Wanita Pembunuh Bayaran Untuk Sang Mafia

Wanita Pembunuh Bayaran Untuk Sang Mafia
Beraksi


__ADS_3

Karena rapat kampus telah selesai agatha lebih dulu pulang daripada Lily,ia menolak saat Lily menawarkan tumpangan untuknya.


Agatha yang semenjak mendapat telepon dari gadis misterius itu terlihat pucat dan sangat gelisah,ia tidak bisa tenang memikirkan rencananya karena ia tahu kalau Jackson terluka pasti Lily akan terluka juga


Agatha yang sangat tau sifat dari Lily,ia tidak bisa berfikir seperti reaksi jika Lily mengetahui kalau agatha berusaha memberikan pelajaran pada Pria yang selama ini Lily sangat cintai, walaupun Lily terlihat sudah move on tetapi Agatha pernah mendapati Lily menangis di dalam toilet toko baju yang pernah ia datangi Tempo itu..


[Bagaimana ini haruskah aku mengatakan yang sebenarnya] ucap agatha membatin


Agatha mondar mandir didalam kamarnya sambil menggenggam handphonenya didepan dadanya


Sedangkan di tempat lain....


terlihat seorang gadis cantik berpakaian sangat seksi berusaha masuk kedalam ruangan yang begitu besar,tepat didepan pintu ruangan itu ada 4 pengawal yang menjaga menjaganya...


"Cihhh...andai tempat ini tidak banyak manusia ******,pasti sudah aku bunuh pengawal itu, sangat merepotkan"


ucap gadis misterius,sambil bersembunyi di balik dinding melihat kearah ruangan yang sedang dijaga ketat


Gadis itu terus berfikir bagaimana cara agar dia bis masuk kedalam sana...


"Jika usahaku kali ini tidak membuahkan hasil akan ku bunuh saja mereka " Ucapnya batin,dan berjalan kearah mereka.

__ADS_1


Gadis itu berjalan melenggak-lenggokkan pantatnya yang sedikit berisi dan mengekspresikan wajah menggoda pada Mereka, pengawal yang melihat kearah gadis misterius melebarkan matanya terpesona


"Aku diundang oleh tuan Jackson " ucap gadis misterius mendayu


Para pengawal memeriksa identitas gadis itu,dan saling bertatap satu sama lain dan membukakan pintu untuk gadis itu.


gadis misterius masuk dengan wajah full senyum karena ia berhasil masuk tanpa harus mengeluarkan keringat sedikit pun.


Gadis misterius berjalan kearah ruang tengah dimana terlihat empat orang Pria,Dua pria berdiri disamping kursi dan Dua pria tampan duduk di kursi berwarna merah merona, salah satunya terlihat Jackson duduk sambil memangku dua orang wanita yang terus menciumi lehernya


"Sungguh menjijikkan" ucapnya ingin muntah


gadis misterius terus berjalan dan sampai tepat didepan meja yang Jackson duduki,ia menyunggingkan senyum manisnya kepada para pria yang menatapnya tajam


"Bukan"


ucap Jacob yang hanya fokus dengan munimanya,Jacob merupakan pria yang tidak suka bermain Wanita


Jackson mengalihkan perhatian ke arah gadis yang didepannya melepaskan pelukan dan menurunkan dua gadis yang sejak tadi menggelayut di badannya


"Sepertinya aku pernah melihatmu,tapi dimana"Jackson menyipitkan matanya, mengamati seluruh tubuh gadis didepannya

__ADS_1


"Kau terlalu lama berfikir,aku berikan kau clue...


"aku adalah aku,tapi dia bukan aku" Ucap gadis itu menyeringai ia mengangkat roknya mengeluarkan sesuatu


Yappp betul sebuah pistol


"DORRR...." terdengar suara tembakan,gadis itu langsung pergi setelah menembak


dua gadis diruangan itu berteriak dan ingin berlari tapi kakinya seperti tertahan, berbeda lagi dengan ke empat pria didalam sana


"Arsen,Damian kejar dia..."


Teriak Jacob


Mata Jacob membulat bukan kaget karena suara tembakan,tetapi pergerakan gadis itu terlalu cepat sehingga Jacob tidak memprediksi pergerakannya


Pengawal diluar pintu langsung masuk kedalam setelah mendengar suara tembakan,akan tetapi ia bertemu dengan gadis misterius dan dengan gerakan cepatnya mereka dilumpuhkan.


Arsen dan Damian mengejarnya akan tetapi dengan cepat gadis itu menghilang,dan kembali ke dalam


"Gadis itu menghilang" ucap Arsen

__ADS_1


"Siapa dia" ucap Jacob pelan


bersambung


__ADS_2