
viola mulai mendekat ke samping Kazumi.
lalu viola mulai berfikir untuk bicara.
"hmm,Zum"panggil viola pelan.
"ya,apa vio,butuh bantuan juga,sini gue siap sedia ngedengerin nya"ucap Kazumi dirinci senyuman.
"hmm,itu.....anu"gugup viola.
"Lo kalo ngomong yang bener dikit Napa ngak jelas tau ngak."canda Kazumi agar suasana tidak terlalu canggung.
seketika viola memeluk Kazumi begitu erat seakan tak ingin melepas.dan tak lupa Kazumi jug ikut membalas pelukannya walaupun sedikit kaget.
"gue butuh bantuan Lo,Lo mau ngebantuin gue kan"bisik viola di telinga kazumi.
"Lo butuh bantuan gue,tenang kok gue bakal bantu Lo tinggal ngomong dan ngelepas beban".~dan biar gue yang tanggung semua beban lo~lanjut Kazumi dalam hati.
"ayah sama ibu gue bertengkar terus gue sebagai anaknya udah ngak kuat ngehadapin nya gue mau lepas dari beban ini"ucap viola yang terus berusaha tegar di dalam dekapan Kazumi.
__ADS_1
Kazumi menghela napas lembut lalu mulai berbicara"Lo bisa lepas dari semua itu,Lo jangan datang ke rumah orang tua Lo selama 1 thn"ucap kauzmi memberi saran pada viola.
"ok,gue bakal ikutin cara Lo,maksih ya Kazumi Lo emang sahabat ter the best"ucap viola lembut dna penuh semangat.
"iya udah tenang aja gue bakal urus kok,ada lagi masalah lo?"ujar Kazumi pada viola.
lalu viola melepas pelukan nya dengan perlahan.
"gue sering ribut sama SMA sebelah"ucap viola dingin dan terasa aura benci.
"siapa yang sering ribut sama lo?"tanya Kazumi.
"hmm,ok makasih ya,Lo sekarang dengerin musik jepang,gue yakin pasti bakal tenang"saran Kazumi.
lalu di jawab anggukan oleh viola dan beranjak pergi untuk pergi ke kamar nya,lalu kini Kazumi sendiri dikamar.
"gue harus cari cara mau bagaimana pun gue ngak boleh biarin mereka menderita"ucap kazumi dengan wajah penuh semangat membara.
"walau gue yang terus terbebani"ucap Kazumi lalu wajahnya berubah seketika menjadi sedih.lalu ia tersenyum miris memandang masa lalu.
__ADS_1
Kazumi tidka buang buang waktu ia pergi ke kamar seluruh para boy yang ada di ruangan namun nihil para boy itu tidka ada dikamarnya.
"satu lagi kamar Alan kalo ngak ada gue sleding tuh mereka semua"gumam Kazumi yang sudah pusing mencari keberadaan mereka.
Yap mereka ada di kamar Alan Yang sudah pasti tidak ada yang akan menolak jika berada disana.karena ruangan kamar Alan yang buku buku tertata rapih,warna ruangan yang berwarna biru keputihan,lalu dengan lagu Jepang yang tenang dan indah,ditambah lagi cemilan cemilan milik Alan di simpan di bagian meja belajar.
udara yang sejuk menambah kesan tenang didalam ruangan Alan.
"pantes aja mereka disini,ruangan Alan mah beda tenang,adem,sejuk,nyaman,rapi lagi.ngak kayak mereka tuh cih berantakan hawa panas pokoknya ngak nyaman ditempatin lah"gumam Kazumi.
"woi boy,ada tugas penting"ucap Kazumi sedikit berteriak pada mereka.
"tugas paan dah, jangan ngegangu ketenangan lah Zum"sahut Fin yang sedang duduk dengan mengemil.
"tau Zum lagi enak nih,jangan ngangu lah"ujar Kevin.
"yaudah kalo Lo mau ngeliat para girl menderita"ucap Kazumi seraya meuntup pintu kembali.
"eh tunggu Bambang, maksud Lo apa dah?"tanya Fin.
__ADS_1
Kazumi kembali membuka pintu lalu memasang senyum menyeringai.