
dia berdiri.
"apa ?mau balas dendam?!terserah lagi pula gue ngingetin doang dan mungkin urusan kita sudah selesai"ucap wanita itu.
"lita.gue mau ngomong,Lo yang nyelamatin temen gue dari cowok?!"tanya Kazumi.yap orang yang menolong yumeko adalah Lita.
"iya gue sendiri yang nyelamatin.kenapa salah?!"ujar Lita dingin.
Kazumi menghela napas.lalu angkat bicara lagi.
"kalo Lo yang nyelamatin temen gue,gue sahabat nya mau bilang makasih sama Lo,dan yah,gue ngerti kok apa yang tadi siang Lo bicarain sama gue.sekali lagi gue mau bilang makasih"ucap akzumi lembut.
"hmm,luka Lo ngak papa kan?!?"tanya Lita sedikit gugup.
"hah,tidak memang masih lumayan sakit,tapi tenang aja lah,beberapa hari lagi pasti sembuh."ucap Kazumi memasang wajah gembira dan ceria.
"Lo jangan nahan.gue tau pasti sakit kan.hmm kalo Lo mau Lo bisa ke rumah gue buat ngobatin luka Lo"ucap Lita sedikit lembut.
"ngak usah kali lit,gue ngerti kok gimana rasanya ngak ngedapetin apa yang kita inginkan"ucap Kazumi yang pertama ceria menjadi sendu.
"muka Lo kenapa kok sedih gitu,ada masalah ya?"ujar Lita yang sedikit khawatir.
"hmm,ngak kok aelah masa sih ornag sesantuy gue ambyar "ucap Kazumi cepat cepat mengubah ekspresi wajah menjadi ceria.
"ya terserah sih,tapi gue tau kok Lo bohong,lagi pula gue ngak maksa untuk Lo cerita"ujar Lita.
"uhuk....uhuk"Kazumi batuk kecil.
Lita yang masih diam dengan menikmati angin yang berhembusan.
"hmm,kalo Lo ngak keberatan gue mau jadi temen Lo Zum,Lo terima gak,soalnya gue ngak punya temen"ujar Lita sedikit gugup.
Kazumi yang tadi sedang batuk langsung menoleh dan memperhatikan Lita,lalu Kazumi menjawab pertanyaan dari Lita.
"eh...iya kok boleh,gue mah orang nya Nerima temen Mulu kok"ucap Kazumi.
langsung lah Lita memeluk Kazumi sedikit erat karena ia takut luka Kazumi semakin sakit Jiak ia memeluknya terlalu erat.lalu ia bisikkan di telinga kazumi "makasih Zum".
Lita pun melepas pelukan nya lalu tersenyum hangat pada Kazumi ia tak lupa berpamitan karena sudha waktu nya ia harus pulang.kini Kazumi sendiri di halaman belakang masih dengan senyuman lebar yang mulai memudar.
"uhuk....uhuk....uhuk.."Kazumi kembali batuk.lalu Kazumi memutuskan untuk pergi dari halaman sekolah dan segera pulang.
soal teman teman nya nanti ia akan memberitahu pada mereka.
>>>>>>>>>
Kazumi pulang dengan terus terbatuk batuk.lalu ia segera berlari kearah kamar dan menuju toilet.
kazumi masih batuk dan apa keluar darah dari mulutnya terus mengalir.
"cih Luka kecil ternyata"ujar Kazumi tersenyum kecil.
Kazumi kelaur dari kaabr mandi seraya terus membersihkan darah yang ada dimulutnya.
setelah memastikan sudha tidaj batuk lagi Kazumi berfikir untuk tidur sebentar ia merasa badan nya cukup berat untuk berjalan lagi.
Kazumi langsung berbaring diatas kasir nya lalu mulai memejamkan mata.
tapi Kazumi tidak bisa tidur karena badan nya panas dan kepala nya yang sangat pusing ditambah mata nya yang muali kabur.
