Wanita Pembunuh Bayaran Untuk Sang Mafia

Wanita Pembunuh Bayaran Untuk Sang Mafia
Chapter-3


__ADS_3

Lily yang sudah tidak ingin berurusan lagi dengan Jackson berusaha menahan Agatha...


"Al,aku tidak mau berurusan lagi dengan Jackson Al" Ucap Lily berusaha menarik tangan sekuat tenaga karena Agatha memegang keras tangannya itu


Agatha tidak memperdulikan apapun perkataan dari Lily dia terus saja berjalan sambil menyeret Lily dan mencari kendaraan untuk bertemu dengan pria yang sudah menyakiti sahabatnya itu


"mobil kamu dimana Lily" Gertak Agatha melotot ke arah Lily


"Nggak Al,aku udah nggak mau ketemu Jackson lagi...kalau kau memaksaku bertemu dia lagi berarti kamu membuatku mengingat dia lagi"


Lily menghentakkan tangannya dan berjongkok menangis


"Lily...aku tau kalau kau sangat mencintainya,maka dari itu aku tidak akan membiarkan pria brengsek itu memperlakukanmu seperti ini"


ucap Agatha merubah nada bicaranya lebih lembut didengar


Lily yang terlanjur menangis sambil memeluk kedua lututnya membenangkan kepalanya,sudah tidak bisa menahan kesedihannya yang ia simpan sendiri selama ini, tidak ada teman bicara dan hanya rasa kesepian yang Lily rasakan,orang tuanya pun tidak memperdulikan apapun yang terjadi padanya


"Biarkan saja Jackson melakukan apa yang ingin dia lakukan,aku sudah muak dengan sikapnya yang selama ini menghilang dan membuatku berjalan sendiri saat kami berpacaran dulu "


Kini terdengar suara parau dari Lily,ia semakin menjatuhkan air matanya


"Tidak...aku tidak akan melepaskannya" Ucapnya serius


Lily yang mendengar ucapan dari Agatha mendongakkan kepalanya,ia melihat Agatha tepat berdiri dan menatapnya


Lily menggapai tangan agatha dan menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum


"aku tau kamu sangat menghawatirkanku,tapi selama kau tidak menghianatiku aku akan selalu baik-baik saja"


ucap Lily memaksa senyum


Agatha ikut menjongkokkan badannya seimbang dengan Lily,dan memegang kedua pundak sahabatnya itu...


"Lily kau tau...aku bisa melakukan apapun untuk membalaskan perlakuannya itu padamu"


ucap Agatha menatap teduh,ia merasa kasihan padanya


"Tidak Al,aku sudah bahagia tanpanya,lagian kau juga pernah berkata padaku kalau kecantikan dari sahabatmu ini mampu memikat laki-laki manapun.. hehehe" Ucap Lily cengengesan didepan Agatha


Mereka berdua saling berpelukan dan saling menguatkan


"apapun masalahmu jangan sembunyikan dariku,kau sahabatku satu-satunya jadi hanya kau yang bisa aku lindungi "


ucap Agatha


"emmm..iya Al,aku tau itu"


Lily berusaha tegar didepan Agatha, luka yang diberikan oleh Jackson sangat menyakitkan baginya apalagi mereka berpisah setelah sekian lama melakukan hubungan Jarak Jauh dan bertemu kembali dengan keadaan ia memergoki kekasihnya melakukan hal tak senonoh dengan selingkuhannya.


Jika kamu berada di posisi Lily,bakal berbuat apa ?


"Owggg..iya Al,kamu dapat undangan rapat dari Presiden kampus kan"


tanya Lily mengehentikan pelukan mereka,ia baru mengingat kalau akan ada rapat tentang Ospek mahasiswa baru nantinya

__ADS_1


Agatha seperti berusaha berfikir dan mengingat sesuatu


^^^"gadis itu tidak memberikanku undangan apapun" ucap Agatha dalam hati^^^


"emm,aku belum memeriksanya Liy... sebentar aku cek kalau sudah sampai asrama"


Ucapnya


"Baiklah... beritahu aku kalau belum dapat,biar aku hajar muka si pria tukang lupa itu"


balas Lily sambil menunjukkan tangannya yang mengepal isyarat ingin meninju presiden kampusnya


dan dibalas dengan gelak tawa dari Agatha


"Hahahah... kenapa tidak kau berikan pada mantan kekasihmu saja, sepertinya dia lebih membutuhkan tinjuanmu ini..hahahh"


ia memegang tangan Lily yang mengepal


"ichhh... berhenti membahasnya al.."


