
Wajah Cyrene mulai memucat merasakan sebilah pisau menempel dilehernya.Tiga pria itu mulai menggring Cyrene agar mengikutinya.Darah mengalir dari lehernya tidak dirasakan lagi olehnya.
Suara raungan mobil terdengar memekakan telinga seolah hal itu sengaja dilakukan.Mata mereka mengikuti sumber suara hanya untuk menyadari sebuah mobil jeep gladiator hitam melaju kearah mereka,ketika mobil itu semakin dekat,mobil itu berbelok dengan tajam hingga terdengar decitan ban membuat mereka menutupi telinga mereka.
Pintu mobil terbuka,dan sosok yang Cyrene kenal muncul dibaliknya.Menatap pria yang mencengkram tangan Cyrene dangan amarah dimatanya.
"Aku hanya meninggalkannya sebentar untuk mengambil mobilku,dan kalian menganggunya?"tanyanya dengan menekan suara penuh ancaman.
"Lepaskan dia selama aku masih mengatakannya dengan baik baik."kata Bernardo.
"Kami tidak punya alasan untuk menurutimu.kau pikir siapa dirimu?cih."ejek salah satu dari mereka.
Dengan kesal,Bernardo menedang batu yang tak sengaja dia injak dan dengan tepat mengenai tangan yang menodongkan pisau pada Cyrene.
"Aarrghh.."erangnya dan menarik tangannya.satu tangannya yang bebas menutupi memar akibat batu yang dilempar Bernardo.
Menyadari kesempatan itu,Cyrene menghentakkan kakinya tepat diatas kaki pria yang mencengkram tangannya.
"Arrghh.."erangnya memegangi kakinya.
Memanfaatkan keterkejutan mereka,dengan gerakan secepat yang Cyrene bisa,dia mendorong pria itu dan bergegas lari kearah Bernardo.
"Apakah kamu baik baik saja?"tanya Bernardo cemas.
"Aku...tidak..apa apa."jawab Cyrene sedikit terengah mengatur nafasnya dari rasa panik dan takut yang dirasakan.
"Seharusnya aku tidak meninggalkanmu sen..."kalimat Bernardo terhenti ketika melihat darah yang mengalir dileher Cyrene.
Dengan lembut Bernardo menaikkan dagu Cyrene dan melihat luka goresan disana.
"Mereka yang melakukan ini?"tanya Bernardo geram.
"Aku tidak apa apa,kita tinggalkan saja tempat ini"pinta Cyrene.
"Baik baik saja?apa kau bercanda?"kata Bernardo kesal menatap tajam mereka.
Tanpa peringatan apapun,Bernardo menghajar tiga pria itu dengan sangat mudah.Merasa terdesak,pria itu mengunakan pisaunya untuk menyerang Bernardo.Namun hal itu ditangkis dengan begitu mudah oleh Bernardo.
Pada saat yang sama,Bernardo mulai kehilangan kendali dan terus memukuli mereka.Amarah terpancar sangat jelas diwajahnya.Cyrene melebarkan matanya ketika Bernardo bahkan akan melanjutkan pukulannya ketika pria itu tersungkur dan tak bisa bergerak lagi.Tanpa berfikir panjang,Cyrene berlari menghampiri Bernardo,dan menghentikan tangannya.
"Cukup,,Hentikan..kumohon.."pinta Cyrene"Kamu bisa membunuh mereka"Cyrene berusaha menarik tangan Bernardo untuk menjauh.
"Akan lebih baik jika orang seperti mereka mati bukan?"geram Bernardo.
Sekilas Cyrene melihat dengan jelas wajah ketakutan dari tiga pria itu,tak sampai disana,petugas keamanan yang berada direstoran terlihat menghampiri mereka.
"Sudah cukup.jangan diteruskan lagi"pinta Cyrene menahan tangan Bernardo.
__ADS_1
"Mereka harus belajar apa itu menghormati wanita,jika mereka masih menyayangi nyawanya,tak seharusnya mereka mempermainkan nyawa orang lain."kata Bernardo berniat menyerang lagi.
"Ada apa ini."seru petugas keamanan begitu tiba disana.
Tak ingin keadaan memburuk,Cyrene memeluk Bernardo seraya mendorong tubuhnya mundur.
"Kumohon hentikan.kita serahkan saja pada polisi."kata Cyrene mulai gemetar.
"Kita pergi dari sini,bisakan?"tanya Cyrene.
Bernardo merasakan tubuh Cyrene gemetar saat memeluknya.
"Baiklah.."kata Bernardo menyerah.
"Mereka berusaha melukai saya,tolong hubung polisi saja"kata Cyrene singkat lalu pergi dari tempat itu.
"Ehh..tunggu"seru petugas keamaan restoran itu yang di abaikan begitu saja.
