Yami no Hikari no Eiyu

Yami no Hikari no Eiyu
para pahlawan


__ADS_3

Cerberus yang melihat kalau ke 3 pahlawan yang tersisa berniat untuk melindungi temanya seketika dengan kecepatan tinggi langsung menyerang ke 3 pahlawan yang tersisa dan setelah cerberus telah membuat ke 4 pahlawan tak bisa bergerak dan yang tersisa hanyalah tsukasa hikari memerintahkan agar cerberus berhenti untuk menyerang mereka, Cerberus yang mendengar perintah dari hikari langsung menghentikan seranganya tepat sesaat sebelum cakar cerberus menyentuh tubub tsukasa. tsukasa yang melihat kalau cerberus telah berhenti menyerang dan berhenti tepat sesaat sebelum mengenai dirinya langsung memucat dan terjatuh dengan wajah memucat dan keringat dingin membanjiri tubuhnya, "s-siapa kau?" ucap tsukasa yang melihat hikari secara tiba tiba berada di atas kepala cerberus.


hikari hanya tersenyum mendengar perkataan dari tsukasa dan menayakan apakah mereka adalah pahlawan yang di panggil dan menayakan apakah benar nama tsukasa adalah kaito tsukasa, "b-bagaimana kau bisa mengetahui namaku? a-apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" ucap tsukasa. hikari hanya tersenyum dan mengabaikan pertanyaan dari tsukasa dan berkata "pahlawan ya? kalian terlalu lemah untuk menjadi seorang pahlawan! jika pahlawan yang di panggil dari dunia lain itu selemah kalian bagaimana jadinya dunia ini nanti" ucap ye xiu sambil menggubah kembali cerberus menjadi sebuah kartu.


tsukasa langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari hikari dan di sisi lain dia menjadi sangat ketakutan ketika melihat hikari secara perlahan mendekatinya, "orang lemah seperti kalian tak pantas di panggil dengan gelar pahlawan, kalian semua lebih pantas di sebut sebagai pecundang!" ucap hikari sambil menghajar tsukasa. hikari terus menyerang tsukasa menggunakan tangan kosong yang bahkan membuat tsukasa tak dapat berkutik sedikitpun, hikari terus menerus menyerang tsukasa secara beruntun dan bahkan tak memberikan tsukasa kesempatan untuk bernafas.


sementara itu di sisi lain semua prajurit yang ada di sana tak ada yang berani untuk membantu tsukasa dan ke4 pahlawan yang melihat tsukasa di hajar habis habisan ingin membantu tetapi tubuh mereka tak bisa bergerak sesuai kemauan mereka, "lemah! lemah! lemah! lemah" ucap hikari. setelah lebih dari 1 jam menghajar tsukasa, hikari akhirnya menghentikan seranganya ketika mendengar suara dari seorang wanita yang tak asing baginya yang menyuruh hikari untuk berhenti menyerang pahlawan tsukasa. "hmm kenapa aku harus mematuhi perintahmu? lebih baik kau duduk diam sambil memperhatikan dan melihat aku menghancurkan dunia yang sangat kau cintai ini" ucap hikari yang saat ini telah berada di belakang dewi freya.


"hmmn sihir teleportasi ya? menarik. apa kau ingin melawanku, percuma kau tak akan bisa mengalahkanku" ucap freya sambil tersenyum. hikari langsung tersenyum ketika mendengar perkataan dari freya dan langsung menyerangnya, semua serangan hikari tak ada yang bisa menyentuh tubuh freya karena freya telah melindungi dirinya dengan sihir pelindung. "bukankah sudah ku katakan bahwa percuma saja kau menyerangku" ucap dewi freya dan langsung menarik keluar pedangnya dan dengan cepat langsung menebas tubuh hikari.


"hei apa yang sebenarnya sedang kau serang itu? kalau kau ingin membunuhku aku ada di sini" ucap hikari yang tepat berada di belakang tsukasa. tsukasa yang mengetahui kalau hikari berada tepat di belakangnya langsung menoleh dan menjadi sangat ketakutan ketika melihat di tanganya hikari terdapat sebuah pedang berwarna putih yang sedingin es (pedang yang terbuat dari es), "hentikan! jangan lakukan itu" ucap freya yang melihat kalau hikari berniat untuk menusuk tsukasa menggunakan pedang esnya.

__ADS_1


saat di detik detik terakhir mirai menyelamatkan tsukasa dengan cara mendorongnya menjauh tetapi sebagai imbalannya mirai yang terkena oleh serangan dari hikari, "akh.. " mirai langsung muntah darah seketika pedang es milik hikari menembus tubuh mirai. hikari terkejut ketika melihat kalau pedangnya telah menembus pahlawan wanita yang lain sementara itu di sisi lain freya yang melihat hal itu terjadi langsung menjadi sangat marah dan memusatkan semua kekuatannya pada serangan terkuatnya di ujung pedang, "maaf freya tapi sebaiknya kau tak menggangu" ucap hikari dan langsung menggunakan skil anti magic miliknya dan memindahkan freya ke suatu tempat di hutan "sial apa yang sebenarnya sedang terjadi? kenapa dia bisa memiliki kekuatan yang sangat mengerikan seperti itu? padahal aku hanya memberikannya sedikit kekuatanku seblumnya tapi kenapa?" ucap dewi freya dengan perasaan kesal dan dengan cepat langsung terbang ke arahnya hikari.


