Wanita Tegar

Wanita Tegar
bekerja


__ADS_3

sinar surya mulai menjulang tinggi,suara ayam mulai berkokok. .pagi yang sangat cerah, namun tak secerah hati nadira.


kesedihan masih menyelimuti hatinya terakhir kali nadira membaca sajak puisi dari lukas untuknya. . begitu tragis kisah biduk rumah tangganya dengan lukas. .sekilas semua kenangan manis melintas namun, ketika semakin dalam dia membayangkan kenangan pahit saat lukas bersama wanita lain yang membuat sakit hatinya. . takdir berkata lain mungkin lukas bukan jodohnya. .


...


nadira masih merasa asing di desa xxx dia belum mengenal betul daerah itu dan tetangganya. . dia mencari kesana kemari tak ada yang memberikan pekerjaan dia dengan membawa anaknya..


dijalan yang begitu panas terik matahari nadira masih berjalan menggendong anaknya. .dia duduk di pos ronda kampung sebelah. . dia kelelahan dan ingin istirahat.


" kasihan ya kamu nak, bunda terpaksa membawa kamu kesana kemari, padahal panas gini. sehat sehat ya nak maafin bundamu ini sayang". kata nadira sambil mengelus kepala anaknya dan mencium keningnya. .


tiba tiba ada ibu ibu yang jatuh dan merasa pusing tepat di depan nadira. .


segera nadira menolong ibu ibu itu,.


" ibu. . ibu tidak apa apa?". kata nadira menidurkan anaknya di pos ronda yang terbuat dari bambu. . segera nadira menangkap ibu itu dan menggandengnya ke pos ronda. .


" minum dulu ya bu". kata nadira menyodorkan minuman nya yang ada di tas bayi miliknya. . .


" terima kasih ya nak". kata ibu itu sedikit lirih masih merasa lemas. .

__ADS_1


" ibu rumahnya dimana?".tanya nadira..


" aku tinggal di perumahan xxx". kata ibu itu sambil menyodorkan minuman nadira tadi. .


" ibu saya antar ke rumah sakit ya?". kata nadira yang sedikit kawatir.


" gak usah nak ibu baik baik saja, ibu boleh minta bantuan lagi gak nak". kata ibu ibu itu lagi.


"silahkan ibu". jawab nadira.


" tolong antar ibu kerumah ya, soalnya ibu kepalanya masih sakit". kata ibu itu sambil memegang kepala. .


" ibu istirahat dulu . .nanti saya antar pulang". kata nadira menenangkan. .


" masuk nak. . ". kata ibu itu sembari membuka pintu gerbang.


" ibu tinggal sama siap di rumah sebesar ini?".tanya dira yang masuk dan duduk di rumah itu.


" ibu sendiri nak". jawab si ibu


" maaf ya bu. . suami ibu sama anak ibu kemana?".tanya dira lagi.

__ADS_1


"suamiku sudah meninggal sedangkan anak ku kerja diluar pulau trs". kata si ibu sambil bersedih.


" oh iya nak kamu siapa namanya?". tanya ibu itu.


" nadira bu. . anak saya raditya". jawab nadira dengan senyum dan mengelus kepala anaknya.


" nama ibu maryam, oh ya nak kelihatan nya kamu habis keliling liling dari mana?" tanya ibu maryam lagi .


" saya tadi sedang mencari pekerjaan bu, tapi belum dapat karna saya bawa anak". jawab nadira sedih. .


" suamimu kemana?". tanya ibu maryam penasaran.


"aku sudah berpisah bu, karna mungkin sampai disini jodoh kami". kata nadira agak sedih.


" oh maaf kan ibu ya nak, kasihan anakmu panas panas gini kami ajak keliling". kata ibu maryam sambil memgelus kepala anak nadira.


nadira pun membalas dengan sedikit senyuman. .


" oh ya nak ibu punya usaha kue kering. . kamu kalau mau bisa berjualan keliling kue kering itu, kan anakmu bisa kami bawa". kata si ibu menawarkan pekerjaan pada nadira. .


" sungguh bu maryam?". tanya dira kaget sekaligus senang akhirnya dia dapat pekerjaan.

__ADS_1


" iya besok kamu datang kemari ambil kue nya dan bisa langsung kami jual." ibu itu menawarkan nya. . mereka mengobrol banyak si ibi bercerita banyak tentang usahanya dan keluarganya. . .hingga waktu tak terasa sudah hampir sore. . nadira berpamitan pulang, dia senang mendapatkan pekerjaan meski harus keliling berjualan.. .


bersambung


__ADS_2