Wanita Pembunuh Bayaran Untuk Sang Mafia

Wanita Pembunuh Bayaran Untuk Sang Mafia
Chapter 1


__ADS_3

Agatha yang sedari tadi bersiap-siap,keluar dari kamarnya menuju ruang makan keluarga...


terlihat disana ayah dan ibunya menunggu kedatangan Putri semata wayangnya itu duduk di tempat khusus yang ia rekomendasikan untuk ayahnya


"kau cantik sekali putriku"


Teriak Aprilia Ibu dari Agatha


"hemm...dia juga putriku" Laksono menatap Agatha lembut


Agatha yang terlihat berlari menuruni tangga menuju lantai bawah, menatap ke-dua orang yang ia paling cintai dengan tatapan yang lembut dan memberikan senyuman manisnya


"ayah...ibu..."


teriak disertai ia melompat di 4 tangga terakhir


melihat itu membuat reflek ke-dua orang tuanya kaget dan beranjak berdiri ingin memberikan bantuan kepada Agatha, akan tetapi Agatha lebih dulu berjalan kearahnya...


"lain kali jangan meloncat seperti itu Alta "


"Iyya ayah "


Agatha tersenyum lebar memperlihatkan Gigi putihnya yang tertata rapi


"Oww iya Alta..tadi dosenmu menghubungi ibu, katanya libur semestermu 3 hari lagi selesai nak" Raup sedih dari Aprilia


"ihh ibu..."


Agatha berjalan menuju tempat makan ibunya,meraih tangan dan memeluk erat tubuhnya


"jangan sedih bu, Agatha janji akan segera lulus dari sana dan tinggal bersama dengan ibu secepatnya"


Aprilia mendengar itu memeluk erat tubuh Agatha dan mengusap naik turun punggung Putri satu-satunya itu Pelan,dan tanpa ia sadari setetes air mengalir dari pelupuk matanya


"ibu akan sangat merindukanmu Alta" ucapnya


"iya Bu Agatha juga pasti akan merindukan ibu "


Laksono yang melihat Adegan istri dan anaknya tiba-tiba mengeluarkan suara


"mama ,Alta..berhentilah bersedih seperti itu "


Aprilia pun mengendorkan pelukannya dengan Agatha


"Jika Ayah tidak ingin melihatnya tutup mata ayah"


"Ibu... jangan berkata seperti itu,ibu tidak melihat muka dan mata ayah sudah memerah menahan tangisnya" kekeh Agatha yang menyindir ayahnya


"humm... makanlah gadis kecil ayah" Laksono pelan dan lembut kepada Agatha


Melihat itu Agatha pun mengangguk-anggukkan kepalanya dan duduk di posisi dekat ayahnya,ikenaoa disana ? karena ia memang suka duduk disampingnya,baginya jika duduk dekat Laksono ibunya tidak akan memaksanya untuk menambah makan terus


"Sekali-kali Alta duduk didekatku ibu yah.." rengek Aprilia


"hehehehe iya Bu nanti deh, sekarang udah terlanjur di dekat ayah...kan ayah ?" Ucap Agatha cengengesan


"iya gadis kecil... lanjut sarapanmu jangan berbicara saat makan " suruh Laksono


"Emmm" dibalas anggukan Agatha yang terlihat lucu seperti anak kecil


Mereka bertiga melangsungkan dan menyelesaikan sarapan pagi dengan tenang tanpa ada suara sedikitpun...dan melanjutkan kegiatan masing-masing


Terlihat dari jauh Agatha yang asyik menyiram bunga didampingi ke 6 pelayan khusus untuknya..


"Lucie mendekatlah aku kesusahan memegang semua ini"


Ucap Agatha yang hanya memegang selang air itupun terbilang cukup ringan...akan tetapi walaupun seperti itu Lucie tetap berjalan kearah Agatha dan


"non...behenti non "

__ADS_1


Ucap Lucie yang dikerjai oleh Agatha disiram air olehnya disaat ia menghampiri tadi, pelayan yang melihat itu tersenyum melihat Lucie yang basah kuyup dan sedang berusaha mencari celah untuk menarik selang air yang ada ditangan nonanya itu...


"Mmweeekkk..." Agatha mengejek Lucie sambil mengulur lidahnya


"kejar aku Lucie sini...Ayooo..." Agatha berlari menjauh dari Lucie dan tetap menyiram Lucie


Walaupun Lucie sudah basah kuyup tetapi ia tetap meladeni permainan dari Agatha,ia merasa gemas dengannya.


Umur Lucie terpaut 7 tahun lebih tua dari Agatha dan tumbuh bersama dengannya,maka tidak heran jika mereka berdua hampir layaknya sahabat..dan Lucie yang menganggap Agatha seperti adik yang harus ia rawat dengan baik


"non.. hati-hati non,jangan berlari terlalu cepat nanti nona terjatuh" teriak Lucie sambil menahan air yang terus disemprotkan Agatha ke badanya...


walaupun telah basah kuyup akan tetapi bajunya tidak memperlihatkan bentuk lekukan tubuh Lucie,karena itu adalah peraturan dari Laksono untuk memakai baju yang dirancang khusus olehnya


"Ahahahha...ayo luciee"


"Lucie ayoo....ahhahah..."


Lucie yang berusaha mengikuti permainan dari Agatha merasa kewalahan dan berusaha mengejar Agatha,tapi tak berselang lama Aprilia yang melihatnya merasa kasihan terhadap Lucie yang sudah basa dan menghampiri mereka


"sayang...sudah,kasihan dengan Lucie nanti dia sakit Siapa yang merawatnya nanti"


"ibu...mau ikut bermain Bu" teriak Agatha girang melihat ibunya


Agatha tidak memperdulikan apa yang Aprilia katakan,ia terus menyiram Lucie dan terus berlari kesana kemari sambil tertawa girang...


