitu nak ... "pria itupun sudah tidak bisa berkata lagi..sudah mati kutu di buatnya
"Om nyawa om lebih berharga dari uang itu" ujar Mila seraya menunjuk amplop yang berisi uang tadi
Kalau begitu aku pamit om pamitnya namun kembali terhenti karena ucapan dari pria itu
__ADS_1
"Tunggu" katanya
"Ada apa lagi om?"tanyanya bingung
"Ini kartu nama om jika kamu kenapa napa kamu bisa hubungin om "ujar nya ,Mila pun mengangguk "Assalamualaikum" ucap Mila dan berlalu ke arah mobilnya
Setelah Mila pergi meninggalkan pria setengah baya itu...
"Gadis yang bijak "gumam pria itu lalu ikut masuk ke dalam mobilnya
Di dalam mobil Mila sedang menyetir sambil melihat chat dari temannya ...dan berhasil mendapat alamat yang tepat
Setelah Mila sampai di kediaman temannya
"tok tok tok Assalamu'alaikum" salam Mila sembari mengetuk pintu dan Sisil pun membuka pintunya
"Waalaikumsalam eh Mila kamu kenapa?"tanya sisil terkejut karena melihat Mila yang berdarah
"Tadi hanya ada masalah saja di jalan" ujar Mila memberi tahu namun hanya setengah nya saja
"Kenapa ? "Tanya sisil
"Tidak apa apa"jawabnya
"ya udah yuk jadi aku masakin nggak nih "ucapnya untuk mengalihkan pembicaraan
"Jadi lah" jawabnya cepat meskipun masih bingung sebenarnya apa yang terjadi dengan Mila namun Sisil memilih diam
"Kamu mau aku masakin apa?" Tanya Mila setelah berada di dapur
"Menu terbaru dari kamu "jawabnya dengan mata berbinar
Mila mengernyitkan alisnya
Sisil yang mengerti Mila tengah bingung pun lalu berujar
"Jangan bingung seperti itu Mil aku tau kalo kamu saat ini mesti sudah membuat menu terbaru dari Restomu...tapi bahannya apa adanya di sini ya" ucapnya seraya menyengir kuda
"Okelah ...btw udah berapa bulan dedeknya?"
"Ini baru 3 bulan "Mila mengangguk
"Makasih ya Mil udah mau datang ke sini hanya untuk menuhin aku yang ngidam...entah kenapa aku selalu inget dulu waktu kamu bagiin makanan ke aku apapun itu pasti rasanya lezat" pujinya pada Mila
"Ih apaan sih biasa aja menurutku" ucapnya yang tak mau terbang karena di puji
"Ihh beneran loh" ucapnya lagi
__ADS_1
Sisil pergi entah kemana meninggalkan Mila yang sedang mencari bahan sehingga Mila tidak menyadari nya
"Eh Sisil kemana? "Tanya nya pada diri sendiri karena baru melihat sekeliling nya tidak ada Sisil
Sil ! ...Sil !teriak Mila
"Ada apa sih teriak teriak" tanya Sisil yang baru datang dengan membawa kotak P3K di tangannya ,Sisil tidak tega melihat darah Mila yang terus keluar sampai membasahi pipinya, jadi dia berinisiatif untuk membawa kotak P3K secara diam-diambkarena kalo bilang pasti Mila akan menolak nya
Mila pun memperhatikan Sisil yang sedang menghampirinya dengan membawa kotak P3K
Pengertian P3K ialah pertolongan sementara yang di berikan kepada seseorang yang menderita sakit atau kecelakaan sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis atau dokter.
"Sini duduk "titah Sisil, Mila pun menurut dan duduk di kursi yang berada di dapur
Dengan telaten Sisil membersihkan luka Mila dengan kapas yang dibasahi dengan larutan pembersih luka
Setelah itu Sisil mengambil kasa steril....kasa steril merupakan sejenis kain tipis dan lembut, biasanya digunakan untuk membalut luka , kemudian di oleskan nya obat pada luka Mila ,dan juga mengambil plester... plester digunakan untuk merekatkan kasa penutup agar tidak terlepas
Setelah selesai mengobati Mila, Mila pun mengucapkan "terimakasih "ucap Mila lalu berdiri dan memulai masaknya lagi
"Maafkan aku Mil yang merepotkan mu" batinnya sembari memandang ke arah Mila
Mila memutuskan untuk memasak makanan pek cam kee untuk Sisil....setelah lama berkutat dengan peralatan dapur pun akhirnya selesai juga...Mila langsung memindahkan nya ke piring yang sudah di siapkan...lalu meletakkan di meja dapur depan Sisil
"Wah !" Pekik Sisil dengan mata berbinar
"Terimakasih Mil"ucapnya
"sekarang udah sore kamu nginep aja yah di sini" pintanya dengan wajah memelas
Mila pun tak tega di buatnya
"Lagian aku ini di rumah sendirian karena suami aku sedang keluar kota temanin aku yah Mil pliss" ujarnya seraya mengatupkan tangannya
Mila mengangguk karena tak tega melihat bumil ini yang memelas kepadanya
"Hore !"pekik Sisil dengan tersenyum manis
Mila pun ikut senang melihat nya
...----------------...
apa yang di rasakan kalian setelah membaca novel ku
sedih😔
senang 😀
__ADS_1
kecewa/😭
membosankan?☹️