
"haaa... apakah dunia ini benar benar layak untuk di selamatkan" ucap hikari dalam hatinya sambil menatap lagit malam dari balik jendelanya. hikari terus menatap lagit malam selama beberapa menit dan teringat kata kata dari dewi freya yang mengatakan jika ia harus membantu para pahlawan yang di panggil untuk menjadi lebih kuat dan membantu mereka untuk mengalahkan raja iblis, setelah mengingat kata kata dari dewi freya, hikari langsung berteleportasi ke kerajaan manusia untuk melihat para pahlawan yang di panggil.
"sudah cukup lama aku tak melihat kota ini ternyata masih sama saja seperti dulu" ucap hikari saat tiba di kota bulan dan langsung menggunakan sihir menghilang. kota bulan adalah tempat pertama yang hikari kunjungi dan juga adalah tempat yang mempertemukan hikari dengan seorang wanita bernama luysy angel, setelah sampai di kota bulan kerajaan dragnil hikari yang saat ini telah menggunakan sihir yang dapat menghilangkan dirinya dari pandangan orang lain (menghilang) hikari dengan cepat langsung terbang ke kerajaan dragnil.
setelah sampai di kerajaan dragnil hikari dengan santainya berjalan memasuki semua ruangan yang ada di dalam kerajaan itu tanpa sepengetahuan orang lain, hikari terus mencari ruangan dari para pahlawan dan setelah mencari lebih selama 1 jam lamanya saat hikari mulai kesal dan berniat untuk menghancurkan seluruh bangunan yang ada di istana itu secara mengejutkan seorang penjaga berbicara tentang ke5 pahlawan yang di panggil tersebut dan ruangan yang mereka tempati. setelah selesai mendengarkan pembicaraan dari kedua prajurit itu hikari akhirnya mengetahui tempat yang di tinggali oleh para pahlawan tetapi karena dia masih saja bingung dan juga sering tersesat karena istana itu yang begitu luas hikari akhirnya menyerah untuk menemukan ruangan tempat para pahlawan tinggal dan langsung berteleportasi keluar dan duduk di sebuah atap istana tersebut, "haa merepotkan!! biarkan aku melihat kekuatan kalian para pahlawan, keluarlah cerberus" ucap hikari sambil melemparkan kartu yang memiliki gambar Cerberus dan dengan santainya memanggilnya keluar.
"GWARGHHHH" suara auman dari Cerberus yang terdengar hingga luar istana, "lakukan sesukamu tapi jangan bunuh kelima pahlawan ataupun orang lain, kalau kau sudah mengerti silahkan berdansa sesukamu" ucap hikari sambil duduk santai di atas atap sambil menikmati pertunjukan di bawah langit malam. setelah hikari selesai memberikan perintah kepada Cerberus dengan segera cerberus itu langsung menghancurkan dan menyerang apapun yang ada di sekitarnya, di sisi lain semua prajurit yang ada di sekitar sana dengan cepat langsung menghadang jalan dari Cerberus dan salah seorang dari prajurit itu melaporkan kejadian ini kepada sang raja dan para pahlawan.
beberapa menit sebelum hikari memanggil ceberus.
"haaa... membosankan! kenapa tak ada sedikitpun hal yang menarik? coba saja ada monster yang kuat yang datang menyerang kerajaan" ucap salah satu pahlawan pemanah bernama zero minato.
"haa apa yang barusan kau katakan tadi? jangan bercanda! bagaimana jika nanti keinginanmu itu benar benar di kabulkan dasar bodoh" ucap seorang pahlawan wanita bernama yuri tsuki yang menggunakan pedang dan sihir dengan atribut angin, air dan api.
"benar apa yang di oleh yuri jangan asal bicara kau dasar zero bodoh" ucap seorang pahlawan wanita bernama mirai khasira penyihir yang memiliki sihir penyembuh, cahaya dan air.
__ADS_1
"tetapi aku setuju dengan zero, semua musuh yang kita lawan sebelumnya semuanya sangat lemah bahkan sampai membuatku bosan" ucap salah seorang pahlawan bernama kuro tsubasa yang menggunakan dua belati sebagai senjata utamanya dan dapat menggunakan sihir angin.
"hahaha benar kan apa yang kukatakan, bahkan kuro pun mendukungku. sekarang hanya tersisa pendapatmu saja tsu, jadi kau akan memilih mendukung siapa" ucap zero dengan penuh semangat sambil tertawa.
"bisakah kalian diam sebentar! sepertinya aku tadi mendengar suara auman keras dari taman yang berada di selatan" ucap kaito tsukasa.
tepat setelah tsukasa mengatakan hal itu seorang prajurit dengan terhenga henga datang menghampiri mereka dan mengatakan kalau ada monster yang sangat besar menyerang istana, "ternyata memang benar kalau yang kudengar tadi adalah suara auman monster" ucap tsukasa dan langsung bersiap untuk bertarung dan mengalahkan monster itu.
