
Alan POV.
"hmm gue harus terus cek,ini apaan coba?!?"batin Alan.
ia mendapat sebuah pesan dari musuh seseorang yang ia kenal.
"hmm maksudnya dia nantangi gue gitu!?"Alan meyakinkan diri bahwa itu memang benar musuh dari seseorang yang ia kenal.
"heh,terlalu cepat mengambil keputusan."Alan terus memperhatikan handphone nya yang berisi pesan dari musuh seseorang yang ia kenal.
"Rey,bilang gue pergi ke kamar"Alan berbisik pada Rey.
Alan berjalan pergi dari sana.lalu berlanjut ke kamarnya.
"hmm dia ngirim pesan apa harus gue ladenin"ucap Alan.
lalu Alan terdiam sebentar tak perlu waktu lama Alan mengambil jaket miliknya di lemar pakaian setelah itu kembali bergegas keluar.
"gua harus lewat pintu belakang"gumam Alan karena tak ingin dicurigai oleh siapapun.
"fyuh,untung semuanya fokus ke zui sama Fin"Alan berhasil keluar lewat pintu belakang.
Alan berjalan santai menuju sekolah sebelah.setelah sampai.
"oh tepatin janji ya,kita lihat,gu bakal balas dendam ke Lo"ujar wanita itu dingin.
__ADS_1
"heh,terserah gue udah pernah bilang jangan ambil keputusan terlalu cepat"ucap Alan dingin dna wajah datarnya.
"Lo bakal tau apa yang gue lakuin kenlo nanti saat lomba antar SMA"wanita itu terus mengepalkan tangannya kuat kuat dan aura dendam pun begitu kuat.
"tersera tapi jangan pikir gue lengah terhadap Lo"jawab Alan dingin.
"hah!?!,gue bakal bikin Lo tau rasanya kehilangan orang yang berharga"wanita itu terus menguatkan tekad membunuh pada Alan.
Lo yakin Lo bisa gue ngak percaya Lo bakalan bisa ngelakuin itu"ledek Alan namun tetap dengan dingin.
"lihat gue sama kakak gue ngak bakal lepasin Lo gitu aja"wanita itu Kembali bersifat dingin.
"hmm"deheman Alan.
lalu wanita itu pergi dengan memasang earphone miliknya.dengan tangan yang dimasukkan kedalam jaket miliknya.
"gue bakal tunggu itu"gumam Alan.
begitu juga dengan Alan dia pergi meninggalkan tempat pertemuannya dengan musuh seseorang yang ia kenal.
**author:hayoloh gaya siapa tuh yang begitu tangan dimasukin terus pakai earphone kesayangan nya.hayo siapa ya? semuanya misteri.
author:yang tau komen dibawah ya.kalau tau berarti baca novel yang lainnya nih soalnya ada keterkaitannya nih novel sama novel yang lain.ayo beri semangat author ya**.
>>>>>>>>>>>>>>
__ADS_1
Author POV.
di ruangan tengah masih terdengar heboh karena Kazumi dan fin.mereka masih tak mau mengalah dan tetap adu bacot.
"woi udahlah kita main yang lain aja"lerai viola yang sudha bosan.
"heh nyet Lo tau apa emang sama nih monyet kita harus basmi kebuchinan nya"ujar Fin.
"jangan gitulah Fin. bosen nih"pinta yumeko.
"pokoknya gue mau tetep ribut nagk amu ngalah sama si monyet ini"kekeuh Fin.
dan yang lain hanya bisa menghela napas kasar.
"woi nyet,udahan yuk ganti permainan nyet"ujar Kazumi.
"ok dah nyet gue setuju sama Lo nyet"ucap Fin yang menyetujui usul Kazumi.
"nah gitu dong tapi bisa ngak akur dikit,masa Lo pada manggil nyet si monyet isnyet gitu"ujar yumeko.
"lah tau apa Lo nyet diem ajalah"uajr Kazumi lalu Kembali duduk seperti semula.
"ok deh yang nentuin si Alan aja dia kan kalo punya ide bagus tuh"usul Kazumi.
dan dari arah belakang ada sebuah suara.
__ADS_1
jangan lupa vote,like,koment nya ya.