"Bi Ratih putar mati kerang airnya"


"baik Nyonya".


Kepala pelayan melaksanakan titah dari Aprilia, Agatha yang menyadari itu


"aaa ibu..." ia memelas ke rumput dekat taman bunga


"sudah Alta ,lihat Lucie (tunjuknya) kau tidak kasihan melihatnya basah kuyup kedinginan seperti itu"


Agatha yang merasa bersalah kepada Lucie


"tidak apa-apa nona,ini sudah kewajiban saya melayani dan menjaga nona" ucap Lucie cepat


"baiklah kalau begitu kalian berdua kembalilah kekamar masing-masing, bersihkan tubuh kalia dan jangan lupa langsung minum obat anti Anging yang tersedia" Ucap Aprilia


"Siap komandan" Balas Agatha menaikkan tangan hormat dan menegakkan badannya kearah ibunya


"baik Nyonya"Ucap Lucie


Semua pelayan tertawa melihat tingkah laku dari Agatha yang sudah dewasa tapi ia masih cocok terlihat seperti anak kecil


"Agatha Laksono" Ucap Aprilia sinis Karena tingkah Agatha


"hehehe bercanda Bu..baiklah Agatha naik dulu,oww iya Lucie kalau sudah beres tolong belikan aku Siomay dong lagi pengen makan itu"


mereka semua terherang mendengar nama makanan itu, karena pertama kalinya mereka mendengar jenis makanan yang nonanya sebutkan


"Agatha berhenti mengerjai Lucie,ibu tau kalau Siomay itu cuman ada di Indonesia" ucap Aprilia tegas


"Heheh bercanda Bu.."


Agatha lari dari sana menunju kamarnya,melihat itu membuat hati Aprilia tersentuh ia sangat menyayangi anak semata wayangnya...


...****************...


2 hari kemudian....


"Hufft....kenapa waktu Secepat ini sih"


Keluh Agatha,dia merasa bahwa belum sempat iya menikmati masa liburnya disini, iya harus kembali untuk melaksanakan aktivitasnya sebelumnya yaitu berkuliah.


Agatha kini bersiap-siap mengemas semua pakaian dan aksesoris yang ingin dia bawa kembali ke asramanya..

__ADS_1


Kenapa di asrama ? padahal orang tuanya punya banyak uang bahkan pesawat yang akan ia pakai ialah pesawat pribadi miliknya beda lagi dengan pesawat pribadi keluarga


jadi guys Agatha itu orangnya sangat sederhana dia mampu hidup dikondisi apapun dan memakan apapun yang ada adal bukan makanan yang tidak layak makan, Karena kesederhanaanyalah yang membuat Agatha memilih tinggal di asrama bersama temannya dibandingkan dengan harus hidup diapartemen miliknya


tok...tok .tok..


diselah kesibukan Agatha, terlihat di arah pintu kamarnya Aprilia yang membawa nampan makanan yang berisi makanan kesukaan Agatha


"ibu.. masuklah"


"sayang..coan tebak ibu bawa apa" Ucap Aprilia memberikan teka teki kepada Agatha


"Emmm apaya.....nggak tau ah,lagi malas tebak-tebakan soalnya Agatha masih mau dianintapi harus kembali lagi berkuliah" ucapnya memanyumkan bibirnya.


"Ttadaaaaa...." Aprilia yang memperlihatkan yang dia bawa


melihat makanan yang dibawah ibunya, Agatha dengan cepat berdiri kearah ibunya


"Waaahh..... siomay "


"Yap..betul "


"Ummmm...ibu sengaja membuatnya untukmu".


Lalu Agatha mengambil nampan berisi siomay itu meletakkannya di meja dekat kursi kamarnya,dan memeluk tubuh Aprilia


"ibuu.. Agatha sangat menyayangimu"


"Ibu juga sayang" membalas pelukannya


Tanpa mereka sadari Laksono melihat mereka berpelukan dan saling menyayangi membuat hatinya terharu dan hampir saja meneteskan airmata.


tapi ia menepis rasa terharu itu..


"ehemmm...ceptlah berberes gadis kecil"


Aprilia dan Agatha terlunjakk kaget karena tiba-tiba saja Laksono berbicara tanpa permisi


"ahh ayah mengagetkanku saja,kemari ayah kita makan siomay buatan ibu"


Agatha terlihat mengayun-ayunkan nampan tersebut memamerkan kepada Laksono


"Ummm enak...ibu sangat pandai dalam memasak"


"hahaha tanya google unjungnya" Ledek Laksono karena iri istrinya dipuji oleh gasi kecilnya


"mukamu google itu aku buat atas dasar feelingku yang mengingat cita rasa" imbuh Aprilia tak ingin dikalah


"ayah ibu akurlah,besok kan aku ingin pergi"


mendengar itu Laksono kembali fokus


"Agatha besok ke Dubai jam berapa? " tanya Laksono


"emm...agak siangan ayah..jadi sampai sana udah malam langsung tdur aja deh sampainya hehehe"


Tibalah Agatha berangkat ke Dubai...


"ibu ayah Alta pergi dulu,jaga kesehatan kalian, dan jangan lupa kunjungi Alta kalau kalian rindu " Ucap Agatha sambil mengedipkan sebelah matanya kearah mereka


"iya nak ayah dan ibu akan mengusahakannya setelah bisnis ayah selesai "


"baiklah Agatha berangkat dlu ya"


by by...


Mereka saling berpelukan dan tangis terlihat di pelupuk mata Aprilia dia sangat menyayangi Agatha dan rasanya ia tidak sanggup melihatnya pergi lagi...


...****************...

__ADS_1


bersambung


__ADS_2