Lily berekspresi seperti anak kecil yang sedang merajuk


"Iyya Iyya...aku berhenti dehh,kalau begitu ayo pulang ke asrama,aku ingin beristirahat" agatha menarik tangan lily untuk beranjak dari posisinya


"Baiklah.. tunggu disini jangan kemana-mana aku ambil mobilku dulu"


ia hanya dibalas dengan anggukkan pelan agatha


Terlihat Agatha serius memainkan telfonya,ia memeriksa semua pesan yang masuk di handphonenya terlihat sangat banyak Pesan dari teman dan keluarganya yang ia abaikan


to : *****


..."Berikan pelajaran untuk Jackson karena berkhianat dan kirim undangan yang kau terima dari kampus,aku akan ikut hadir disana"...


itu adalah pesan yang agatha kirim ke seseorang dan tak menunggu lama iapun dapat balasan dari orang itu...


..."Ingat batasanmu...memerintah ku yang bukan urusanku sama saja membuatku muncul dalam hidupmu"...


ancam orang misterius itu...


"Iyaa..iyaa kali ini saja aku terlanjur membencinya....Mau yaa"


balas agatha merengek minta tolong padanya


"Emmm" ia hanya dibalas singkat


Agatha yang membacanya kini tersenyum sumringah


"aku tau sejauh manapun kau menolak permintaanku, tetap saja pasti akan menjaga dan melindungiku" Ucap Agatha dalam hati sambil terkekeh pelan


setelah kejadian saling mengirim pesan,tidak lama dari itu Lily pun datang dan menyuruh Agatha untuk cepat masuk karena ia akan pergi ke salon untuk mempersiapkan dirinya ikut rapat di kampus nanti dan setelah sampai asrama


"kau tidak ingin masuk liy"


tanya agatha melihat lily yang langsung berbalik setelah mengantarnya

__ADS_1


"Hehehe...lain kali aja Al,aku mau mempercantik diri dulu, siapa tau rapat nanti dapat jodoh"


ucap Lily cengengesan memperlihatkan senyum manisnya


Agatha merotasikan matanya


"Enyah kau Lily,barusaja kau dikhianati malah mencari pengkhianat lagi"


ucapnya jengah


"Iyaa..aku cuman mau perawatan kulit kok al, soalnya udah lama aku tidak merawatnya dengan baik"


ucap Lily memperlihatkan kulitnya yang kering dan tidak mulus seperti biasanya


"emmm.. baguslah kalau tidak ingin masuk,pasti istrahatku akan sangat damai dan tenang kalau kau tidak ada"


agatha yang berpura-pura ingin masuk dan meninggalkan Lily yang bimbang dengan keputusannya


"ihhh... agatha, perkataanmu sungguh menyakiti hatiku" Lily memegang dadanya dan berpura-pura merasa sakit


dan mereka berdua langsung tertawa terbahak-bahak


"Hahaha.. pergilah Lily aku ingin beristirahat dulu,dan oww iya kapan rapat kampus itu diadakan"


"ha..haha..emm mulutku rasanya sakit tertawa Al.."


Lily mengatur nafasnya walaupun masih diiringi kekeh kecilnya


"Hehe..kalau lihat dari undanganya,besok lusa Al"


"Emm baiklah kalau begitu,kau pergilah percantik dirimu,buat Jackson menyesal selingkuh darimu"


ucap Agatha menatap temannya itu sedih, walaupun ia belum merasakan namanya diselingkuhi tapi ia tahu seperti apa rasanya sakit hati walaupun dalam keadaan berbeda


"Iyya Al,ku akan lebih dari ini aku janji...kalau begitu aku pergi dulu ya"


Lily pun langsung masu kedalam mobilnya sambil melambaikan tangannya kearah temannya itu


"Dahh... hati-hati dijalan liy..." teriak Agatha


"Iyya Al,aku pergi dulu ya tata..."


Lily pun menancap gas mobilnya pergi meninggalkan Agatha dari asramanya


"Hufft... sepertinya hari ini aku terlalu bekerja keras, seluruh tubuhku rasanya pegal"


Agatha pun mengangkat sendiri seluruh barang yang ia bawa dari London, walaupun ia sangat kaya tetapi,Agatha melarang ayahnya untuk memberikan fasilitas yang berlebihan, salah satunya dia tidak ingin ada pengawal yang mengikutinya


setelah semua barang yang ia bawa agar terbereskan dia langsung melempar tubuhnya naik ke atas kasur yang ukurannya tidak terlalu besar tetapi hanya melihatnya saja kita mampu mengetahui keempukan kasur miliknya


"aku berharap, pria itu sudah tidak mendapat hari esok lagi" ucapnya dalam hati Agatha


"Maafkan aku Lily,aku harus memberikannya pelajaran,supaya dia tidak seenaknya bermain diluar sana"


Ucapnya sambil menatap layar telfon miliknya melihat pesannya tadi dengan orang yang tidak kita ketahui identitasnya

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2