"berapa jumlah monster yang menyerang istana" ucap tsukasa sambil bersiap siap untuk bertarung. prajurit itu mengatakan kalau hanya ada satu monster dan hampir semua prajurit dan penyihir yang ada di kerajaan telah di kerahkan untuk mengalahkan monster itu, "s-semua prajurit kau bilang? j-jangan bercanda! mana mungkin ada monster yang bisa membuat seluruh pasukan kerajaan ini dikerahkan" ucap zero yang sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari prajurit itu.
"tenang saja tak perlu sampai memohon begitu kami pasti akan membantu untuk menyelamatkan kerajaan kalian, benar kan teman teman" ucap mirai sambil tersenyum dan menyuruh prajurit itu untuk mengangkat kepalanya. semua pahlawan setuju untuk membantu untupk mengalahkan monster yang menyerang istana yaitu Cerberus, "hahaha akhirnya datang juga lawan yang kuat" ucap zero sambil tertawa dan langsung bersiap untuk bertarung.
"hei ngomong ngomong apa dari kalian ada yang melihat tsukasa?" kata yuri yang menyadari kalau tsukasa telah pergi. semua orang yang ada di sana kecuali prajurit yang membawakan kabar kepada mereka semuanya menjawab kalau mereka tak menyadari kalau tsukasa sudah tak berada di sana lagi, "anu... kalau tuan tsukasa sudah dari tadi pergi dari sini, sepertinya dia tadi pergi ke arah tempat monster yang berada di selatan" kata prajurit itu.
"e-ehh!!!" semua pahlawan yang ada di sana menjadi sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari prajurit kerajaan itu yang mengatakan kalau tsukasa sudah lama pergi untuk melawan mosnter yang menyerang istana, setelah mendengar perkataan dari prajurit kerajaan itu mereka semua langsung tergesa gesa dan dengan cepat langsung berlari untuk mengejar tsukasa.
__ADS_1
sementara itu tsukasa yang saat ini telah lama menuju ke arahnya cerberus sebentar lagi akan sampai dan bertemu dengan cerberus, sesampainya di sana tsukasa menjadi sangat terkejut ketika melihat begitu banyak prajurit yang sudah tergeletak di tanag dengan tubuh penuh luka dan melihat kalau hanya ada satu monster yang melakukan itu, "m-mustahil!!! a-apakah itu cerberus?" ucap tsukasa yang sangat terkejut ketika melihat cerberus. wajah tsukasa memucat karena terkejut dan bahkan seluruh tubuhnya bergetar karena ketakutan saat mengetahui kalau lawanya adalah salah satu mahluk yang mendiami neraka yaitu cerberus, tetapi di sisi lain dia menjadi sangat kesal dan di penuhi oleh amarah ketika melihat semua prajurit kerajaan tergeletak di tanah.
sementara itu hikari yang melihat kalau ada seseorang yang muncul dengan pakaian sederhana dan hanya membawa sebilah pedang di pinggangnya yang saat ini hanya menatap cerberus dengan wajah memucat dan tubuh gemetaran hanya bisa tersenyum ketika melihat hal itu, tsukasa saat ini bahkan tak bisa untuk menarik keluar pedangnya dan hanya berdiri menatap cerberus dengan wajah ketakutan. cerberus yang menyadari keberadaan dari tsukasa langsung meraung dengan sangat keras kearah hikari dan dengan cepat langsung menyerang tsukasa, tsukasa yang saat ini terhanyut dalam ketakutan hanya bisa terdiam dan tak bisa bergerak walaupun dia mau menggerakan tubuhnya.
hikari hanya terus mengamati dari kejauhan dan hanya duduk santai sambil memperhatikan dan menikmati semua yang terjadi. sementara itu di saat detik detik terakhir tepat sebelum cakarnya cerberus menyentuh tubuh dari tsukasa secara tiba tiba zero dan kuro menghalangi serangan dari Cerberus menggunakan anak panah dan belatinya, "maaf membuatmu menunggu tsukasa" ucap zero sambil menangkis serangan dari cerberus. Cerberus yang mengetahui kalau serangannya berhasil di tahan oleh orang lain langsung menjadi sangat marah dan mengerahkan semua kekuatannya yang membuat kuro tak sanggup lagi untuk menahan serangan dari cerberus, "cepat bawa tsukasa lari dari sini dengan keadaannya sekarang dia tak mungkin bisa bertarung" ucap kura sesaat sebelum ia di pentalkan oleh serangan cerberus.
"kuro!!" ucap semua pahlawan secara bersamaan.
"kurang ajar! beraninya kau melukai kuro" ucap zero yang menjadi sangat kesal dan marah ketika melihat kuro terluka. sementara zero saat ini sedang bertarung melawan cerberus, yuri dan mirai menyelamatkan tsukasa dan menyembuhkan kuro yang saat ini sedang terluka.
BAHKAN DI NERAKA, ADA SEKUNTUM BUNGA PERSAHABATAN.
BATUAN TEROMBANG AMBING DI ATAS OMBAK.
MENINGGALKAN SATU DAUN BUNGA TUNGGAL DI BELAKANG SEBAGAI KENANG KENANGAN.
__ADS_1
SUATU HARI TENTU AKAN MEKAR.