Why Must I LOVE YOU (Perlu Perbaikan)

Why Must I LOVE YOU (Perlu Perbaikan)
Peduli atau Cinta


__ADS_3

Cyrene keluar dari ruang medis tidak menyadari dibalik pintu Carlo berdiri dan mendengar yang dia katakan pada Glen.Mendesah pelan,Carlo pun masuk.


"Apakah dia baik baik saja?"tanya Carlo saat berada di dalam mendapati Glen tengah mencuci tangan setelah membereskan perlengkapan medisnya.


Glen menoleh dan tersenyum kearah Carlo.


Pria berperawakan tinggi dan besar dengan wajah garang dan berkulit coklat.Namun tidak ada yang bisa menyangka,Carlo justru menjadi lunak ketika menghadapi Cyrene.


Perubahan itu terjadi ketika Cyrene telah berada camp ditahun ketiganya.


"Lukanya terbuka lagi.Tidak bisakah kau melarangnya latihan?hanya sampai jahitannya dilepas,bukan sampai lukanya mengering."tanya Glen.


"Kau tau persis bagaimana dia bukan?"tanya Carlo menjatuhkan tubuhnya disofa."Sikap kerasku padanya hanya akan menambah keras kepalanya dan mengambil resiko yang jauh lebih besar dari yang sudah dia dapatkan."Carlo menambahkan.


"Aku masih merasa bersalah membawanya bersamaku dalam misi sebelumnya."ungkap Carlo menagkupkan telapak tangan diwajahnya.


"Tidak sepenuhnya adalah kesalahanmu Carlo.Kondisi dia saat ini terjadi karena dia menyelamatkanku."kata Glen.


"Sebenarnya apa yang membuat dia bertindak seperti itu?dia begitu mendorong dirinya sendiri melewati batasannya hingga tak peduli apa yang akan terjadi dengan tubuhnya."tanya Glen.


"Entahlah."Carlo mengangkat bahunya.


"Mencintai seseorang mungkin,"jawab Carlo asal.


Glen tertawa,namun dari lubuk hatinya tak bisa menyangkal kemungkinan itu.Bayangan ketika Cyrene menyelamatkannya pun kembali muncul didepannya.


Sebuah pengejaran yang dilakukan Cyrene dan Carlo pada pengedar narkoba yang selalu lolos dari polisi.Dengan jebakan yang disusun Carlo,pengedar narkoba itu termakan umpan yang disiapkan Carlo.


Sayangnya mereka berhasil menarik Glen sebagai sandra mereka ketika Glen membantu korban yang terluka dan membawanya.Aksi saling mengejar pun berlangsung lama mengingat Glen ada bersama mereka.


"Serahkan Glen padaku.akan ku pastikan dia selamat."ucap Cyrene menambah kecepatan mobilnya mengejar mobil yang membawa Glen,Earphone terpasang di telinga kirinya.


"Kakak jalankan saja rencana awal,aku akan menggiring mereka."kata Cyrene lagi.


"Terlalu beresiko Cyrene.kita pikirkan cara lain."jawab Carlo.


"Tidak ada waktu lagi.di ujung jalan ini memiliki rute terburuk,dan hutan membuat posisi kita dirugikan.kemungkinan kita kehilangan mereka termasuk Glen jauh lebih besar."kata Cyrene beralasan.


"Baiklah..tapi ingatlah tetap berhati hati."kata Carlo mengingatkan.


"Pasti."jawab Cyrene.


Setelah mengatakan itu,Cyrene mengubah arah mobilnya tanpa disadari oleh mereka.Dengan mata yang terus mengawasi mobil yang dikejar untuk mempelajari struktur mobil,Cyrene tersenyum penuh arti.


'Tak sesulit yang ku kira.Mobil ini setidaknya lebih kokoh'gumamnya pelan.


Menambah kecepatan untuk memastikan dia berada jauh didepan mereka,dengan terampil Cyrene memutar mobilnya dan mengarahkan laju mobil kearah mereka,menyambut mereka dengan kecepatan penuh.


Ketika jarak mereka hanya beberapa meter,Cyrene membelokan mobilnya,dan membuat mobil mereka berbelak kearah yang dia rencanakan.Mobil mereka hilang kendali dan menabrak pohon.


