
lukas menjawab telpon itu. .entah apa yang di bicarakan karna setelah mengangkat telpon lukas langsung pergi.
" mau kemana kak?".tanya nadira pada suaminya.
" aku mau keluar sebentar ya sayang ada urusan penting". jawab lukas tergesa gesa dan meninggalkan nadira sendiri di rumah.
" urusan penting apa? kok tumben gak cerita aku apa apa". gumam nadira heran, nadira pun melanjutkan pekerjaan nya beres beres rumah.
...
di tempat lain lukas masih menjalan kan motornya melaju kencang. setelah beberapa saat sampailah lukas di tempat parkir sebuah rumah sakit xxx. Segera lukas menuju ruang yang di infokan tadi, tampak wajah lukas cemas memikirkan seseorang. sampai lukas di ruangan itu dan masuk menemui orang yang di tuju.
" bagaimana keadaanmu?".tanya lukas pada orang itu. wanita itu seketika memeluk lukas dan menangis.
" aku sudah tidak mau hidup lagi lukas, hidupku sudah hancur". kata wanita itu pada lukas yang masih bingung ada apa sebenarnya.
" ada masalah apa laura?cerita padaku". lukas berusaha menenangkan laura, ya wanita yang berada di rumah sakit itu adalah laura. pihak rumah sakit menelpon lukas bukan suami laura karna pada hp laura panggilan terakhir adalah lukas.
"tadi aku dapat surat dari pengadilan". coba jelas laura
" apa yang dia katakan?". tanya lukas penasaran.
" dia bilang ingin menceraikan ku. karna dia sudah mempunyai wanita lain yang bisa memberinya keturunan". lanjut laura sambil menangis tersedu. Lukas memeluk laura mencoba menenangkannya.
__ADS_1
" tenang lah aku bersamamu,terus kenapa kamu berbuat seperti ini?kenapa kamu harus bunuh diri?untung saja masih bisa di selamatkan kalau tidak". lukas terhenti
" aku sudah bingung dan frustasi, aku gak punya siapa siapa lagi.Bahkan sekarang suamiku meninggalkan ku, dulu dia berjanji tidak akan meninggalkan ku meski dia tahu aku tidak bisa memberinya keturunan". laura menangis lagi dan memeluk erat lukas.
" kata siapa kamu sendiri masih ada aku yang bisa kau ajak ngobrol". terang lukas
" lukas kamu mau gak berjanji padaku?". tanya laura pada lukas.
" tentang apa?". tanya lukas kembali
" berjanji dulu padaku". laura menekan kata katanya.
" gak bisa asal janji aku harus tau dulu berjanji apa". lukas pun gak mau kalah menekan omongan nya karna dia gak tau harus berjanji apa kira kira merugikan apa tidak.
" kamu ini kenapa?". tanya lukas agak marah.
" aku mohon berjanjilah padaku jangan pernah tinggalkan aku temani aku, hidupku hampa karna suamiku sendiri membuangku". laura makin larut dalam kesedihan nya dan menangis tak henti hentinya. lukas yang mendengar perkataan laura bingung disisi lain istrinya yang sedang mengandung anak nya. disisi lain adalah wanita yang dulu pernah singgah di hatinya dan sampai sekarang masih dia sukai. sesaat semua terhening di ruangan yang hanya ada satu pasien.
lukas membantu laura kembali di tempat tidurnya. Dia masih terdiam memikirkan perkataan laura tadi.
...
" lukas." laura mencoba mengawali pembicaraan.
__ADS_1
" iya". jawab lukas singkat.
" maafkan aku mungkin aku adalah wanita bodoh, siapa aku hingga aku menyuruhmu berjanji menemaniku. disana ada istrimu yang masih membutuhkan mu, aku bodoh aku slalu merasa kau masih mencintaiku sampai aku lupa kamu sudah mempunyai istri".kata laura memasang muka sedih dan penyesalan.
"tidak apa apa laura, maaf kan aku belum menjawab pertanyaan mu tadi. aku bingung harus bilang apa". jawab lukas yang bimbang.
" kami boleh pergi terima kasih sudah menenangkan ku. biarkan aku sendiri mungkin kalau aku mati semua akan baik baik saja". laura mencoba membuat lukas semakin bimbang.
" jangan laura hidup mu masih panjang. masih ada laki laki di luar sana". jawab lukas berusaha meyakinkan laura.
" sulit mencari orang yang sayang sama kita, aku menyesal kenapa dulu aku memilih suamiku dari pada dirimu. sudah lah pergi aku akan mengakhiri hidup ku saja ". laura mencoba mengncam dengan mengambil pisau di sebelahnya.
" laura jangan" lukas berusaha mengambil pisau itu dan membuang nya.
" aku akan menemanimu sampai sembuh. kau tidak akan sendirian. kalau kau butuh apa apa telpon aku, pasti aku akan datang". sahut lukas yang terpaksa memberi sebuah harapan pada laura.
sesaat semua hening laura sudah agak tenang. lukas pun sudah lama menemaninya.
sekarang dia ingin pamit pulang karna takut nadira menunggunya.
" aku pamit dulu ya, kamu cepat sembuh besok aku kesini lagi". pamit lukas
" iya terima kasih ya sudah mau menemaniku. aku tunggu kau besok". kata laura yang sudah tenang itu.
__ADS_1
lukas pun keluar rumah sakit menuju parkiran dan bergegas pulang...