Wanita Tegar

Wanita Tegar
phk


__ADS_3

pagi itu lukas seperti biasa pergi pagi pagi sekali dari rumah. . nadira bingung kenapa sikap suaminya sangat berbeda dari biasanya. sudah sepekan lebih dia lebih menghabiskan waktunya di luar ketimbang dirumah. .


" tok tok tok..". suara pintu di ketuk, nadira pun mulai membuka pintu. pak pos mengirim surat.


" terima kasih ya pak". kata nadira pada pak pos.


" sama sama nona, saya permisi".pak pos pun pergi dari rumah nadira.


nadira menutup pintu rumahnya lagi. dan mencoba membuka isi surat tersebut,


suratpun terjatuh nadira pun lunglai setelah membaca surat tersebut.


dalam pikirnya selama ini suaminya pergi kemana? kenapa dia berbohong pada nadira.


....


jam menunjuk kan pukul 01.00 dini hari.


sudah 2 hari lukas pulang tengah malam, setiap nadira bertanya slalu tak di jawab. malam itu nadira menunggu lukas pulang, dia tidur di sofa.

__ADS_1


lukas datang dan membuka pintu rumah, di dapati nadira di sofa. nadira terbangun melihat setiap gerak gerik suaminya itu.


" kak kami dapat surat tadi". kata nadira dengan nada tenang, meski sebenarnya jiwanya meronta ronta.


" oh ya dari siapa?". tanya lukas sambil ganti pakaian.


nadira menyodorkan surat itu. seketika lukas kaget membaca surat itu karna surat itu berisi surat pemecatan lukas karna tidak masuk kerja sudah 2 pekan tanpa izin.


" ada hal apa sehingga setiap hari kamu pergi pagi pulang malam pamit kerja, tapi apakah pekerja yang rajin sepertimu di pecat?". kata nadira dengan nada agak menahan emosi.


" aku. .". lukas beehenti berkata.


" kakak tahu bulan ini HPL aku lahiran. kalau kakak di pecat terus bagaimana?". kata nadira yang mulai tak kuasa menahan tangis.


lukas terdiam dan pergi meninggalkan nadira tanpa sepatah katapun.


nadira pergi ke kamar dan menagis,


" Tuhan disini aku hidup tanpa siapa siapa . aku jauh dari keluargaku, kuat kan aku Tuhan". gumam nadira dalam hati sambil menangis.

__ADS_1


...


ke esokan harinya lukas masih saja belum pulang semenjak menerima surat PHK itu. dia pergi tanpa kabar, saat nadira menelpon dia tidak mau mengangkat semua itu terjadi sampai tiga hari lamanya . lukas pergi meninggalkan nadira.


sore nadira pergi ke plaza untuk berbelanja, tak sengaja dia melihat lukas dan laura makan bersama sambil suap suapan. mereka tertawa bahagia, nadira seketika itu merasakan sakit hati yang amat sangat. Dia menghampiri mereka, nadira berjapan menuju meja mereka.


" kak apa kabarmu?sudah tiga hari pergi tanpa kabar." kata nadira dengan nada agak tenang walau sebenarnya sakit dan ingin menangis.


" nadira". ucap lukas yang kaget melihat nadira berada di hadapan nya.


" siapa lukas?". tanya laura heran.


" dia istriku". lukas menjawab pertanyaan laura.


"sebegitu rendahnya dirimu kak meninggalkan aku tanpa kabar dan kamu berasama wanita lain? apa kamu tidak melihat didalam perutku ini darah daging siapa?".


" dira aku bisa jelasin semuanya". lukas berusaha menahan nadira namun nadira melepas tangan lukas dan meninggalkan nya. sepanjang perjalanan nadira menangis, hatinya begitu sakit melihat suaminya berjalan dengan wanita lain. di depan rumah nadira merasakan sakit pada perutnya, ada kontraksi kuat. dia meminta tolong, ada ibu ibu lewat depan rumahnya dan menolong nadira. ibu itu membawa nadira ke klinik persalinan terdekat. malam itu nadira melahirkan namun saat tetangganya menelpon lukas, dia sama sekali tidak datang ke klinik. nadira melahirkan bayi laki laki yang lucu, di ruangan nadira memeluk anaknya menciuminya dan menangis.


" maaf kan ibu mu nak tidak bisa membawa ayahmu kesini melihat mu untuk pertama kali". kata nadira pada anaknya. .

__ADS_1


beraambung


__ADS_2