
Suara bunyi alarm terdengar....
tiiit.....
tiiiiit....
tiiiit...
Terlihat seorang gadis cantik di atas springbed Kingsize mengulurkan tangan kirinya untuk meraih alarm yang terus berbunyi....dan mematikannya
*visual Esmeralda Agatha Laksono
"emmghh... Kenapa alarm ini tidak tau waktu "
Cemberut gadis cantik tersebut
dia adalah Esmeralda Agatha Laksono, teman-temannya sering memanggilnya dengan sebutan Alta mirip dengan nama seorang pria namun ia menyukai nama panggilan tersebut
Agatha yang terbangun sedari tadi membangunkan badanya dan bersandar di atas tumpukan bantal,tak berselang lama suara pintu kamarnya terdengar....
disana terlihat seorang wanita paruh baya yang di belakang telah bersiap 4 orang pelayan Mansion Agata
"silahkan...kerjakanlah " pintah Agata
"terimakasih non" senyum Bi Ratih,
ia adalah Kepala pelayan Mansion Ayah Agatha yang bekerja hampir sebagian dari umurnya sekarang,bi Ratih yang berumur 45 tahun maka ia bekerja dimansion ayahnya sudah sekitar 25 tahun
"aku mau langsung mandi bi.. siapkan air hangat yah" Agatha
"baik non" bi Ratih
Agatha yang sudah biasa dengan para pelayan setiap pagi masuk ke kamarnya itu merasa tidak terganggu lagi, karena dari kecil dia sudah dibiasakan disediakan dan dimandikan oleh para pelayan dsana itu adalah perintah dari ibunya
"Airnya sudah siap non"
ucap salah satu pelayan dari arah kamar mandi..
" Terimakasih Lucie kau yang terbaik "
Agatha tersenyum ramah dan menaikkan jempol kearahnya.
Lucie meras bahagia karena anak dari pasangan suami-isteri itu selalu menghargai semua orang yang bekerja untuknya..
"Itu sudah tugas hamba non...dan terimakasih atas pujian yang nona berikan" senyum Lucie
"jangan terlalu formal kepadaku Lucie, kita sudah bersama dari kecil jadi menghargai pekerjaanmu itu bukan apa-apa lagi bagiku cukup kamu setia dari kecil sampai sekarang aku sangat bahagia"
ucap Agatha sambil tersenyum menuju kamar mandi
Disaat Agatha ingin menutup pintu kamar mandinya
"Tunggu nona,biarkan kami ikut melayani nona" Ucap bi Ratih
"husstt... keluar saja biar saya mandi sendiri bi,ini sungguh memalukan" Cemberut Agatha berjalan sambil mengehentakkan kaki...
terlihat kekehan kecil dari pelayan yang ada dikamar Agatha,sungguh itu adalah pemandangan yang indah menurut mereka karena Agatha terlihat seperti anak kecil saat menghentakkan kakinya...
" hhe emmm .." Tiba-tiba terdengar suara dari depan pintu kamar Agatha
__ADS_1
"kalian sudah bekerja dengan baik sepertinya" terlihat seorang Pria yang sudah berumur berdiri dengan tegap dan masih terlihat tampan.
Para pelayan menoleh dengan serentak
." Maafkan kami tuan " Ucap bi Ratih panik
" tidak apa-apa bi,kalian adalah pelayan setia di Mansionku jadi aku sudah tau seperti apa kerja kalian dan bagaimana" Ucap Laksono
"Maafkan Kami terlalu lancang tuan "
" ia tidak apa-apa ku bilang, kalian keluarlah putriku mungkin sudah bisa melakukannya sendiri,tapi tetap siaga jika putri kecilku itu membutuhkan kalian " Ucap Laksono dengan senyum kecil mengingat putrinya yang tumbuh dewasa sekarang.
"Siap tuan " pelayan dengan serentak dan keluar dari kamar
...Beralih Dari London ke Dubai...
KANTOR PT.PRIMA ALEXANDER
Terpaut 4 jam lebih cepat dari London,disana sudah terlihat seorang Pria bertubuh tinggi besar dan sangat atletis,dia berada di ruangan kerjanya yang begitu luas terlihat sedang mengamati laporan ditangannya ia mengerutkan dahinya...
"Apa yang perusahaan butuhkan hingga mengeluarkan uang sebanyak ini ? " ia melihat intens kearah pria yang berdiri tepat didepan mejanya, terlihat raut wajah yang Marah dan kecewa membaca hasil laporan tahunan perusahaannya
"saya juga menaruh curiga dengan laporan ini tuan, tadinya saya ingin memberikan hukuman langsung pada kepala keuangan,tapi sebelum itu anda perlu melihatnya terlebih dahulu "
ucap arsen,ia adalah sekretaris dan sudah menjadi asisten pribadi dari Alexander Jacob selama perusahaan PT. PRIMA ALEXANDER.
jika ia adalah sekretaris berarti pria yang sedang dilanda emosi itu adalah Jacob,yahhh Alexander Jacob Seorang pria yang ketampanannya mampu membuat siapapun yang melihatnya akan terpanah olehnya
*contoh visual Alexander Jacob.
"Bawa pimpinan Divisi Keuangan perusahaan Kehadapanku saat ini juga" ucapnya tanpa jeda dan terlihat memerintah...
"Emm Cepatlah kau Taukan aku sangat tidak suka membuang waktuku" Ucapnya memperingati
"Iyya tuan.." ucap arsen
Melihat kepergian arsen dari ruangannya, terlihat disudut bibir dari Jacob menyungging naik.
Terlihat senyum smirk dari sudut sana dan itu sangat mengerikan,senyum smirk khasnya itu ia perlihatkan hanya disaat apa yang ia rasakan ingin ia akhiri saat itu juga...