hikari sangat terkejut ketika melihat pedangnya telah menembus tubuh dari mirai padahal targetnya adalah tsukasa, "menarik" ucap hikari sambil tersenyum dan menarik keluar pedangnya dari tubuh mirai. semua pahlawan langsung berteriak dan sangat terkejut ketika melihat bahwa teman mereka telah di bunuh tepat di depan mata mereka dan saat ini semua pahlawan menjadi sangat marah tetapi mereka tak berdaya dan tak dapat melakukan apapun. "sihir ilusi, kabut hitam" hikari langsung menggunakan sihir ilusi untuk mebutakan penglihatan musuhnya dan ketika semuanya sudah menjadi gelap hikari langsung menyembuhkan semua orang yang ada di kerajaan itu termasuk mirai dan menggembalikan semuanya seperti sebelumnya dengan menggunakan sihir waktu seperti tak pernah terjadi apa apa.


sebelum hikari menghilangkan efek sihir ilusinya setelah dia selesai menyembuhkan mirai, hikari langsung membuka topengnya dan memberikan sebuah kalung dan cincin serta kartu hydra kepada mirai, "jika kau tak menyukainya silahkan di buang saja" ucap hikari dan langsung menghilang dan di saat yang bersamaan dia menteleportasikan semua pahlawan ke kamar mereka. hikari bukan hanya sekedar menteleportasikan dan menggembalikan semuanya kembali seperti semula tetapi ia juga menghapus ingatan semua orang kecuali mirai tentang keberadaan dirinya, tak lama setelah hikari pergi dari kerajaan dragnil, freya telah sampai ke kerajaan dragnil dan sangat terkejut ketika melihat kalau semuanya telah kembali seperti semula dan bahkan tak ada jejak sedikitpun tentang adanya bekas pertempuran, "a-apa yang terjadi?" ucap freya dengan ekpresi terkejut.


freya langsung terbang ketempatnya para pahlawan dan melihat kalau kelima pahlawan kecuali mirai sedang tertidur di kasur mereka, melihat hal itu freya sangat terkejut dan merubah penampilan dirinya sebagai pelayan dari kerajaan dragnil dan memasuki kamarnya mirai, "permisi bu apakah ada yang bisa saya bantu?" ucap freya. mirai mengatakan jika tak ada yang ia perlukan saar ini dan mengatakan bahwa ia ingin istirahat dan menyuruh pelayan itu untuk keluar, "kalau boleh tau kenapa sepertinya kau sedang ketakutan?" ucap freya itu.


mirai tetap tak menjawab pertanyaan dari freya dan langsung menutup pintunya dan langsung membuka jendela untuk melihat pemandangan di luar "haa apa yang sebenarnya sedang terjadi? apakah kejadian itu hanyalah mimpi? tapi jika itu memang mimpi lalu kenapa semua barang yang di berikan oleh orang itu bisa berada di tanganku?" ucap mirai dengan wajah ketakutan dan kebingungan. mirai terus melihat kalung, cincin dan kartu yang memiliki gambar hydra yang di berikan oleh hikari dan terus menerus memikirkan perkataan dari hikari (mungkin semua barang itu akan berguna untukmu suatu hari nanti dan jika menurutmu kau tidak membutuhkannya silahkan kau buang saja. neraka yang sesungguhnya baru saja akan di mulai).


"apa aku membangunkanmu? maaf ya" ucap mirai dan mengatakan jika ia sedang melihat bintang di langit malam.

__ADS_1


"hei darimana kau mendapatkan cincin dan kalung ini? dan juga kenapa kartu ini memiliki gambar seperti monster hydra berkepala 11?" ucap yuri yang melihat beberapa benda yang ada di tanganya mirai.


"hei yuri, apa kau tadi melihat ada seokor monster cerberus? atau apa kau tadi melihat ada seorang pria yang menggunakan topeng dan seorang dewi sedang bertarung?" ucap mirai.


"kau ini bicara apa? mana mungkin ada manusia yang sanggup melawan dewi dan juga mustahil ada monster yang dapat menerobos masuk ke dalam istana sementara di luar sana terdapat banyak petualang dan penjaga yang melindungi kerajaan" ucap yuri sambil tertawa dan mengatakan kalau yang di lihat oleh mirai itu hanyalah sebuah ilusi atau mungkin mimpi.


"haha kau benar! mana mungkin ada manusia sia yang dapat bertarung melawan dewi" ucap mirai tetapi sebenarnya jauh di lubuk hatinya dia masih menghawatirkan tentang apa yang akan terjadi di masa depan dan maksud dari perkataan pria bertopeng itu.


sementara itu jauh di dalam hutan dan kabut hikari saat ini tengah terbaring kesakitan dan tak bisa bergerak sambil terus menjerit kesakitan akibat efek dari skil miliknya, "arghhhh!!" suara teriakan terus bergema di hutan itu sampai fajar tiba dan di saat hikari tengah terkapar seekor monster tiba tiba datang menghampiri hikari.


CINTA ITU SEPERTI ANGIN.

__ADS_1


KAU TAK BISA MELIHATNYA.


TAPI KAU BISA MERASAKANNYA.


__ADS_2