Cyrene berhasil mengejar mobil mereka bergegas turun dan membuka pintu belakang


menarik Glen dari tangan mereka.


Keterkejutan mereka atas apa yang terjadi, sedikit memudahkan Cyrene mengamankan Glen dan mendorongnya agar masuk mobil.Tak lama suara bantingan pintu mobil terdengar disertai geraman kekesalan orang yang turun dari belakang kemudi,menatap Cyrene tajam.


"Kau sudah mengagalkan rencanaku."geramnya,tangannya menunjuk kearah Cyrene.


Semua rekannya keluar dari mobil sambil memegangi kepala mereka.

__ADS_1


"Arrgghh..kepalaku berdenyut."erangnya.


"Kau cantik,sayang sekali harus mati di tangan kami."tatapan mereka berubah buas.


"Kalian harus berusaha jika ingin mewujutkan itu."balas Cyrene tenang.


"Kau hanya sendiri,,"seringai licik salah satu dari mereka muncul.


"Sayangnya dia tak sendiri."ucap Glen berjalan medekati Cyrene dengan senyum diwajahnya.


"Mereka bukan lawanmu Glen."bisik Cyrene..


"Aku tak bisa membiarkan kamu menghadapi mereka semua sendiri."balas Glen berbisik.


"Setidaknya aku bisa membantu mengulur waktu hingga Carlo siap."kata Glen lagi.


"Perlu kuingatkan padamu,mereka itu belut licik.aku tak tau apa yang tersembunyi di saku pakaian mereka."kata Cyrene.


"Aku mengerti."jawab Glen.


Salah satu dari mereka menyerang maju dengan pisau ditangannya,mengarahkannya pada Glen.


Cyrene dengan sigap menangkis tangannya dan menjatuhkan pisau itu,memutar badannya dan mendaratkan pukulan dibelakang leher dengan sempurna hingga orang itu terkapar.


Cyrene mengambil alih pisau yang terjatuh,memeriksanya ketika merasakan ada keanehan.


"Racun.."desis Cyrene.


"Mereka mengolesi pisau ini dengan racun.Tidak mematikan,tapi melumpuhkan."Cyrene berkata pelan pada Glen dan menyerahkan pisau padanya untuk diamankan.


Melihat rekannya dilumpuhkan dengan mudah,mereka berempat serentak menyerang bersama.


Tepat saat Cyrene berniat membantu Glen,Cyrene melihat tak jauh dari punggung Glen ada sebuah batang pohon yang terlihat tajam.


Senyuman licik tergambar jelas diwajah orang yang menyerang Glen,berusaha mendorong mundur Glen.Dengan kesal,Cyrene berlari secepat mungkin.Saat berhasih mencapai Glen,tubuhnya terdorong mundur akibat tendangan lawannya.Namun batang pohon itu tak mengenai Glen ketika Cyrene menahan tubuhnya tepat waktu.


"Kau baik baik saja?"tanya Cyrene.


"Aku tertolong,"ucap Glen lega


"Seperti dugaanmu.dia kuat."kata Glen menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Siapa yang akan menyangka,ternyata ada polisi wanita yang cukup kuat disini."katanya penuh amarah.


"Menyerah adalah pilihan terbaikmu saat ini.semua anggotamu telah kami tangkap."kata Cyrene setenang mungkin.


'Akan sulit mengalahkannya.fisiknya jelas lebih baik dariku'pikir Cyrene.


"Haa...anggota yang berada diujung jalan inikah yang kau maksudkan?maaf saja,itu hanya umpan."gertaknya.


"Mengertak dengan percaya diri adalah hal terkonyol yang belum pernah kulihat."jawab Cyrene tersenyum.


Pria itu menyeringai licik seraya mengeluarkan sebuah remot kecil dan menekannya.


Bersamaan dengan itu,mobil mereka meledak.bagian dari badan mobil melayang kearah mereka.Dengan cepat Cyrene mendorong tubuh Glen dan menutupi dengan tubuhnya ketika badan mobil yang terlepas melesat melewati mereka dan mengeres punggung Cyrene.


"Ugghh,,"Cyrene mengerang pelan menahan sakit.


"Ren.."Glen berseru panik.

__ADS_1


Tak sampai disana,pria tadi melepaskan dua tembakan dari pistolnya setelah berhasil menghindari ledakan dan mengenai Cyrene.


