
"permisi apa tempat ini adalah tempat yang menyewakan penginapan?" kata hikari dengan sedikit rasa bingung karena melihat tempat itu yang di penuhi oleh para petualang yang sedang menyantap makanan mereka. semua orang mengabaikan hikari dan hanya asik dengan diri dan teman mereka sendiri, di sisi lain hikari tak melihat seseorang yang seperti pemilik tempat itu.
tepat saat snow berbicara semua orang langsung terdiam dan melihat ke arah snow, "ada apa nona? apa ada yang bisa ku bantu" kata seorang petualang bernama max sambil menjilat bibirnya dan memegang segelas minuman. snow lalu menanyakan apaah tempat itu menyewakan sebuah kamar untuk dirinya dan hikari bermalam, "hei vell ada yang ingin menyewa sebuah kamar" kata max sambil berteriak dengan kencang dan meminum minumanya.
"cih" hikari menjadi sedikit jengkel karena saat ia bertanya tak ada seorangpun yang menjawabnya tetapi ketika seorang wanita cantik yang bertanya semua orang berbondong bondong menjawab pertanyaannya. max yang saat ini sedang mabuk langsung menoleh ke arah hikari dan berkata "huk... apa yang kwa huk.. lwihat anwak kecil".
"t-tidak ada paman, a-aku hanya melihat sekeliling s-saja" kata hikari sambil berpura pura takut dan langsung bersembunyi di belakang snow dan berpura pura ingin menangis. snow yang melihat tingkah hikari langsung menjadi kesal dan sangat ingin memukulnya, di sisi lain max langsung tertawa dengan keras dan berkata "hei nona bagaimana kalau malam ini kau tidur dengan ku? aku akan membayarmu 1 koin emas dan akan membayar kamar untuk anakmu". max yang saat ini sangat tergoda dengan tubuh dan wajah serta kulit yang cantik dan halus milik snow tanpa basa basi langsung mengajaknya untuk tidur bersama, snow hanya tersenyum dan berkata bahwa dia tak membutuhkan uang milik max dan berkata bahwa hikari bukanlah anak snow.
max yang mendengar tolakan dari snow langsung menjadi marah dan membantingkan gelas yang berisi minuman yang berada di tanganya, sementara itu hikari masih melanjutkan aktingnya yang berpura pura menjadi anak lemah dan penakut. "hee... kenapa kau membanting minumanmu? bukankah sayang ya" kata snow.
"beraninya kau menolak ku! akan ku buat kau merasakan akibtanya" kata nax dan langsung menarik kapak besar yang ada di punggungnya. snow hanya tertawa saat melihat max mengeluarkan kapak miliknya, "hmm sepertinya dia sudah gila " kata salah satu petualang yang mendekati max. setalah max mengeluarkan kapak miliknya, beberapa petualang lain mulai mendekati snow dan mengepungnya, petualang itu adalah para bawahan max yang cukup setia.
"bisa kau hentikan untuk menganggu pelangganku max?" kata seorang pria dengan tubub yang besar dan berotot datang menghampiri max dari pintu masuk. saat melihat kedatangan dari pria itu semua orang yang ada di sana langsung terdiam dan bahkan max sendiri pun menjadi sangat ketakutan, wajahnya saat ini berubah menjadi sangat pucat, sekujur tubuhnya menjadi gemetaran dan di penuhi oleh keringat dingin.
__ADS_1
"v-vale" kata max yang sangat ketakutan. di sisi lain vale yang semakin mendekati max sambil mengeluarkan aura dan mana yang besar secara perlahan mendekati max, semakin dekat vale dengan max, semakin kuat pula tekanan yang di rasakan oleh max dan kelompoknya yang bahkan tak bisa membuat mereka bergerak sedikitpun dan secara perlahan semua anggota max langsung terjatuh satu persatu.
"bukankah sudah pernah ku katakan jangan pernah kau mengganggu pelangganku" kata max sambil mengeluarkan niat membunuh dan tepat di hadapan max, yang membuat max menjadi semakin ketakutan. semua orang yang ada di sana kecuali hikari dan snow langsung terdiam dan tak bisa bergerak dan secara satu persatu pingsan karena kesulitan bernafas karena tekanan yang di keluarkan oleh vale.
