
1 minggu kemudian
Di kediaman keluarga Erin
"Apa" pekik Erin terkejut
"Iya nak calon suami kamu akan datang melamarmu" ucapnya lirih
"Kapan ?"tanyanya dengan suara yang sudah menurun
"Besok" ucap Ibunya Erin dengan lirih,Erin pun melotot,"secepat itu kah?"tanya Erin terkejut
"Iya nak" jawab Ibu sambil menunduk
"Maafkan Ibu nak..."ucapnya yang mulai menangis,merasa ini adalah kesalahan dirinya yang telah menjodohkan Erin dengan orang asing bagi Erin,namun Ibu nya Erin sudah mengenalnya jauh sebelum Erin tau
Erin yang tak tega pun menenangkan Ibu nya
"Tidak apa-apa kok bu aku udah ikhlas "ucapnya dengan mengelus pundak Ibu mencoba ikhlas walau berat
"Kamu yakin nak hiks... hiks "tanya Ibu yang terus terisak ,meskipun Ibu tau kalo calon suami Erin Insyallah bisa mengerti Erin setelah pertunangan nanti, ia sudah mengenal betul calon mantunya,ia sering mencari tahu tentang calon menantunya itu, sebelum menerima dia menjadi menantunya...tentu ia harus memastikan sikap dan sifat calon menantunya itu
"Aku yakin bu" Ucapnya mantap untuk meyakinkan sang ibu
Setelah Ibu mulai tenang ,Erin melepaskan rengkuhan tubuh ibunya dari pelukan nya
***
Sekarang Erin sedang menangis di ruangan Mila...
setelah tadi menenangkan ibunya, Erin pamit mau ke RESTORAN nya Mila...
"Hiks ...hiks ...hiks aku takut" ujar nya terbata karena masih terus terisak
Cakra yang melihat Erin menangis tersedu pun merengkuh tubuh Erin ke dalam pelukannya
malam hari
Entah kenapa Dika tidak bisa tidur sudah mencoba berbalik ke kanan kiri pun tetap tidak bisa terlelap karena wajah Mila selalu menari nari di fikirannya
sejak tadi siang Dika berfikir akankah dia bisa melanjutkan misinya untuk menaklukkan hati Mila yang sedingin Es itu? , hati dan pikirannya selalu tidak sinkron, hatinya berkata kejarlah dia sampai dapat, namun fikirannya menyuruhnya untuk berhenti...Dika bimbang harus mengikuti kata hati atau fikirannya , sedangkan sampai saat ini mereka belum ada kemajuan ,hanya sekarang Dika sudah mulai mengenal Mila dengan baik lewat story' watshap nya , banyak kata kata motifasi dan penyemangat setiap hari seperti kata kata terkadang kita lupa dunia ini tak akan selamanya... menunggu kita menaklukkan ragu ,beranikan diri tuk mengejar mimpi
"Jika aku menyerah namanya aku mundur sebelum maju "ucapnya
"Jika aku mengungkapkan rasa ini, apakah Mila akan menerimanya ?" tanyanya pada diri sendiri
__ADS_1
"aku tidak bisa memendam rasa ini terlalu lama... semakin lama rasa ini terpendam semakin aku ingin mendekatinya"gumamnya
dari kejauhan aku selalu memandang nya ...Dika mengingat kala dirinya selalu memandang Mila diam diam dari jarak yang cukup jauh
"aku berharap bisa memilikinya" harapnya
"namun bila skenario tuhan berkata lain maka aku akan berusaha ikhlas walau sakit"Dika sedang mencoba menimbang nimbang akibatnya
***
Dika sedang memantapkan hatinya untuk mengungkapkan perasaannya
dia sekarang benar-benar yakin untuk mengungkapkan nya meskipun ada kalanya di tolak namun Dika tak mau kehilangan orang yang di cintai nya lagi
***
kebimbangan nya telah musnah berganti dengan keyakinan,yakin akan perasaan nya
Dika mencoba lagi untuk memejamkan matanya, dan setelah beberapa menit akhirnya Dika terlelap,karena waktunya sudah tengah malam
***"
pagi telah menyambut sinar mentari mulai beranjak ke arah timur menyinari bumi yang nampak bulat