Kazumi bangkit dari baringan nya.ia masih terus berusaha membenarkan penglihatannya yang kabur.
__ADS_1
Kazumi berjalan keluar.sepi,hening itulah suasanan yang ada dirumah itu.kazumi turun kebawah dengan hati hati.
ditangan nya di genggam sebuah perasaan yang masih berat.
Kazumi pun terduduk di sofa lalu mengatur nafas nya.
setalah yakin sudah merasa tenang.kazumi menoleh kearah kanan dan kiri.
Kazumi bangkit dari duduknya lalu kembali menaiki tangga.namun pusing yang ia rasa mampu mengalahkan arah pandangan nya.
saat Kazumi sudah ditangga tengah ia mulai kehilangan keseimbangan.
pingsanlah Kazumi dengan mulut yang mengeluarkan darah.kazumi jatuh.
Kazumi terguling kebawah.ia masih setengah sadar.
"ngak gue harus bertahan,kalo gue sampe masuk rumah sakit lagi pokoknya gue uhuk....uhuk....le-mah"Kazumi masih dalam pendirian nya ia berjanji tak ingin menyusahkan karena teman nya lagi.
"hmm,uhuk....uhuk....le-mah"Kazumi bangkit dari jatuh nya.
Untung saja Kazumi tidak berteriak jika ia berteriak viola dan yumeko pasti akan segera membawa ia keruang sakit.
Kazumi bangkit perlahan lahan ia menaiki tangga lagi.
Kazumi segera membuka pintu kamarnya lalu segera menguncinya dengan rapat.
Kazumi bersandar di bawah ranjang nya.kazumi terus mengatur napas yang tak beraturan.
ia baru teringat tadi saat disekolah banyak sekali surat surat dibawah kolong mejanya lalu Kazumi membawanya ingin membaca apa yang mereka kirimkan untuknya.
"Lo tuh lemah Zum,jangan sok sad deh ya"
~
~
"ish kalo jadi Lo mah ya gue mah diem aja,lah Lo caper alay ish najis deh, gimana caranya sih lo bisa punya temen baik sementar Lo sendiri ewh ngak level"
~
"ngak usah caper,mati aja Sono"
~
"kalo gue sih ya diem jangan alay sok pura pura sad biar diperhatin.,emang ya Lo tuh orangnya caper,alay,lemah,sok kuat,terus senyum tuh selagi bisa"
~
tanpa sengaja buliran air mata jatuh dari pelupuk mata Kazumi.
ia tak kuasa menahan lebih lama lagi bertahan.dan dia juga tak bisa harus terus senyum.mau bagaimana lagi dunia mentakdirkan hidup nya di dunia kesedihan.
Kazumi tak bergeming ia terus liaht tulisan tulisan yang berbeda dan juga kata kata pedas yang mereka tujukan pada Kazumi.
Kazumi menangis tanpa bersuara,namun tak menghentikan air matanya.
air mata terus mengalir membasahi pipi dan kertas yang ada tulisan dari siswa siswi SMA nya.
sudah tak kuat Kazumi berkedip lalu mencengkram erat baju nya kepala nya ia tundukkan.
Kazumi menangis dalam diam.luka yang ia dapat tidka mungkin bisa diobati.bahkan ia juga memendam rasa benci dan juga rasa ingin pergi dari dunia itu.
__ADS_1
semakin kuat cengkraman yang dibuat oleh Kazumi.ia masih terus menangis dalam diam.
ranz yang melihat itu tidak bisa berbuat apa apa ia membiarkan Kazumi untuk melampiaskan rasa sedihnya dulu,karena jika ikut campur akan menimbulkan Kazumi terus menangis karena menjawab.
sesekali Kazumi menarik napas lalu menghela napas.
ia sudah kehilangan ketegaran yang ia miliki.