"Ughh.."Cyrene mengerang lagi,


Glen menopang tubuh Cyrene yang mulai melemah.Dengan sisa tenaganya,Cyrene meraih pisau kecil yang terselip dipahanya dan melemparkannya kearah pria itu.


"Aarrgghh..."pria itu mengerang saat pisau mendarat dibahunya.Cyrene berbalik dengan senyum dibibirnya.


"Cih...jika kau ingin bermain trik untuk kabur dariku,itu tak akan pernah terjadi."ucap Cyrene tersenyum mendekatinya dengan perlahan.


"Haahh..tenang saja,kau tak akan kubiarkan mati."ucapnya seraya berjongkok didepan pria itu yang tengah meringis kesakitan."Pisau ini"katanya dengan tangan terulur lalu mencabutnya.


"Arrgghhh..."pria itu mengerang.


"Hanya kuberi sedikit obat tidur.jadi bermimpilah dan ketika kau bangun,kau akan berhadapan dengan hukum."kata Cyrene menepuk pipi pria itu yang mulai berangsur angsur hilang kesadaran.


"Misi selesai."Cyrene berkata pelan saat menatap Glen yang terlihat khawatir.


"Arrgghh..."Cyrene membungkuk dan jatuh berlutut.


"Kenapa kau melakukannya Ren?"tanya Glen membantu Cyrene duduk dan merobek pakaiannya untuk memeriksa lukanya.


"Jika kamu yang terluka,aku tak akan bisa melakukan apapun Glen.Dan aku tak akan membiarkan itu terjadi."Cyrene berkata lemah.


"Aku juga tak ingin ini terjadi."kata Glen sedikit panik melihat darah mengalir dari punggungnya dan dua peluru bersarang disana.


"Kalau begitu,kau hanya perlu mengobatiku.kau dokter terbaik yang pernah ku kenal."kata Cyrene.


"Ahhh..kurasa sekarang aman,kak Carlo datang"gumam Cyrene pelan sebelum akhirnya terkulai.


"Renn..hei...bangun.."Glen menepuk pipi Cyrene pelan."Sadarlah..Ren..hhei.."Glen mulai panik dan mengangkat tubuhnya tepat saat Carlo datang dan segera membawa Cyrene ke rumah sakit.


"Heiii...Glen..apa kau mendengarku?"Carlo mengibaskan tangan didepan wajah Glen.


"Apa..?"tanya Glen.


Carlo mendesah pelan.


"Apa kau mengingat kejadian itu lagi.?"tanya Carlo.


"Andai kemampuanku sebaik dirimu,hal itu tak akan terjadi.Kemampuan ku bahkan hanya setengah dari kemampuan Ren."keluh Glen.


"Jika dia mendengar kau berkata begitu,dia akan menghajarmu"kata Carlo.


"Aku berharap dia melakukannya."jawab Glen tersenyum pahit.


"Jangan berkata begitu didepannya."kata Carlo mengingatkan."Aku hanya ingin tau kondisinya.Jika kau sebegitu khawatirnya,cek saja kekamarnya.atau dilapangan."kata Carlo lalu meninggalkan Glen.


'kenapa dia harus dilapangan?'pikirnya heran.


Membayangkan yang tidak diinginkan,Glen bergegas pergi untuk mmastikan keadaan Cyrene.Dan benar saja,dia sedang di lapangan,berbaring diatas rerumputan dengan mata menatap langit.Satu tangannya berada dibawah kepalanya,dan satu tangan lagi terangkat diatas wajahnya dengan sebuah kalung yang mengantung ditangannya dan sebuah tulisan 'Renerdo' didalamnya.


Menghembuskan nafas panjang,Cyrene mengingat lagi hari dimana dia bertemu dengan seseorang yang mengisi hatinya.Seseorang yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya.


Masa ketika pertama kali bertemu dengannya terputar lagi didepan matanya.Berawal dari kejahilan teman satu pekerjaan yang membuat janji kencan buta tanpa tau siapa orang itu dan kesepakatan tanpa sepengetahuan Cyrene terjadi begitu saja.


Pada akhirnya Cyrene tak memiliki pilihan lain selain datang ketempat yang dijanjikan,berencana untuk mengatakan semuanya dan meminta maaf.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2