***
siang harinya Dika sudah berada di Restoran Ninggal janji, namun sudah lama dirinya menunggu Mila tapi belum datang juga padahal dari tadi dirinya selalu mengintai pintu ...setiap orang yang keluar masuk semua nya ia perhatikan,jam sudah menunjukkan pukul 2 itu artinya Dika berada di sana sudah 2 jam lebih dan akhirnya dirinya lebih memilih pulang dan kembali lagi besok
***
sedangkan Mila sekarang berada di rumah Erin ,Mila sedang sibuk membantu Ibunya Erin untuk mempersiapkan makanan untuk calon besannya
sedangkan Erin di temani oleh Liza di kamarnya
"aku takut Liz jika calon suamiku gendut atau hitam gimana?"Erin dari tadi sibuk menduga-duga sampai Liza memutar bola matanya jengah
"Aku yakin ibumu pasti memilihkan jodoh yang terbaik untukmu,ingatlah !restu orang tua juga restunya Allah" kata Liza yang tadi sudah di ajari oleh Mila
"jika kita menikah tanpa restu orang tua percayalah Allah juga tidak akan merestuinya"kata Liza lagi
"tumben jadi bijak liz "ejeknya
"belajar dari Bu ustadzah tadi" katanya seraya tertawa
"pantes "cibirnya
__ADS_1
"ustadzah ustadzah palamu !"pekik Mila yang baru masuk dan mendengar kan perkataan mereka berdua
"eh ustadzah! "reflek Liza menutup mulutnya sembari menyengir kuda karena mendapat kan pelototan dari Mila
"kalian sedang ngomongin apa hah?" tanya Mila pura-pura tidak tahu padahal dari tadi dirinya sudah menguping percakapan mereka berdua
"nggak bahas apa apa kok "elak Liza
"owh y " tanyanya memancing
"ya mm iya kan Er "liza meminta persetujuan kepada Erin dan Erin mengangguk mengiyakan
"nggak usah ngelak lagi deh! "Ujar Mila dengan tersenyum
"aku tau kok kalian lagi ngomongin aku kan ?...sudah aku bilang jangan panggil aku ustadzah,aku belum pantas jadi ustadzah ngerti!" tekan Mila sambil tersenyum supaya tidak merusak suasana yang lagi damai
"tapi kamu kan kalo ceramah memang seperti ustadzah,panjang kali lebar" ujar Liza ,Mila pun mendengus sebal ,dan menggelitik mereka dengan ganasnya sampai mereka tertawa terbahak bahak
"hahahahhahahhahhaahahhahahah" tawa mereka berdua
"sudah Mil geli ...hentikan! "perintah Erin dengan masih tertawa , namun Mila masih tetap ganas menggelitik mereka dan saat mereka berdua bertatapan mereka seperti mengisyaratkan sesuatu lewat mata mereka
Mila yang sudah tau trik mereka berdua pun langsung lari keluar kamar ,tak membiarkan trik mereka berhasil untuk membalas dirinya, mereka berdua yang melihat Mila lari pun hanya menggeleng kan kepalanya "anak itu selalu saja tau trik kita" gerutu Erin
"iya gagal lagi deh ...."sambung Liza
mereka merencanakan untuk beraksi diam diam untuk mengerjai Mila... dari dulu Mila tak pernah bisa di kerjai ,trik mereka selalu di tebak dengan gampangnya oleh Mila
"gimana kalo besok kita jebak Mila? "ide Liza sehingga membuat Erin bingung
"maksudnya?" Tanya Erin yang tidak paham
"ini ..."kata Liza sambil menunjuk henfon yang iya genggam ...ada sebuah chat entah dari siapa
"itu ide yang bagus "kata Erin setelah melihat isi chat dari orang itu
***
pukul 07.30
waktu acaranya tiba yaitu acara pertunangan, pertunangan adalah proses yang dilakukan sebelum lamaran,ini bukan lah proses yang wajib di lalui bagi pasangan yang ingin menikah.adapun proses ini di lewati dan langsung ke proses lamaran namun mereka juga belum saling kenal jadi lebih baik pertunangan dulu supaya saling mengenal
...****************...
maaf ya para readers setia...karena baru update...kemarin author gak bisa update karena henfon di sita sama momy nya author...maaf sekali lagi...ini juga henfon baru di kembalikan...jadi baru bisa up🙏🙏
__ADS_1