Wanita Tegar

Wanita Tegar
kepergian


__ADS_3

setelah hujan reda nadira mulai bersiap untuk pulang. .


" rumahmu mana nak? biar tante antar pulang". tanya nadira kembali sambil mengelus kepala si bocah yang masih merunduk menutup paras muka anak laki laki itu. .


anak itu mengangkat kepalanya dan mulai berbicara pada nadira.


" aku gak punya rumah tante. .ibuku meninggal ayahku pergi entah kemana meninggalkan ku dan ibu sejak aku di dalam kandungan". kata anak itu sambil menangis.


meski berumur 3 th namun anak itu tau akan kondisi hidupnya. . sepertinya sejak kecil ibunya mengajarkan hal banyak pada anak yang masih kecil. .


" yaAllah nak kasihan sekali kamu, kami udah makan?". tanya dira kembali.


" belum tante sejak kemarin aku belum makan, tak ada seorangpun yang memberiku makan". jawab anak itu.


" yaAllah . .ya udah ayo ikut tante nanti tante kasih makan kamu". kata dira menggandeng anak itu menuju kontrakan nya.


mereka berjalan menuju warung makanan nadira membungkus makanan 2 . . karna anak nadira yang masih kecil baru berumur beberapa bulan jadi belum bisa makan.


mereka berjalan menuju kontrakan nadira, setelah lumayan jauh mereka sampai di kontrakan. nadira membuka pintu kontrakan dan menyuruh anak itu duduk.


" duduk dulu ya. .tante ambilin piring dan sendok". kata dira sambil mengambil sendok piring. .setelah mengambil sendok dan piring nadira pergi kamar menidur kan bayi kecilnya di tempat tidur.


" bentar ya tante tidurkan anak tante dulu". kata dira yang pergi menuju kamar.


" iya tante". anak itupun mengangguk.


tak lama kemudian nadira keluar kamar, dia membuka bungkus makanan. nadira menyuapi anak itu sedikit demi sedikit, mengambil kan minuman. . setelah nadira selesai menyuapi anak itu dia membereskan semuanya. .kemudian dia duduk di samping anak itu.

__ADS_1


" oh iya. .nama kamu siapa sayang?". tanya dira dengan halus. .


" reval tante". jawab anak itu dengan nada lirih. .


" reval . .oh ya reval ibumu meninggal sejak kapan?". tanya dira penasaran


" ibuku meninggal seminggu yang lalu tante". jawab reval.


" selama ini reval tidur dimana?". tanya dira lagi.


" reval tidur di pos ronda terua di emper toko tante." jawab reval dengan sedih sambil matanya berkaca kaca.


nadira seketika memeluk reval dan ikut sedih mendengat cerita anak kecil yang masih membutuhkan kasih sayang orang tuanya.


" reval kamu sekarang jangan kawatir ya. . sekarang reval gak akan tidur di pos ronda atau emperan toko. . reval sekarang tinggal sama tante dan adek bayi disini". kata dira sambil menyeka air mata yang entah kapan jatuh setelah mendengar cerita anak itu.


" iya reval. .kamu juga mulai sekarang jangan panggil tante lagi.. panggil aku bunda".


kata dira yang ingin menjadikan reval anak angkatnya.


" bunda. .!!! ". dengan ragu reval mengucapnya


seketika senyum terpancar dari wajah imut anak kecil itu.


" terima kasih bunda. "kata reval sambil memeluk nadira kembali. .


sejak itu reval tinggal dengan nadira, hari hari nadira di isi dengan bersama reval dan raditya anaknya. .

__ADS_1


setiap hari nadira bekerja membawa kedua anaknya itu.. .


mulanya nadira slalu membawa mereka berjalan kaki keliling namun. .setelah beberapa bulan nadira di beri kendaraan oleh ibu maryam, bos nadira. . karna kasihan melihat anak anak nadira yang masih kecil berjalan . .


...


hari itu mereka pulang agak larut karna banyak pesanan di toko toko besar. .


mereka tiba di rumah nadira menidurkan raditya di kamar. .setelah itu keluar menuju reval.


"kamu capek ya sayang?maafin bunda ya nak. ."kata nadira sambil mengelus kepala reval.


" gak kok bunda, aku seneng ikut kerja bunda. .aku bisa sama dedek radit. " kata reval dengan senyum yang bahagia.


" sini bunda pijitin kakinya". kata dira mengulurkan tangan nya.


" jangan bunda, kan bunda yang capek bekerja. .biar reval yang mijitin bunda ya". kata reval yang bergegas memijit tangam nadira. .


" oh. .sini peluk bunda". kata nadira sambil memeluk reval. .


"kami tau reval. . bunda sangat beruntung memiliki anak sepertimu. .slalu temani bunda dan adek radit ya nak?". dengan rasa haru nadira mengucapkan kata kata itu.


" iya bunda. .reval yang beruntung. .punya bunda dan adek yang luar biasa menyayangiku, terima kasih bunda". kata reval mencium pipi nadira. .


...


bersambung

__ADS_1


__ADS_2