"t-tolong ampuni k-kami v-vale" kata max. vale lalu langsung memukul max dan membuat max langsung terpental cukup jauh yang membuat tempat vale menjadi sangat berantakan bahkan dinding penginapan itu menjadi rusak dan berlubang karena max yang menembus dinding itu.
di sisi lain hanya tersisa beberapa orang yang masih sadarkan diri dan bisa bergerak dengan bebas, "hmm" vale lalu melihat ke belakang dan melihat bahwa hikari dan snow masih tetap bisa berdiri dengan tegak dan bergerak dengan bebas. vale sedikit terkejut dan bahkan orang yang tersisa dan dapat berdiri hanya tersisa 4 orang termasuk hikari dan snow, "hei bisakah kau berhenti berpura pura lemah? kau membuatku sedikit kesal" kata vale sambil menatap hikari.
"ku katakan sekali lagi! bisakah kau berhenti untuk berpura pura menjadi lemah seperti itu? biar ku beritahu sesuatu, hanya beberapa orang saja yang sangup berdiri karena tekanan yang ku keluarkan ini dan mereka semua bukanlah orang yang lemah" kata vale dan langsung menghilang dan seketika muncul di belakangnya hikari dan langsung menedangnya. hikari dengan sengaja menerima serangan dari vale dan langsung terbang menjauh karena tendangan dari vale, di saat hikari hanya mengira jika vale hanya akan menyerangnya sekali di saat itupun juga vale dengan cepat berada di hadapan hikari dan langsung menerbangkanya ke atas dan di ikuti serangan beruntun lainnya.
snow yang melihat itu tak hanya tinggal diam saja dia langsung berlari ke arah vale dan ingin membunuh vale, tepat sesaat sebelum snow menyerang vale dia langsung terhenti ketika mendengar suara seseorang di dalam kepalanya yang menyuruhnya untuk tidak menyerang dan hanya melihat saja. "s-siapa itu? apakah itu kau " kata snow.
"saat ini aku berkomunikasi denganmu menggunakan sihir telepati jadi berbicara saja di dalam hati" kata hikari. rentetan serangan mengenai tubuh hikari dan membuatnya terluka parah dan muntah darah, snow yang melihat itu langsung menanyakan kenapa hikari tak membalas serangan dari vale dan hanya menerimanya begitu saja. "coba kau lihat kebelakang" kata hikari.
__ADS_1
"apa maksudmu?" kata snow dengan perasaan bingung. hikari lalu berkata "lihatlah ke belakang kau pasti akan mengerti " ,setelah mendengar perkataan dari hikari yang menyuruhnya untuk melihat ke belakang, snon langsung menoleh. setelah snow menoleh ke belakang dia terkejut buakan main karena melihat bahwa hikari telah berada di belakangnya, padahal dia jelas jelas melihat bahwa hikari saat ini sedang di hajar habis habisab oleh vale.
"kau pasti bertanya tanya bagaimana aku bisa berada di sini?" kata hikari sambil tersenyum dan lalu duduk. snow hanya terdiam dan menganggukan kepalanya dab melihat bahwa saat ini ada dua hikari yang membuat snow menjadi sangat kebingungan, "hmm..... yang ada di sana hanyalah ilusi yang ku buat! bukanlah sudah pernah ku katakan jika aku ini adalah pengguna sihir ilusi" kata hikari sambil tersenyum dan meminum minuman yang ada di meja tempatnya duduk.
"sihir ilusi? kapan kau mengatakannya? apa sihir ilusi memang sehebat ini ya?" kata snow dengan perasaan bingung. hikari hanya tersenyum saat melihat snow yang kebingungan dan berkata "apa aku belum memberitahumu kalau aku ahli dalan sihir ilusi? dan juga mematikan atau tidak sihir tergantung dari cara pengguna sihir tersebut".
"apa masih ada yang kau sembunyikan dariku?" kata snow. hikari tak menjawab pertanyaan dari snow dan langsung mengalihkan pembicara dan menyuruh snow untuk melihat dan menilai kekuatan dari vale, snow menjadi kesal karena hikari tak menjawab pertanyaannya dan mencoba untuk mengalihkan perhatiannya ke arag vale.
hikari yang melihat snow menjadi marah langsung melambaikan tanganya yang mengisyaratkan untuk menyuruh agar snow mendekatinya, di saat snow telah mendekat hikari langsung memitik kepala snow dan berkata sambil tersenyum bahwa ia akan memberitahukan semuanya suatu saat nanti.
TAK ADA GUNANYA UNTUK MEMIKIRKAN MASA DEPAN!
KARENA HAL YANG HARUS KAU PIKIRKAN HANYALAH SATU YAITU APA YANG BISA DAN HARUS KAU LAKUKAN UNTUK SEKARANG!
__ADS_1