
Cyrene melebarkan matanya, terkejut dengan pernyataan Bernardo yang tiba-tiba.
"Kenapa tiba-tiba kamu mengatakan itu?" tanya Cyrene." Jika ini lelucon,ini adalah lelucon terburuk yang pernah aku dengar," sambut Cyrene.
Bernardo melangkah mendekati Cyrene, menatap lekat matanya lalu tersenyum.
"Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya, mengatakan apa yang aku rasakan," sanggah Bernardo.
"T-t-tapi, bagaimana mungkin? Kita bahkan hanya mengetahui nama satu sama lain, dan tak lebih dari itu," tukas Cyrene.
"Itu berlaku untukmu, tapi tidak untukku," sambut Bernardo.
" Apa maksudmu?" tanya Cyrene tak mengerti.
"Di sini bukan tempat yang pas untuk mengobrol, Ren. Bukankah begitu?" balas Bernardo sembari membuka pintu mobil taksi yang dipesannya.
Cyrene menurut masuk diikuti Bernardo yang duduk di sampingnya. Tak lupa, Bernardo menjelaskan detail alamat yang akan dituju kepada sopir yang tersenyum ramah dan mengangguk mengerti.
"Masuklah, dan segeralah beristirahat. Hari ini adalah hari yang melelahkan untukmu,!" pinta Bernardo saat mereka telah tiba di apartemen Cyrene.
"Tunggu,,,!" cegah Cyrene seraya menahan tangan Bernardo agar dia tidak pergi.
"Kamu harus menjelaskan arti ucapanmu hari ini," pinta Cyrene.
"Apakah kau yakin ingin mendengarnya hari ini?" tanya Bernardo memastikan.
"Ya. Aku ingin mendengarnya. Dan aku juga ingin mendengar semuanya,!" harap Cyrene.
"Alasanmu mengatakan kejadian di cafe berhubungan denganmu, Theo yang seolah telah mengenalku, dan,,, dan,,," Cyrene tidak bisa meneruskan kalimatnya.
"Baiklah,,, aku akan ceritakan semuanya," jawab Bernardo tenang.
Cyrene meminta Bernardo duduk di sofa saat mereka tiba di lantai apartemennya dan menyiapkan secangkir kopi untuk Bernardo dan untuk dirinya sendiri.
"Gavin mengatakan padaku, saat kalian tiba, pintu cafe terbuka dan rusak pada bagian lubang kunci pintu. Itu adalah bukti kasar bahwa mereka yang melakukannya," jelas Bernardo memulai ceritanya.
Cyrene duduk di karpet bulu dan bersandar di sofa dengan tangan memeluk lututnya. Sedangkan Bernardo duduk di sampingnya dengan satu kaki terlipat dan tangan bertumpu di lutut.
"Biasanya mereka tidak akan seceroboh ini, dan membuatku berpikir ini bukan ulah mereka. Tapi, entah kenapa aku sangat yakin ini perbuatan mereka. Dan karena hal ini aku akan menyelidikinya," tutur Bernardo.
__ADS_1
"Apakah itu akan aman untukmu?" tanya Cyrene khawatir.
"Tidak!" jawab Bernardo singkat.
"Jika begitu, kamu jangan melakukannya!" pinta Cyrene.
"Aku tidak bisa membiarkan mereka menganggumu, Ren!" sangkal Bernardo.
"Kenapa kau harus membahayakan dirimu sendiri untuk orang asing sepertiku?" protes Cyrene. " Jangan melakukan hal sia-sia," ucap Cyrene mengingatkan. " Bagaimana bisa? Kau menjawab dengan sesantai itu ketika kau tau itu berbahaya untukmu?" sambungnya.
"Aku sudah bilang kalau aku mencintaimu bukan?" balas Berardo. " Satu alasan cukup bagiku untuk melakukannya," ucap Bernardo kekeh pada pendiriannya.
"Mustahil," sangkal Cyrene.
"Jika di hitung dengan benar, setelah pertemuan pertama kita, itu tidak sampai seminggu, bagaimana perasaan itu bisa tumbuh hanya dalam waktu seminggu?" sambungnya.
Bernardo tersenyum lembut dan menatap lekat mata Cyrene agar terkunci padanya.
"Lima tahun lalu, kamu membantu seorang pria yang tertabrak mobil dan mengambil resiko di jadikan tersangka jika pria itu tidak sadar. Kau merawatnya hingga keadaannya membaik dan pergi saat dia benar-benar pulih," papar Bernardo.