Lama ia menunggu kedatangan arsen dan itu membuat Jacob merasa dongkol karena cukup memakan waktu sangat lama, sedangkan baginya waktu adalah hal paling berharga....
***
***
"tok..tok..tok..."
terdengar suara ketukan pintu
" Masuk "
terlihat 2 pria melangkah masuk ke dalam ruang kerja Jacob,dan tibanya langsung membuka suara
" Maaf tuan apakah ada yang bisa bantu, katanya tuan memanggil saya ", ucap pria tersebut yang ditemani arsen masuk
"Cihhh...Kau belum menjelaskan apa yang dia perbuat Arsen"
Ucap Jacob begitu tenang dan tidak mengekspresikan mimik muka apapun
__ADS_1
Pria itu menggelengkan kepalanya
"Belum tuan,kata pak Arsen nanti saya akan tau dengan sendirinya" ucapnya
"Ha-ha-ha....Kau cukup berani rupanya" Jacob tertawa sinis kearah pria itu
Arsen yang melihat ekspresi dari bos-nya itu mengetahui apa adegan selanjutnya,ia tidak tau harus melakukan apa pada pria yang tengah diambang Kematian itu....
Dari tertawa,hanya menghitung detik tiba-tiba ekspresi muka dari Jacob berubah datar dan mengintimidasi...ia melemparkan Berkas laporan itu ke hadapan pria tersebut...
"Secerdik apapun kau menyembunyikan pengeluaran gelapmu itu,jika sudah sampai padaku maka semuanya hanya akan sia-sia"
Bagaimana Tidak Jacob adalah Lulusan S3 Bisnis dan sekaligus Manajemen di Universitas x yang terkenal di Amerika dengan Predikat Cumlaude dan Jacob adalah mahasiswa yang namanya tercantum Jelas sebagai peraih nilai tertinggi dan sempurna,belum ada yang bisa mengalahkannya hingga kini...
Apa yang didengar pria itu membuatnya langsung berlutut dihadapan Jacob memohon Ampun...
"Siapa kau sebenarnya,aku tau kau bukanlah orang yang pernah aku wawancarai saat itu.." tatap Jacob sinis padanya
Pria itu hanya terdiam tanpa suara......
"Arsen kau ingin bermain hemm...."
"hemm..idemu tidaklah buruk, sepertinya memenggal kepala ibunya dihadapannya emmm...sepertinya cukup menghibur " seringai arsen terlihat jelas dan diangguki oleh Jacob yang berarti apapun yang Arsen putuskan akan Jacob terima.
Pria itu tertegun mendengarnya, jantungnya saat ini sudah berdegup kencang,nafasnya memburu dengan cepat. ia tidak ingin keluarganya terlibat dengan masalahnya
"Tunggu..Aku mohon jangan ganggu keluargaku" Suaranya terdengar bergetar dan serak ingin menangis
Jacob mendengar itu tersenyum jahat kearahnya
"katakan siapa kau dan bagaimana kau bisa menebus dosamu atas kerugian perusahaan dan waktu para karyawanku yang berjuang selama ini" senyumnya terlihat sangat mengerikan
"Ssa-ssa-saya...." ia terhenti
"Pedro Anggota Black Start,saya dikirim oleh atasan saya menyusup ke perusahaan anda untuk mengirim aset dan data perusahaan anda ke organisasi kami", ucapnya sambil meneteskan air mata di banding ia harus melihat kematian keluarganya ia lebih memilih untuk mati di jalannya sendiri
" Peeedroooo...." ucap Arsen menyeringai,dan menodongkan pistol kearah dahinya
"kumohon ampuni saya tuan,saya terpaksa... saya akan melakukan apapun demi melindungi keluarga,istri dan anak saya,Tuan saya rela mati untuk mereka tapi saya mohon tolong lindungi keluarga saya dari organisasi saya" Ucap Pedroo air matanya sudah tak terbendung lagii ,ia memohon keselamatan keluarganya sambil mencium kaki arsen, karena itu keputusan yang ia lakukan untuk melindunginya dari Kekejaman Black Start
"Hahahaha,Pedro Pedro kau tau...jika saja istri atau ibumu yang berada diposisimu dia akan memohon untuk keselamatannya bukan dirimu" Jacob tertawa mendengar perkataan Pedro ,ia tau alasan Pedro akan tetapi kesalahannya sangatlah tidak bisa Jacob ampuni
Melirik ke arah Arsen dan menaikkan Sebelah alisnya yang berarti memerintah
Dorrr....
Tepat didahi bagian tengah peluru itu tertanam... tubuh Pedro seketika terkejut dan jatuh kearah samping, tangannya yang memohon kini terlepas dari kaki Arsen dan menghembuskan nafas terakhirnya sambil tersenyum ke arah Jacob
Ia melihat senyum itu, terlihat memohon dan tulus padanya...
dalam hati Jacob merasa kasihan karena Pedro hanyalah menjalankan perintah dan ia hanya ingin melindungi keluarganya...
"Arsen.."
"Iya aku tau,aku akan akan membereskan ini semua" ucap Arsen memotong kalimat Jacob
"Ya itu sudah tugasmu" timpal Jacob cepat.
Jacob yang yang lelah,ia bergegas menuju pintu ruangan untuk pulang tetapi ia mengehentikan langkahnya saat menarik ganggang pintu ruangannya...
"Arsen..penuhi kebutuhan keluarganya dan jangan biarkan anaknya menderita" Ucapnya lalu pergi dari sana
__ADS_1
"Cih..Mafia itu rupanya masih punya hati" Ucap Arsen pelan dan tersenyum..
bersambung