Wanita Pembunuh Bayaran Untuk Sang Mafia

Wanita Pembunuh Bayaran Untuk Sang Mafia
Chapter 9 Gadis Kampus


__ADS_3

Karena fokus dengan gadis misterius mereka tidak ingat kalau Jackson tertembak bagian perut hingga pingsan.


"Tuan Jackson "


ucap Damian yang sudah tidak bisa diam dari posisinya, bagaimana ia lupa kalau tuanya tertembak tadi


"Bawa dia langsung ke mansionya, Kalian haru waspada dengan wanita itu"


ucap Jacob


"Baik tuan"


Setelah Damian meninggalkan ruangan itu,Jacob kembali fokus dengan minumannya.


Diruangan itu ada Arsen yang setia menemani malam panjang dari Jacob


"Minumlah.." Jacob mengulurkan minuman pada Arsen


"Tidak tuan, kondisi tubuh saya harus tetap terjaga karena diluar sana banyak yang menarget kita tuan" tolak Arsen


"Cihh.." Jacob mendecih lanjut minum lagi


Walaupun wajah Jacob tidak memperlihatkan ekspresi apapun tapi didalam benaknya Jacob memikirkan gadis yang menembak Jackson.

__ADS_1


Saat Jackson berbicara dengan gadis itu,Jacob melihat ke arahnya dan mata Jacob dan gadis itu sempat bertemu walau tak lama.


Saat itu juga Jacob merasakan suatu getaran di dalam hatinya ,tapi Jacob tidak tau perasaan apa yang ia punya saat melihat gadis tadi,Jacob mencoba mengingat bentuk wajah dan tubuh gadis itu..dan


"Arsen kau ingat waktu ada rapat di universitas x" ucapnya


"iya ada apa tuan" jawba Arsen


"Sepertinya gadis yang menembak Jackson tadi ,aku melihatnya disana"


Arsen memeriksa semua data-data peserta rapat yang hadir disana waktu itu


"Aku ingat Arsen, waktu kau naik panggung mataku dan mata gadis itu saling bertemu " Ucap Jacob meyakinkan Arsen


[Tapi ada yang berbeda tadi, walaupun ini kedua kalinya bertemu tapi ada aurat berbeda dari keduanya] batin Jacob


Jacob menerima tab itu,dan memandang kearah foto gadis itu.


"Esmeralda Agatha Christie" Ucap Jacob menyunggingkan sudut bibirnya


Jacob menelusup membaca seluruh biodata dari Agatha yang terdaftar di universitas x


"Kerja Bagus Arsen" Ucap Jacob meletakkan benda yang ia genggam ke meja

__ADS_1


Raut wajah Jacob berubah,ia terlihat sedikit tersenyum setelah membaca biodata Agatha, entah apa yang Jacob pikirkan saat ini.


"Kau tahu Arsen,aku memiliki firasat lain tentang gadis itu"


"Maksudmu Jacob"


"Yahh, seperti 2 orang yang berbeda" ucap Jacob Dingin.


Arsen semakin bingung dengan apa yang dikatakan Jacob tentang Agatha,tapi Arsen tidak meragukan apa yang dikatakan Jacob karena selama ini Jacob orang yang sangat jelih, teliti dan paham situasi.


Jika Jacob berkata seperti itu tentang Agatha maka Arsen harus lebih bekerja keras lagi mencari tau siapa sebenarnya gadis itu.


"Kalau boleh tau,apa yang membuatmu berkata seperti itu Jacob"


tanya arsen memastikan agar ia tidak salah ambil langkah kedepannya


"Mata " ucap Jacob singkat


"Hah..maksudmu matanya berbeda" Tanya arsen yang sedikit heran


"tidak berbeda,tapi cara gadis tadi menatapku dan gadis yang di rapat waktu itu sangat berbeda" ucapnya


"Uchhh .ayolah Jacob aku ingin penjelasan yang jelas" ucap Arsen memelas

__ADS_1


"hanya itu,kau jangan Malas mencari tau" ucap Jacob " aku ingin kembali sekarang siapkan mobil" suruh Jacob


arsen meninggalkan Jacob tanpa berkomentar apapun, karena Jacob setiap memberikan petunjuk pada Arsen akan selalu berakhir seperti itu


__ADS_2