Why Must I LOVE YOU (Perlu Perbaikan)

Why Must I LOVE YOU (Perlu Perbaikan)
11. Tak Takut Mati


__ADS_3

### Keesokan harinya.


Cyrene datang menemui Glen sesuai dangan yang sudah ia katakan kemarin malam.


Begitu Cyrene tiba di ruang medis, ia dikejutkan dengan Carlo yang sudah berada disana. Seolah menunggunya. Dengan isyarat tangan darinya, Cyrene duduk berhadapan dengan Glen yang duduk disamping Carlo.


"Kau yakin ingin melakukan uji coba itu sekarang?" tanya Carlo memastikan.


"Ya, karena hanya itu yang bisa kulakukan untuk saat ini," jawab Cyrene.


"Aku memintamu untuk istirahat lebih lama," harap Carlo.


" Berapa lama?" tanya Cyrene.


"Satu bulan," jawab Carlo.


"Mustahil. Itu terlalu lama. Lagi pula aku baik-baik saja," sambut Cyrene.


"Luka dipunggungmu bahkan belum mengering. Dan kembali terbuka setelah latih tanding kemarin, apakah itu yang kau sebut baik-baik saja?" sanggah Carlo.


"Tapi, kali ini aku hanya melakukan uji coba. Itu tidak akan membebani fisik, benar kan?" jawab Cyrene bersikeras.


"Biasanya kau lebih suka latihan menembak, kenapa sekarang jeep?" tanya Carlo.


"Jika ada hal yang belum kupelajari dari menggunakan senjata api, aku dengan senang hati akan berlatih lagi," jawab Cyrene tenang.


"Haa,,, sepertinya aku harus meminta Dexter segera kembali," desah Carlo.


"Dexter? Aku baru pertama kali mendengar namanya. Siapa dia?" tanya Cyrene.


"Satu-satunya yang tercepat dalam merakit senjata. Dan bisa membuat senjata api, termasuk menembak dengan menghindari penghalang didepan target," terang Carlo.


"Itu luar biasa," sambut Cyrene antusias. " Dimana dia sekarang?" tanyanya.


"Masih dalam misi, dan aku belum mendengar kabar kapan dia akan kembali," jelas Carlo.


"Bahkan dalam lima tahun?" sambut Cyrene tak percaya.


"Lebih tepatnya enam tahun," ralat Carlo.


"Misi apa yang dia lakukan hingga memakan waktu selama itu?" tanya Cyrene.


"Dia sekaligus menjalani kehidupan biasa, dan bukan sepenuhnya terpaku dengan misi. Dia telah menyelesaikan misi lima bulan setelah ditugaskan, tapi dia menetap di sana dan menerima misi apapun yang kami minta," terang Carlo.


"Sepertinya dia memiliki posisi sama sepertimu," sambut Cyrene.


"Dan kau sudah melampauinya jika hanya dari segi bela diri, dan kinerja menyelesaikan tugas," ucap Carlo.


"Mustahil, aku tidak bisa menembak target yang terhalang oleh sesuatu," sanggah Cyrene.


"Tapi reflekmu jauh lebih baik darinya," balas Carlo.

__ADS_1


"Dan dia tidak bisa menciptakan alat yang bisa membuat mobil bisa melaju lebih cepat dan kamu juga mengemudi dengan sangat baik," jelas Carlo.


"Entahlah, aku tak yakin dengan itu," sambut Cyrene menaikkan bahunya.


"Baiklah, aku mengijinkanmu melakukan uji coba jeep dengan ditemani Glen," ucap Carlo.


"Terima kasih, kak," sambut Cyrene antusias.


"Glen, bawalah perlengkapan medismu, mungkin kamu akan membutuhkannya, lebih tepatnya Cyrene yang memerlukannya," saran Carlo.


"Tentu saja aku akan membawanya," jawab Glen cepat.


"Dan untuk mu Cyrene,! Lebih baik perlakukan dengan baik jeep yang akan kau gunakan," saran Carlo.


"Kenapa?" Cyrene mengerutkan keningnya.


"Karena jeep itu akan menjadi milikmu, jangan menghancurkan usaha mereka yang susah payah memodifikasi jee sesuai dengan apa yang kamu sukai," ungkap Carlo.


"Tunggu sebentar,," Cyrene melebarkan matanya.


"Kenapa Jeep itu menjadi milikku? Aku bahkan baru lima tahun disini," tanya Cyrene terkejut.


"Karena kau telah menyelamatkan mereka yang berada dalam bahaya ketika ditengah misi, salah satunya Glen yang membuatmu menjalani operasi," jelas Carlo.


"Disamping itu, kinerjamu yang sangat baik, caramu memimpin saat menjalankan misi, semua yang bersamamu ketika menjalankan tugas, tak satupun dari mereka mengeluh. Mereka bahkan memujimu dan ingin memberikan sesuatu untukmu," papar Carlo.


"Kenapa mereka jadi berlebihan seperti itu?" keluh Cyrene menepuk dahinya.


"Itu hal yang wajar bukan? Jika dibandingkan dengan kau yang mengorbankan nyawa mu sendiri," jawab Carlo.