"Bagaimana kamu bisa tau cerita itu?" sambut Cyrene kaget.
" Ya tuhan,,,, jadi kamu adalah dia?" pekik Cyrene menutup mulutnya karena terkejut.
" Aku tau, kau pasti tidak akan mengingatnya. Tapi, aku tidak akan bisa melupakanmu begitu saja," tutur Bernardo.
"Tapi,,, aku,,,!" Cyrene mengantung kaimatnya, binggung akan apa yang harus dia katakan.
"Kau tidak perlu membalasnya, Ren! Aku hanya ingin kamu mengetahui perasaanku," ungkap Bernardo.
"Aku,,," Cyrene mengigit bibirnya merasa tidak enak dengan kebaikan Bernardo padanya.
"Haruskah aku berhenti menceritakannya?" tanya Bernardo mengalihkan perhatian Cyrene.
"Tidak, tolong lanjutkan. Aku ingin tau semuanya," pinta Cyrene.
"Mereka adalah kelompok yang merampas mobil-mobil mewah milik orang lain. Mungkin lebih tepat jika menyebutnya mencuri mobil mereka karena kami lebih sering mengambil mobil mereka disaat mereka lengah. Lalu kami akan memodifikasi mobil itu dan kembali menjualnya dengan harga tinggi," ungkap Bernardo.
"Bukankah itu ilegal?" seru Cyrene tidak percaya.
__ADS_1
"Semua hal yang kami lakukan tidak satupun di antaranya bisnis resmi, tapi kami melakukan hal ini selama bertahun-tahun," terang Bernardo. " Ganja, minuman keras dan obat-obatan lain juga menjadi bisnis sampingan kami," imbuhnya.
"Dan kamu selalu terlibat?" tebak Cyrene.
"Akulah yang memodifikasi semua mobil itu,dan aku juga yang mencari targetnya," ungkap Bernardo. "namun, aku tidak pernah terlibat jika itu berhubungan dengan obat terlarang," sambungnya.
"Tapi kenapa kamu mau melakukannya? Kamu tau itu adalah salah bukan?" sergah Cyrene.
"Karena aku hanyalah boneka bagi mereka. Hal itu juga yang membuatku memilih target hanya orang-orang kaya yang tidak peduli dengan sekitar mereka," jawab Bernardo.
"Namun hal itu tetaplah salah,Edo! Terlepas dari semua alasannya, adakah di dasar hatimu sebuah keinginan untuk berhenti?"tanya Cyrene khawatir.
Bernardo tersenyum lembut mendengar pernyataan Cyrene. Untuk pertama kali baginya, hatinya menghangat atas tindakan seseorang yang di tujukan padanya. Walaupun Cyrene tidak mencintainya, namun hatinya bertekad akan tetap melindunginya.
"Ada, segera setelah semua hutangku pada mereka terbayar, aku akan segera keluar dari kelompok itu," jawab Benardo.
"kamu sudah merencanakan itu?" tanya Cyrene.
"Yah,,, aku menyimpan sebagian uangku, jadi ketika aku berhenti berkerja dengan mereka, aku ingin sekali pergi dari kota ini, dan menjalani hidup baruku," terang Bernardo.
"Itu ide yang sangat bagus," sambut Cyrene.
"Ku harap, semua berjalan sesuai dengan rencanamu," lanjutnya.
"Aku pun mengharapkan hal yang sama," balas Bernardo.
"Apakah kamu memiliki gambaran apa yang akan kamu lakukan di kota baru nanti?" tanya Cyrene penasaran.
"Aku selalu memikirkan tentang bengkel mobil. Dimana orang-orang bukan hanya untuk memperbaiki mobil rusak mereka, namun juga bisa memodifikasi mobil mereka,"ungkap Bernardo.
"Itu menakjubkan, dan sangat cocok untukmu," sambut Cyrene.
"Aku hanya berharap, tidak ada sesuatu yang buruk akan terjadi," harap Bernardo.
"Kalaupun ada hal yang terjadi, aku yakin kamu bisa mengatasinya," ucap Cyrene.
Bernardo kembali tersenyum dan merasakan rasa sesak di hatinya berkurang hanya dengan melihat Cyrene tersenyum dan mendengar suaranya.
Malam itu, Bernardo kembali menjaga Cyrene di apartemennya. Kembali menginap di sana, dan ingin memastikan Cyrene tetap aman.
__ADS_1
...----------------...