
2 hari yang lalu, di sebuah tempat yang sangat sangat jauh. Sebuah dunia yang teramat amat sangat berbeda dengan bumi. Bentuk kehidupan, suasana, alam, mahluk, seluruhnya merupakan sebuah keberadaan yang tak satupun manusia mengetahuinya. Alam semesta yang menjadi titik tumpu dan akar dari miliaran atau bahkan triliunan kehidupan yang ada. Inilah, Rennaive.
Rennaive dibagi menjadi 4 bagian.
Teve, tempat tinggal dari para dewa.
Neont, tempat tinggal dari para malaikat.
Gefadve, tempat tinggal dari para mids / monster surgawi.
Xydree, tempat tinggal para iblis.
Kala itu, Rennaive tengah mengalami perpecahan. Pemimpin dari setiap entitas entitas yang berada di 4 daerah bagian Rennaive sedang berselisih karena adanya suatu masalah. Walaupun saat ini meraka masih dalam fase perang dingin, beberapa dari para petinggi entitas entitas itu memulai berbagai persiapan perang.
"Sepertinya ini lah tempat yang dimaksud oleh Deebe. Mari kita lihat apakah tempat ini layak atau tidak."
Sebuah entitas tak dikenal yang berasal dari Gefadve tengah mendekat dan mencoba memasuki Bumi.
"Booommmm!"
Sebuah cahaya hitam keluar dari entitas itu. Cahaya itu memantul dan terbagi menjadi 2 setiap 0,000000001 detik. Cahaya itu melesat menuju bumi dan dengan cepat membungkus atmosfer Bumi hanya dalam waktu kurang dari 10 detik.
FYI : Cahaya yang membungkus bumi itulah penyebab dari perubahan cuaca ekstrem yang terjadi saat Vivi tengah berada di rumah sakit. Atmosfer bumi dibungkus sangat rapat hingga cahaya matahari tak mampu masuk. Walaupun hanya 10 detik, efek dari cahaya ini mampu mempengaruhi cuaca di bumi hingga hampir 2 hari lamanya.
Dalam waktu 10 detik itu, entitas tersebut mampu melihat seluruh kejadian dan fenomena yang terjadi di bumi dari awal proses pembentukannya hingga saat ini. Setiap hal kecil sekecil mikroba yang berevolusi pun mampu ia lihat dalam kurun waktu 10 detik tersebut.
"Sumber daya alamnya tidak buruk. Bahkan melimpah, ada banyak sekali hal hal di tempat ini yang bisa dijadikan sebagai sumber dari kebutuhan tubuh kami. Namun, sepertinya tempat ini membutuhkan penyesuaian pada mahluk mahluk yang tinggal di dalamnya. Mereka banyak merusak aset aset berharga, sumber daya alam, bahkan energi dan tumbuhan yang menjadi inti dari kehidupan di tempat ini. Hal ini tak bisa di biarkan, kami perlu melakukan sesuatu akan hal ini."
Entitas itu kembali ke tempat asalnya untuk melaporkan informasi apa yang telah ia dapat dari perjalanannya mencari tempat untuk dijadikan rumah bagi para mahluk sejenisnya.
"Tuanku, saya telah menemukan sebuah tempat yang sangat luar biasa. Sumber daya alamnya begitu melimpah, energi dan sumber kehidupan disana sangat besar. Mungkin kita bisa menempati tempat itu setidaknya 2 juta tahun. Namun sangat disayangkan tuanku, mahluk yang menempati tempat itu tidak memiliki kualifikasi yang mampu membuat saya menyebut mereka layak untuk tinggal disana. Jangankan pada tempat mereka tinggal, bahkan pada sesama mahluk pun, mereka tak bersikap pantas. Tampaknya mereka memiliki sifat yang dimiliki oleh para leluhur kita dahulu."
__ADS_1
Lapor entitas itu sambil bersimpuh.
"Dean."
Tuan dari entitas itu mulai berbicara. Sosoknya begitu mengerikan. Sebagaimana sosok monster pada umumnya, ia memiliki aura yang sangat sangat luar biasa kuat. Keberadaanya adalah sesuatu yang mampu mengguncang semesta. Besar kekuatannya tak mampu diukur, atau pantas di sebut tak terbatas. Ialah pemimpin dari Gefadve, raja para monster surgawi, Greogoda.
