
sejak kedatangan laura lukas memutuskan untuk pergi meninggalkan pulau itu san mencari nadira ke kampung halaman. . tujuan utamanya kerumah orang tua nadira. . ketika dia menuju rumah nadira, dia kaget yang membuka pintu bukan orang yang bisa di kenali lukas namun orang asing. .
" permisi bu bisa saya bertemu dengan pak ahmad?" tanya lukas pada pemilik rumah.
" pak ahmad siapa ya mas?". jawab si pemilik rumah.
" yang punya rumah ini bu . .saya lukas menantunya". lanjut lukas.
" o..mungkin pemilik rumah yang lama. maaf mas rumah ini sudah di jual 3 bulan yang lalu".
lukas pun tersentak kaget mendengarnya. dia bingung harus mencari nadira kemana.
" ibu tau alamat yang baru pak ahmad?". tanya lukas kembali.
" gak tau mas". jawab pemilik rumah lagi.
" oh ya udah bu terima kasih saya permisi " lukas pun pergi dari sana dia melanjutkan pergi kerumah teman teman nadira dari teman kerja sampai teman sma nya. namun semua nihil, tak ada yang mengetahuinya. .
hari semakin larut seharian lukas kesana kemari mencari nadira dan anaknya dalam keadaan yang kurang sehat lukas menahan rasa sakit.
__ADS_1
" kemana lagi aku harus mencari nadira?". guman lukas sambil berjalan di alun alun kota xxx.
lukas memutuskan untuk pergi menginap di rumah teman nya dari pada rumah orang tuanya.
hari demi hari di lalui namun masih saja belum ketemu. .
" sudah seminggu kami mencari anak dan istrimu..namun tak ada hasilnya. sudah lah lukas lupakan saja nadira". kata teman nya yang tak tega melihat keadaan lukas yang kian memburuk.
wajah lukas setiap hari nampak pucat. . dia semakin kurus, namun tekatnya mencari nadira dan anaknya sangat kuat. dia benar benar ingin meminta maaf padanya.
" aku gak mau berhenti mencari meski keadaanku sangatlah buruk, aku boleh minta tolong ris?". kata lukas dengan nada lirih. .
" jika suatu saat aku sudah tak ada lagi, tolong berikanlah surat ini pada nadira saat kamu bertemu dengan nya". kata lukas sambil menyodorkan sebuah amplop yang berisikan surat untuk nadira. .
" surat apa ini?". tanya haris
" perminta maaf dariku untuk dira, aku sangat menyesal dulu meninggalkan nya. serahkan saja surat itu padanya saat kau bertemu". kata lukas yang semakin lemah menahan rasa sakit di tubuhnya yang menggerogotinya.
,....
__ADS_1
saat itu nadira di tugas kan untuk menjual kue kering di desa xxx. dia seharian memutari dari rumah ke rumah ke toko toko langganan ibu maryam. .nadira menyuplai kue kering di warung warung rumahan, ditoko makanan di pasar. . . .hari sudah sore nadira pulang kerja sambil menggendong anaknya, sore itu mendung sangat petang. .suara gemuruh petir membuat orang kaget. . belum sampai rumah nadira kehujanan dengan anaknya. . dia berlari sambil menutup tubuh mungil anaknya mencari tempat berteduh. .
di sana ada sebuah ronda, nadira menuju ronda dan duduk disana. dia mengusap wajahnya yang terkena air hujan dan juga melihat keadaan anaknya basah atau tidak.
nadira duduk termenung disana menanti hujan reda. . tiba tiba dari belakang dia mendengar suara tangis anak kecil. . nadira sontak kaget. . bulu kudu pun merinding karna jalanan sepi rumah rumah sudah pada ditutup karna hujan. . nadira tak berani menengok , namun suara tangis itu makin jelas. nadira memberanikan diri melihat ke belakang. .
dia sontak kaget apa yang di lihat disana, seorang anak yang ber umur 3 th duduk di pojok pos ronda. .sambil melipat kedua tangan nya dan menunduk kan kepalanya. .
" astaufirullah. . kami kenapa nak?". tanya dira pada si anak itu.
" hem hem hem. .".anak itu masih menangis dan tak menjawabnya.
nadira naik dan mendekati anak itu, dia mengelua kepala anak itu.
" dimana rumahmu? orang tuamu juga mana? kenapaa kamu menangis?". tanya nadira kembali agak penasaran.
tanpa ada sahutan suara dari anak kecil itu. . suasana hening beberapa saat
.. .hanya ada suara hujan dan tangis anak itu yang tak henti sampai suaranya serak. .
__ADS_1
bersambung