Why Must I LOVE YOU (Perlu Perbaikan)

Why Must I LOVE YOU (Perlu Perbaikan)
Pertemuan pertama


__ADS_3

Sebuah Restoran Asia yang terlihat elegan dan mewah.Cyrene menatap restoran itu dengan tatapan tak percaya.Dengan langkah berat,dia memasuki Restoran yang disambut dengan ramah oleh seorang pria berjas yang berdiri didepan pintu masuk.


Nafasnya tercekat begitu melihat didalamnya.Beberapa pasangan yang tengah menikmati hidangan mengenakan pakaian mewah mereka.Lilin yang ada disetiap meja memberikan cahaya redup menambah kesan hangat.


'Ngak mungkin disini kan?Ini terlihat mewah.'bisik hatinya.


Mengeleng pelan,perlahan Cyrene melangkah mundur berniat pergi meninggalkan tempat itu.merasa dirinya telah salah tempat jika berada disana.Tanpa berfikir lagi Cyrene membalikan badannya.


Tanpa dia sadari,dibelakannya telah berdiri seorang pria yang hendak masuk.tepat ketika membalikkan badannya,tak bisa dihindari Cyrene menabrak pria itu dan terhuyung kebelakang kehilangan keseimbangan.Tapi sepasang tangan kokohnya menahan Cyrene dari jatuh.


"Ahh maafkan saya,saya tidak sengaja"kata Cyrene gugup dan segera menegakkan badannya,menunduk malu.


"Kamu baik baik saja?"tanya pria itu cemas.


"Saya baik baik saja,terima kasih.dan maaf telah menabrak anda."kata Cyrene mendongak untuk melihat pria yang ditabraknya lalu menunduk lagi.


'Besar sekali,tinggiku bahkan tak mencapai bahunya.Aduhh,,jika dia marah aku tak tau apa yang harus aku lakukan.'pikir Cyrene menelan ludah melihat pria yang bertubuh tinggi dan besar berdiri didepannya.


"Cyrene..?benar kan?"tanya pria itu.


Cyrene mengarahkan pandangannya pada pria itu sedikit terkejut karena tau namanya,tapi pria itu tersenyum lembut padanya.


"Iya..benar..Anda..?"tanya Cyrene mengerutkan kening.


"Aku Bernardo."kata pria itu mengulurkan tangannya.


"Ahh iya.."Cyrene menyambut tangannya dengan canggung.Menyadari dialah pria yang akan ditemuinya.


'Tangannya kecil sekali.Tubuh kecilnya seolah bisa saja hancur jika aku mengenggamnya terlalu kuat'pikir Bernardo.


"Meja kita ada didalam.ayo kita masuk."ajaknya.


"Ahh iya,baik"jawab Cyrene gugup.


Bernardo berjalan beriringan mengimbangi langkah Cyrene.Begitu tiba dimeja mereka yang terletak dibalkon dengan atap terbuka.Bernardo menarik kursi untuk Cyrene duduk.


"Terma kasih"kata Cyrene.


"Bukan masalah"jawab Bernardo lalu mengitari meja dan menarik kursi lain untuk dirinya sendiri.


"Kau tampak berbeda dari saat kita mengobrol melalui pesan."kata Bernardo tersenyum menatap lekat Cyrene.


"Ahh..Itu,,sebenarnya,,itu bukan saya"kata Cyrene meremas tangannya yang mulai berkeringat,tidak berani menatap matanya.


"Bukan kamu?"tanya Bernardo mengerutkan kening.


"Emmm itu..."kalimat Cyrene terpotong saat pelayan datang menyela.


"Permisi tuan,nona. Apakah anda siap memesan?"tanya pelayan itu ramah,


"Ya.."jawab Bernardo singkat lalu menerima daftar menu.


"Apa yang ingin kamu makan?"tanya Bernardo.


"Emmm,,,saya..."

__ADS_1


'Aduh,,,kenapa aku segugup ini sih'rutuk hatinya.


Bernardo dengan sabar menunggu apa yang ingin dipesan Cyrene.


"Apakah kau keberatan jika aku yang memesan?"tanya Bernardo melihat kebingungan Cyrene.


"Ya ..tolong.."jawab Cyrene cepat dengan senyum canggung.


Bernardo tersenyum dan mulai memilih menu,sementara sang pelayan mencatat pesanan mereka dengan menahan tawanya.


Cyrene menunduk gelisah,samar sama dia bisa mendengar Bernardo memesan Khao Tom,,Pad Thai dan menu lain yang tak dimengerti olehnya.


"Apa kau takut padaku?"tanya Bernardo setelah pelayan pergi.


"Eh..apa?.Tidak.."Cyrene tergagap menjawab pertanyaan Bernardo yang tidak diduganya.


Menghembuskan nafas panjang dan mengatur suaranya,Cyrene mulai tersenyum dan berkata pelan.


"Sejujurnya,,agak..tapi mendengar anda bertanya seperti itu sedikit mengangkat perasaan itu."jawab Cyrene."Dan lebih kearah gugup alih alih takut pada anda."tambahnya.


"Takut aku akan menyakitimu karena apa yang telah temanmu lakukan?"tanya Bernardo.


"Ehmm,,Ya..salah satunya.Hal itu akan membuat orang lain berfikir dirinya telah dipermainkan."kata Cyrene mulai bisa mengontrol suaranya.


"Sejujurnya,,,aku tak mempermasalahkan hal itu.Lagi pula jika memang benar itu yang terjadi kita bisa mulai lagi dari awal."kata Bernardo tenang.