"Ya tuanku!"
Saut entitas itu dengan tanggap dan penuh hormat.
"Terimakasih telah memenuhi tugasmu dengan baik dan menemukan tempat luar biasa itu. Dean, aku ingin meminta satu lagi padamu. Tolong kumpulkan seluruh petinggi di ruangan ini."
"Baik tuanku! Segera saya laksanakan!"
Entitas itu pergi dan dengan segera memenuhi permintaan tuannya itu.
Tak butuh waktu lama, seluruh petinggi dunia Gefadve hadir di ruangan sang pemimpin.
Tanya sang adik sekaligus salah satu petinggi Gefadve.
"Tampaknya kita akan segera menemui sebuah perang besar yang tak mampu kita hindari. Kita semua tahu usia ku tak sampai 1 tahun lagi. Aku sudah terlalu banyak menyaksikan peristiwa peristiwa luar biasa di dunia ini. Salah satu nya adalah apa yang dikatakan mimpiku mengenai perang besar yang dikatakan ramalan Rennaive. Perang besar itu akan terjadi dalam kurun waktu 82 tahun dari sekarang. kita juga sudah merasakan adanya tanda tanda akan terjadinya perang besar ini sejak 1.200 tahun yang lalu."
Ia berhenti sejenak. Menghela nafas kemudian kembali melanjutkan pembicaraannya.
"Tidak hanya itu, tadi malam aku bermimpi lagi. Mimpi yang sama, dan mimpi itu telah berulang ulang muncul selama 1 tahun ini. Mimpi mengenai kematianku."
Greogoda terus bermimpi setiap harinya. Hal ini dimulai sejak 1 tahun yang lalu, bak telah teror. Memimpikan ribuan cara dirinya mati dengan mengenaskan. Dari 1 tahun lalu, mimpinya itu bagaikan hitung mundur menyambut kematiannya. Karena setiap ia bermimpi, ada sebuah sosok yang memberi tahunya sisa waktu hidupnya.
..."Sisa waktumu adalah 1 hari dari detik ini"...
Namun, pada malam itu, Greogoda diberi tahu sesuatu yang begitu mengguncangnya. Yaitu sisa waktunya yang hanya tersisa 1 hari.
__ADS_1
"Besok, aku akan meninggalkan kalian semua."
Ucapnya dengan lirih.
Semua orang terdiam. Sesaat, ruangan pemimpin dari Gefadve itu hening.
"A-apa? Apa saya salah mendengarnya tuan? Be-besok?"
Saut sang bawahan.
"Kakak! Apa yang kakak katakan!? Bukankah kakak bilang masih tersisa 1 tahun lagi!?"
Adik Greogoda, Greve mulai gelisah.
"Tuanku, tolong jangan bergurau disaat seperti ini."
Sang penasihat tak percaya akan apa yang dikatakan Greogoda.
"Ayah! Ini sama sekali tidak lucu!"
Mea, putri sulungnya ikut mengatakan hal yang sama.
Semua orang di dalam ruangan itu terkejut. Mereka benar benar syok tak percaya akan apa yang dikatakan oleh Greogoda. Yang mereka tahu, sisa waktu Greogoda adalah 1 tahun lagi. Mereka berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Greogoda saat itu adalah gurauan. Tapi disaat yang sama, mereka juga berpikir bahwa Greogoda, pemimpin Gefadve tak akan berbuat hal seperti ini. Semua orang tahu bahwa Greogoda adalah pemimpin yang bijaksana, ia tak akan bergurau disaat genting seperti ini, disaat seluruh alam tengah bersiap untuk perang besar 82 tahun lagi.
"Aku tidak sedang bercanda. Aku benar benar diberitahu bahwa besok adalah hari kematian ku."
Kali ini semua orang benar benar dibuat terdiam. Semuanya berputar di kepala mereka, memikirkan cara untuk menghadapi hari esok tanpa sosok sang pemimpin yang selama ini menjadi inti dari otak dan kekuatan mereka.
...Chapter selanjutnya ◉‿◉...
...>>>>>...
__ADS_1