Wanita Tegar

Wanita Tegar
renungan


__ADS_3

Tuhan . . .


kuatkan aku dalam menghadapi cobaan mu.


tuntunlah langkah ku jika kerapuhan ini menyiksaku.


Tuhan. . .


jika ku akhiri semua mungkin 1-2th luka ini akan hilang.


tapi Tuhan. .


mampukah aku berjalan menghadapi setiap cacian di 1-2th itu?.


mampukah aku jika dalam 1-2th itu ada badai kehidupan.


kuatkah aku dalam waktu 1-2th itu.


sanggupkah aku bila ternyata 1-2th kepahitan datang.


Tuhan bukan ku ingin mengeluh dan tak bersykur padamu.


tapi Tuhan. . .


mengapa sangat pahit badai kehidupan ini.


saat aku butuh sandaran kaki ini harus berdiri kokoh untuk bisa berjalan sendiri.

__ADS_1


saat hati ini rapuh yang disana malah menertawakanku.


Tuhan. . .


keadilan apa yang engkau akan tunjuk kan.


mau sampai kapan badai ini akan datang.


Tuhan. . .


kalau aku boleh meminta


kuatkan aku jika badai menghantam batin ku.


kuatkan aku meski sebenarnya perpiasahan itu pahit.


Tuhan. .


aku ingin orang tau wanita itu mahluk paling kuat.


aku ingin orang tau wanita itu bukan kotoran yang harus di injak injak harga dirinya.


aku ingin orang tau wanita itu mahluk yang paling tegar saat kerapuhan melandanya namun dia tahu akan tanggung jawabnya.


aku ingin orang tau wanita bukan rendah kedudukan nya sehingga dapat di lecehkan.


aku mau wanita itu menjadi inspirasi hidup bukan masalah hidup.

__ADS_1


Tuhan. .


berikan keadilan mu tunjuk kan kebenaran mu jika itu benar. hukum lah dia yang bersalah jika dia benar benar salah.. .buka kan mata batin ku agar aku tak lagi salah arah . . .


inilah yang harus kit renungkan, ketika nadira hidup seorang diri di pulau yang tak di kenal. yanh hanya suaminya satu satu yang jadi keluarga. namun kini telah pergi meninggalkan nya,saat dia mendapatkan kebahagiaan dengan datangnya malaikat kecil. namun justru suaminya tak datang menemaninya, bagaikan kehancuran untuk nadira. orang tang di perjuangkan meninggalkan nya, orNg yang setiap saat di banggakan telah pergi dengan wanita lain.


saat itu nadira pulang dari klinik, dia membawa anaknya pulang kerumah. nadira duduk di tempat tidur di samping anaknya yang lucu itu. Dia menangisi keadaan yang sangat pahit baginya. .


kalau saja bisa nadira ingin sekali menjerit memanggil ibunya.


" ibu. . aku merindukan mu ibu". kata nadira sambil menangis tersedu.


begitu berat nadir menjalani hidupnya. .


...


sebulan berlalu pak pos mengirimkan surat untuk nadira. isi surat itu adalah surat perceraian nya dengan lukas, serasa hatinya tersayat sayat nadira semakin menangisi semuanya.. kini dia sendiri di tempat ini tanpa ada yang perduli. . .


seketika lamunan dan tangisan nadira pecah mendengar tangisan anaknya. semua belum berakhir masih ada buah hatinya yang mampu membuatnya kuat.


nadira memberi asi anaknya dan mengelus kepalanya agar dia tenang.


" maaf kan ibumu ya nak. . sampai sekarang kamu belum bisa bertemu ayahmu, sampai sekarang ayahmu belum menggendongmu. maafkan ibu yang dengan mudahnya rapuh, berfikir hanya hidup sendiri disini. sekarang ibu sadar masih ada kamu nak jiwaku nyawaku, ibu akan slalu menemanimu dan berusaha membahagiakan mu".kata nadira pada anaknya. . tangisan anaknya pun terhenti.


. . .


hari hari nadira mulai di isi kesibukan mengurus anaknya, siang itu saat nadira sedang melipat baju anaknya dia teringat sesuatu. dia mengambil buku tabungan nya, saldonya sudah menipis dia bingung mau bekerja apa dengan kondisi punya anak kecil.. . .

__ADS_1


" Tuhan tolonglah hamba jangan biarkan hamba menelantarkan anak hamba".


__ADS_2