
pagi itu sangatlah cerah burung burung berkicauan, suara kokok ayam membangunkan semua orang termasuk lukas. dia sudah beberapa hari tidak bisa tidur dia sering merasakan sakit pada dada dan sering mutah darah. dan seperti hari sebelumnya lukas menuju kamar mandi di sana dia mutah darah. .dia menyalakan kran di wastafel kamar mandi. .
setelah mutah di membersihkan mulutnya dan mencuci mukanya. . seketika dia termenung meratapi kilas balik setelah kecelakaan yang menimpanya lalu. . dia mengalami pendarahan pada otaknya. . dan ada sesuatu yang di rahasiakan laura darinya, namun entah apa dia masih tidak tau. . dia harus mengalami perawatan di rumah sakit selama 3 minggu. .
seketika lamunan nya buyar karna ada suara seseorang mengetuk pintu rumah lukas. .
" iya sebentar". kata lukas sambil mematikan kran wastafel tadi. . dia berjalana menuju pintu dan membukanya. .
ketika pintu terbuka, sosok wanita yang tak asing berada di depan pintu dengan membalik kan badan membelakangi pintu. ketika mendengar pintu terbuka wanita itu berbalik.
" hai lukas. ." kata laura menyapanya.
" mau apa kamu kesini". sahut lukas agak ketus. .
" hai .. santai aja seharusnya kamu bersyukur aku mau datang kesini". kata laura agak songong dikit.
__ADS_1
lukas hanya diam dan memasang muka masam padanya. tanpa ada aba aba laura masuk kedalam rumah dan duduk di sofa . .
" kemana istri bodohmu itu lukas?". tanya laura sambil menengok ke segala arah mencari keberadaaan seseorang yang ada disana kecuali lukas.
" untuk apa kamu mencari nadira?dia gak ada urusan dengan mu". jawab lukas dengan nada agak kesal.
" ayolah lukas santai dikit. . aku hanya ingin melihat kehidupan kalian setelah kehancuran yang aku buat". suara tawa laura semakin membuat lukas kesal.
" kenapa kau jahat sekali, kau permain kan aku hanya untuk kesenangan mu sendiri". kata lukas dengan nada kesal dan keras.
" aku masih kasihan dengan kamu lukas karna umur kamu hanya sebentar. kamu gak punya banyak sisa umur untuk merasakan hidup ini, dan kedatangan ku kemari ingin berterima kasih berkat kamu aku kembali dengan mantan suamiku. dan ini upah yang kau dapat saat jadi suami kontrak ku". lanjut laura sambil melempar amplop yang berisi uang. .
" oh ya aku udah gak mau basa basi lagi. .disini pengap bagiku. . dengan aku datang kesini sungguh menjadi anugrah untukmu. ..hahaha. .". tawa laura dan kata kata sombongnya membuat lukas semakin kesal. . namun dia hanya terdiam tak berdaya, dia menahan rasa sakit di dadanya dan kepala. .
" kenapa lukas? kenapa diam? ayolah tunjuk kan kemarahan mu sedikit. . agar aku merasakan takut saat bersamamu. . hahah". lanjut laura dengan segala ejekan. .
__ADS_1
" diam laura diam. . .kamu itu hanya wanita gila yang tak perlu aku tanggapi. . .mungkin tanpa harta kau gak akam hidup, tanpa harta kau gak akan secantik dan berpenampilan mewah. .dan tanpa harta kau adalah gelandangan". ucap lukas dengan nada santai namun menusuk.
" hahaha. . buktinya aku sekarang bahagia dengan harta dan kehidupan ku. . .apa lagi melihat kau hancur itu adalah kesenangan ku". kata laura dengan suara tawa yang sangat keras. .
" laki laki bodoh dan miskin sepertimu di tambah penyakitan jangan pernah bermimpi hidup dan menikah dengan ku". kata laura sambil meninggalkan lukas. . .
laura pergi menaiki mobil sedan warna merah miliknya. .lukas dengan cepat menutup pintu dengan keras. . dia duduk tersungkur di belakang pintu. .
" semua ini salah ku. .aku memang bodoh menyia - nyiakan wanita yang baik, setia seperti nadira hanya karna wanita gila seperti laura. andai waktu bisa ku putar, aku ingin meminta maaf padanya sebelum aku meninggal nanti". kata lukas sambil menangisi sekua keadaan yang mengahancurkan hidupnya. .
....
sejak kedatangan laura lukas sudah tak pernah bertemu dengan nya. kini dia di sibuk kan dengan mencari keberadaan nadira dan anaknya. .
dia mengorek info dari orang terdekatnya namun nihil. . akhirnya dia memutuskan pergi ke kampung halaman nadira. .
__ADS_1
bersambung