"sabar lah Lo harus kuat sabar"semangat kecil dari ranz lewat dari dalam hatinya.
Kazumi yang mendengar perkataan ranz menjawab nya dengan segera.
"orang bisa berkata„ sabar.tapi takkan bisa merasakan sakitnya.didalam kesabaran!!
luka tak pernah bersuara,karena air mata jatuh tanpa bicara."ucap kazumi sedikit keras.
"orang yang tersenyum tidak hanya karena dia bahagia,terkadang senyum itu untuk menutupi kesedihan"ucap Kazumi yang masih berusaha tegar.
ranz hanya bisa diam dan menunggu diri Kazumi sudah mulai tenang.
Kazumi langsung ke toilet mencuci mukanya lalu keluar dari kamar,dan ranz pun menghilang.
keluar dari kamar Kazumi melihat Alan CS marah padanya karena telah meninggal kan mereka semua.
disitu juga ada viola dan yumeko.
Kazumi turun perlahan walau masih sedikit terasa pusing.
mereka tampak tak ingin bicara pada diri Kazumi yang baru saja turun dari tangga.
"hmm.ke-"ucapan Kazumi terpotong Dan Fin menyela ucapan yang baru saja akan dilontarkan oleh Kazumi.
"Lo tuh bisa ngak sih Zum jangan sedih terus,kita nih bingung cara hibur Lo biar ngak pira pura bahagia,dan tadi Lo malah pergi tanpa ngasih kabar,kemana aja Lo hah,nangi,kenapa Lo harus nangis terus,semua hidup itu pasti punya maslaha,Lo ngak boleh ngeluh,kenapa hah jawab jangan diem aja Lo!?!!??"bentak Fin begitu lantang terhadap Kazumi.
Kazumi yang mendengar nya sedikit sakit,meras bersalah,dan lupa memberi kabar.
Kazumi masih mendengarkan kan bentakan dari Fin dengan menundukkan kepala walau ia harus bisa menahan tangisan.
"cukup!!!!!"teriak Kazumi terhadap fin.mata Kazumi terlihat sudah berkaca kaca saat berhadapan. langsung menatap sahabatnya
"aku nangis bukan karena lemah,hanya saja sudah terlalu lama mencoba bertahan dan berpura pura bahwa semuanya baik baik saja.aku kuuat percayalah,dan aku tak perlu dikasihani!!!"teriak Kazumi dan berhasil membuat air matanya jatuh tepat di hadapan sahabat sahabat nya.ya,ini pertama kali Kazumi menangis di hadapan teman temannya.
Kazumi ebralri karena sudha tak tahan dengan keadaan.apalagi melihat teman nya saja tidak mengerti perasaan apa yang selama ini ia alami bahkan Kazumi rela tak tidur demi menahan tangis.
bahkan sahabatnya saja tidak tau Kazumi rela pergi demi menyebunyikan kesedihannya.kare apa karena tak ingin membuat beban untuk semuanya.
Kazumi bersender di pintu setelah mengunci nya.
Alan dan yang lain nya segera berlari ketika melihat darah yang akan keluar dari mulut Kazumi.
Kazumi kini masih bersender dengan darah yang terus mengalir dari mulutnya.
"Zum buka pintunya"ucap Rey dingin sebenarnya dia sangat khawatir akan kondisi Kazumi.
"zui,lo harus buka pintunya"ucap Alan sedikit elmbut namun terkesan dingin.
Kazumi memang sudha tak ingin lgi meliaht teman nya menderita karena nya namun ia juga tak tega membiarkan teman nya terus menunggu di depan pintu.
Kazumi mebuka di depan ada Alan tiba tiba Kazumi jatuh ke dekapan alan.lalu ia berkata 'ngak usah bawah gue kerumah sakit'dan disitulah Kazumi tak sadar kan diri.
bagiamana kelanjutannya?!?!?
__ADS_1
kita lihat episod selnjutnya!!