Bernardo menuntun Cyrene agar naik kemobilnya dan meninggalkan tempat itu.
"Kita ke rumah sakit dulu,oke?kamu perlu diobati."kata Bernardo memecah keheningan.
"Tidak.Tolong antar aku pulang saja.aku bisa mengatasinya sendiri."jawab Cyrene cepat.
"Luka mu harus di tangani Cyrene.Kamu tak akan tau apakah itu akan memburuk atau tidak."kata Bernardo lembut.
"Adakah seseorang yang tinggal bersamamu?"tanya Bernardo hati hati.
"Tidak."jawab Cyrene singkat.
Bernardo menghentikan mobilnya didepan sebuah klinik.Tanpa mematikan mobilnya,Bernardo keluar dari mobil.
"Hanya dua menit.aku janji.oke?"kata Bernardo sebelum pergi dan dibalas anggukan pelan.
Tak berselang lama,Bernardo kembali dengan kantong obat ditangannya.Tanpa mengatakan apapun,Bernardo segera melepas jaketnya dan meletakkannya disandaran jok mobil.
"Aku obati lukamu sebentar."ucap Bernardo dengan suara tak menerima penolakan.
Dengan hati hati,Bernardo mulai membersihkan luka Cyrene dengan kapas yang telah diberi antiseptik sebelumnya.
"Ini akan sedikit perih,tapi tolong tahan sebentar."ucap Bernardo mulai mengoleskan obat.
Cyrene mengernyit ketika rasa perih mulai terasa.Namun tak lama kemudian rasa perih itu berangsur memudar bersamaan dengan Bernardo selesai menutup luka dileher Cyrene menggunakan plester luka.
"Selesai.."kata Bernardo.
Cyrene menatap Bernardo dengan takjub.Perlakuan lembut dan hati hati ketika mengobati lukanya sangat berbanding terbalik dengan penampilannya.
__ADS_1
"Maafkan aku,Andai aku lebih cepat kau tak akan seperti ini."kat Bernardo merasa bersalah.
"Bukan salahmu.Aku sangat berterima kasih kamu disana."kata Cyrene pelan lalu memalingkan wajahnya.
Bernardo mendesah pelan menyadari tangan Cyrene masih gemetar.Perlahan Bernardo meraih tangan Cyrene dan mengenggamnya lembut.
"Kamu masih gemetar."kata Bernardo membuat Cyrene dengan cepat menoleh padanya.
"Kemana aku harus mengantarmu?"tanya Bernardo.
"Tak jauh dari sini.Hanya perlu satu kali belaok di persimpangan selanjutnya."jawab Cyrene mulai tenang.
"Baiklah..aku akan mengantarmu pulang.Akan lebih baik jika kau di rumah untuk saat ini."kata Bernardo lagi.
Cyrene mengangguk pelan dan bernardo menjalankan mobilnya mengikuti intruksi Cyrene.Mereka berhenti disebuah apartemen yang tampak begitu tenang.
"Jadi...kau tinggal disini?"tanya Bernardo.
"Ya..begitulah.Terima kasih sudah mengantarku."kata Cyrene.
"Bukan masalah.Tapi,apa kau yakin baik baik saja?"tanya Bernardo.
"Yah..kurasa begitu"jawab Cyrene sedikit ragu.
"Baiklah..jika begitu"kata Bernardo mengalah.
Cyrene turun dari mobil Bernardo.Dalam hatinya hanya berharap segera sampai ditempat tidurnya.Namun,ketika Cyrene baru bejalan beberapa langkah,pertanyaan Bernardo menghentikan langkahnya dan memaksanya untuk berbalik.
"Apakah kita bisa bertemu lagi Ren??"tanya Bernardo.
"Tentu."jawab Cyrene tersenyum.
"Terima kasih."kata Bernardo bala tersenyum.
Setelah menganggukan kepalanya,Cyrene beralik dan masuk ke apartemennya.Begitu sampai dilantai apartemen miliknya,Cyrene dengan asal melempar tasnya dan menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur.
"Haahhh...Apa apaan sih.Hari ini terlalu banyak yang terjadi."Cyrene mendesah panjang.
Tangannya meraba luka yang ada di lehernya.
"Fakta bahwa cover yang dimiliki sesorang tidak mencerminkan apa isi didalamnya ternyata aku melihat itu didalam dirinya.Cara dia merawat lukaku dan berbicara padaku.Sikap lembutnya,dia menutupinya dengan sangat baik"gumam Cyrene pelan.
Perlahan,mata Cyrene mulai menutup.Tarikan nafasnya menjadi lebih tenang.Dan tak laa kemudian Cyrene terlelap dalam tidurnya.
Sementara itu,Bernardo masih berada di luar apartemen.Mengawasi Cyrene dari mobilnya dan ingin memastikan Cyrene tetap aman.
...****************...
__ADS_1