"Libur?" Cyrene melebarkan matanya.


"Ya, tapi aku aku akan memberimu pilihan," jawab Carlo.


"Dan apa itu?" sambut Cyrene.


"Kamu bisa libur dan tetap disini, namun bebas melakukan apapun. Atau kamu pulang ke kotomu tinggal dan menjalankan misi berjalan yang mungkin akan kuberikan sewaktu-waktu padamu," tawar Carlo.


"Tentu saja, kamu akan ku masukan kedalam departemen kepolisisan, namun tetap menjaga identitasmu. Polisi hanya untuk memudahknmu mencari informasi, dan hanya mereka yang dipercaya saja yang tau siapa kamu sebenarnya, intinya identitasmu tetap aman," papar Carlo.


"Apakah itu artinya aku juga bebas melakukan apapun?" tanya Cyrene.


"Ya, karena pada dasarnya kamu sudah mendapat hak istimewa atas pencapaianmu, jadi bisa dikatakan posisimu saat ini sebagi tangan kananku, namun tetap memiliki kebebasan," jelas Carlo.


"Apakah aku juga boleh mewarnai rambutku?" tanya Cyrene.


"Tentu saja," jawab Carlo dengan kening berkerut.


"Dari semua hal yang kukatakan, kamu hanya tertarik dengan mewarnai rambut?" tanya Carlo.


"Karena aku ingin mewarnai sedikit rambutku," jawab Cyrene santai.

__ADS_1


"Baiklah, jika itu yang kamu mau, kamu bisa melakukannya. Itu adalah hal remeh, kau tau?" sambut Carlo.


"Kau bisa pergi, dan tolong ingatlah jangan memaksakan dirimu sampai kamu benar-benar ulih," harap Carlo.


Cyrene memberikan anggukan tegas dan segera pergi bersama Glen. Mereka berdua pergi menggunakan mobil Glen menuju tempat dimana mobil dimodifikasi.


Mereka berdua tiba setelah beberapa meni menempuh perjalanan dijalan berbatu. Disambut dengan bangunan dinding kokoh yang mengelilingi area itu.


Terdapat bangunan setinggi dua puluh meter dimana didalamnya yang sangat luas berisi beberapa mobil yang telah di modif dan beberapa masih dalam tahap modifikasi.


Kedatangan Cyrene disambut hangat oleh orang yang berada disana. Dimana mereka telah mengenal satu sama lain, namun hanya beberapa yang akrab dengan Cyrene.


"Wah,,, ini kejutan. Aku tidak menyangka kau akan datang setelah lama tidak muncul disini," sambut pria berkulit hitam dengan parawakan lebih tinggi dan besar dari Glen.


"Apa kabar, Dixon?" sapa Cyrene tersenyum ramah.


"Jauh lbih baik setelah kau datang," jawab Dixon dengan senyum lebar.


"Ingin menguji jeep milikmu?" sambungnya bertanya.


"Benar, errr,, jadi yang dikatakan kak Carlo benar? Bahwa ini_,,,"


"Jeep milikmu, untukmu. Tentu saja benar, kau pikir aku akan bercanda jika sudah berkaitan dengan mobil? Terlebih itu untukmu?" potong Dixon cepat.


"Ini adalah jenis jeep gladiator yang kurubah total dari segi mesin dan body-nya,tapi aku yakin ini akan sangat pas untukmu. Warna hitam mengkilap, dan bagian dalam yang kubuat senyaman mungkin," terang Dixon.


"Menakjubkan," Cyrene berdecak kagum melihat jeep hitam didepannya.


"Ingin mencobanya?" tawar Dixon.


"Bolehkah?" tanya Cyrene dengan mata berbinar.


"Tentu saja. Ini sudah siap untukmu," jawab Dixon.


Dengan bantuan Dixon, Cyrene mengeluarkan jeep itu dengan mulus. Setelah menerima kunci, Cyrene segera menaiki jeep diikuti Glen.


"Apakah kita akan turun ke kota?" tanya Glen seraya memasang seatbelt.


"Yap,,, karena itu tujuanku sejak awal kan? Jika kita hanya mengujinya disini, itu tidak akan menghasilkan apapun. Lagi pula aku juga mau mencoba ini," ucap Cyrene santai.


Cyrene menunjukkan benda kecil berbentuk seperti Pendrive pada Glen, dan ia tau betul itu bukanlah Pendriive.


"Apakah kamu sudah menyempurnakannya?" tanya Glen.


"Tepat, aku penasaran bagaimana hasilnya. Dan tenang saja, aku janji tidak akan berlebihan," janji Cyrene.


"Aku percaya padamu, jika memang kau sudah berkata seperti itu, maka akan seperti itu," sambut Glen.


"Kita berangkat?" tanya Cyrene.


"Oke," sambut Glen.

__ADS_1


Cyrene tersenyum dan mulai menghidupkan mesin mobil. Suara raungan jeep yang menggema membuat Cyrene tersenyum puas. Ia segera menjalankan mobilnya menuruni bukit menuju jalanan kota.


...----------------...


__ADS_2