Cyrene tersenyum tulus.Di lubuk hatinya merasa terkesan dengan sikap yang ditunjukkan Bernardo.


'Siapa yang akan menyangka,pria yang terlihat kuat seperti Bernardo,di dukung dengan badannya yang besar justru memiliki sikap yang lembut.'pikir Cyrene.


"Oh..dan tolong jangan bersikap formal padaku.aku ingin kamu juga menikmati awal yang nyaman untukmu."tambahnya.


Cyrene tersenyum setuju.Namun sebelum Cyrene membuka suara,pelayan datang lagi membawakan pesanan mereka.


Sesaat Cyrene memperhatikan pelayan yang ada didepannya dan beberapa pelayan wanita yang ada disana.Mereka terlihat cantik dan menawan.Para pengunjung wanita yang berada disana pun sangat cantik dengan balutan pakaian mewah mereka.


Tapi mata Bernardo justru hanya terpaku pada Cyrene.


"Apa yang ingin kamu ketahui?"tanya Cyrene setelah pelayan pergi.


"Semua hal tentangmu.seperti apa yang kamu lakukan setiap hari.Apa saja yang berkalitan denganmu.Setidaknya aku inggin tau itu unruk pertemuan kita selanjutnya."kata Bernardo terus terang.


"Kamu...menginginkan pertemuan kedua?"tanya Cyrene dengan mata melebar.


"Tentu saja.Dan jujur saja,aku sangat ingin hal itu terjadi.Tapi itu akan terjadi hanya jika kamu setuju."kata Bernardo.


"Aku mengerti.."kata Cyrene."Aku seorang barista di cafe yang ada dipusat kota."kata Cyrene.


"Itu mengesankan.memperlihatkan bahwa kamu menyukai seni."komentar Bernardo.


"Benarkah?Aku tak pernah berfikir demikian."jawab Cyrene.


"Tentu saja.bukankah kesenian juga diperlukan?"tanya Bernardo tersenyum.


"Kurasa begitu..lalu bagaimana denganmu?"tanya Cyrene.

__ADS_1


"Pekerjaanku berhubungan dengan mobil."jawab Bernrdo."Makanlah dulu.Rasanya akan berkurang ketika dingin."kata Bernardo.


Sikap lembut Bernardo pada Cyrene mau tak mau menimbulkan rasa nyaman dan aman pada Cyrene.Rasa canggung yag semula memenuhi hatinya telah menguap begitu saja.Bernardo bahkan tak segan menatap tajam pada orang yang mentertawakan Cyrene.


Mereka mengurangi obrlan mereka ketika menikmati hidangan yang ada didepan mereka.


"Apakah kamu buru buru pulang setelah ini?"tanya Bernardo.


"Tidak.Aku tak memiliki jadwal lain setelah ini,jadi aku bebas.kenapa kamu bertanya?"tanya Cyrene.


"Apakah kamu keberatan jika jika jalan jalan sebentar?"tanya Bernardo.


"Dengan senang hati."jawab Cyrene dengan senyum dibibirnya.


Tersenyum senang,Bernardo meletakkan beberapa lembar uang dimeja,lalu meraih tangan Cyrene dan bergegas meninggalkan meja tanpa banyak bicara.


"Tunggulah disini sebentar."kata Bernardo ketika mereka berada diluar restoran dan berdiri dipinggir jalan.


"Aku memarkirkan mobilku disana."kata Bernardo menunjuk sebuah tempat yang berjarak beberapa meter dari restoran.


"Kenapa kau memarkirkan mobil sejauh itu?"tanya Cyrene.


"Akan ku jawab nanti."kata Bernardo pegi meninggalkan Cyrene.


"Ehh,,Bernardo.."panggil Cyrene namun Bernardo hanya melambai,dan memberi isyarat untuk menunggu.


Ketika Bernardo tak terlihat lagi dari pandangannya,Cyrene merasakan bahunya ditepuk oleh seseorang.


"Iya..maaf,apakah ada masalah?"tanya Cyrene ketika berbalik dan mendapati tiga pria didepannya.


"Apakah kamu sendirian cantik?"tanya salah satu pria.


Cyrene terkejut dengan pria yang bertanya tiba tiba menarik tangannya.Perasaan panik merayap dihatinya.


"Tolong lepaskan tangan saya."kata Cyrene berusaha menenangkan diri dan menarik tangannya.


"Ayolah,,kami bisa menemanimu.apakah kau ditinggalkan kekasihmu?"tanya pria lain dengan seringai.


"Saya bersama pasangan saya,jadi tolong lepaskan tangan saya."kata Cyrene.


"Jangan menggertak seperti itu.itu tak akan berguna."katanya dan memperkuat cengkraman tangannya.


"Hei...lepaskan"bentak Cyrene.


"Jangan marah,aku akan mengajakmu bersenang senang."ucapnya lagi seraya menarik paksa Cyrene agar mengikuti mereka.


"Lepaskan atau aku akan teriak."ancam Cyrene.


"Apa kau yakin.?"tanya pria satunya lagi yang entah sejak kapan telah berdiri dibelakang Cyrene dan menempelkan pisau dilehernya.


Seketika tubuhnya membeku saat merasakan hawa dingin dilehernya.


Kepanikan bertambah saat Cyrene menoleh kearah restoran tadi dan petugas keamanan tak terlihat disana.


'Apa yang harus kulakukan,?'rutuknya dalam hati.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2