
Ada hari dimana Ayah nya harus pergi bertempur dan pamannya sedang dalam misi penting.
Tidak terpikirkan olehnya bahwa hari itu adalah hari terakhir baginya untuk melihat orang tua dan paman tersayang nya.
Ada beberapa orang yang ingin menjatuhkan masa kejayaan ayah nya.
Dengan membuat rencana bekerja sama dengan musuh.
Pamannya dijebak dan ibunya dikurung di penjara bawah tanah.
karena mengetahui hal ini Zhao Yan bingung untuk pergi kemana dan menyelamatkan siapa.
Ibu nya diperlakukan seperti hewan dan depresi lalu bunuh diri.
Ayahnya mati ditangan musuh dan keluarga nya sendiri.
Para tetua dalam keluarga Mengetahui kalau Zhao Yan tahu rencana mereka.
Akhirnya Zhao Yan diburu, Beruntung nya dia Karena masih bisa selamat .
Karena tidak cukup kuat, Dirinya berharap kalau pamannya masih hidup.
Dirinya melanjutkan perjalanan nya sendirian, kelaparan dan kesepian.
Sampai pada tempat Pamannya yang ditemui oleh Zhao Yan hanya baju tempur milik pamannya yang berlumuran darah.
Melihat hal itu dirinya membawa Sarung tangan yang tersisa dan mengubur zirah nya.
Zhao Yan pun melanjutkan perjalanannya sebagai seorang pendekar pedang"
Neo : Dan pedang itu adalah pedangnya.
Pedang itu punya jiwa dan hanya menurut pada Yan, Tidak akan bisa kau gunakan.
Lyn : Eh!?, Ceritanya habis? Ceritakan lagi....
Semua kecuali Rex : Lagi!!!
Neo : Biar kusimpan kembali pedang nya, lain kali saja akan ku ceritakan.
Lyn : Hei kakek!, Jadilah peliharaan ku ya
Mau kan?
Mia : Penyakitnya kambuh.....
Neo:Pintunya Akan kakek tutup, Cepat keluar.
Nigel : Kakek! Itu pintu apa?
__ADS_1
Kita belum masuk ke sana.
Neo : Itu ruangan Khusus milik papa kalian.
Hanya dia yang bisa masuk ke sana, Lagu pula isinya juga hanya buku.
Arjun : Kenapa kakek tahu kalau isinya buku?
Neo : Karena Dia selalu masuk keluar dengan buku
Anak anak yang masih penasaran dengan Yan meminta agar diperlihatkan " Kakek Bawa kami melihat barang peninggalan Dari Zhao Yan
Dan Neo mengajak mereka untuk melihat barang barang milik saudara angkatnya itu.
Malam pun tiba, Mereka akhirnya selesai melihat lihat.
Namun tak berhenti membicarakan tentang Yan.
Rasanya itu mirip di PHP in.
Eh.......
Hari ke 3 Anak anak menginap....
Nathan masih tak kunjung datang, Karena Nathan tidak mampir seperti biasanya hal itu membuat Neo merasa ada yang tidak beres.
Penyebabnya sudah jelas, Karena tidak ada gangguan dari muridnya.
Pada hari normal lainnya Nathan akan datang untuk makan malam Ataupun hal lain.
Rasa cemas Neo saat ini sudah sama seperti perasaan Seorang Ayah yang melihat putri nya akan menikah.
Dan direbut oleh makhluk aneh yang sejenis dengannya.
Sedangkan Anak anak nya sendiri....
Akahana : Hei kenapa dengan kakek?
Peter : Mungkin karena papa
Neo : Bianfu Xia, Jaga rumah dengan Paman Kong kalian.
Aku mau pergi sebentar.
Peter : Hng!!!!! Namaku Peter! P,E,T, E, R!!!
..... Hhhhh...... hhh......
Nigel : Kak..... Mulut dari kakak ketiga berbusa
__ADS_1
( Menunjukkan)
Kong sungguh merasa iri dengan apa yang dilakukan Gurunya untuk Kakak Seniornya.
Dirinya bertanya apakah jika dia yang hilang, Gurunya akan melakukan hal sama?
Neo yang pergi mencari Nathan Akhirnya menemukannya.
Tampak Nathan sedang Duduk di atas pohon dan menangis terisak isak.
Hal itu membuat Neo terkejut.... Karena Selama ini Nathan selalu terkenal tidak pernah menangis apapun keadaannya.
Dengan parit disekitar pohon itu yang terus terisi.
Saat mencoba rasa air itu, Neo yakin kalau itu adalah Air mata.
Karena Rasanya sangat mirip dengan air laut.....
Neo naik dan menghampiri Nathan.
Mendengar suara... Nathan dengan segera menghapus air matanya.
Neo : Menangis lepas itu terkadang dibutuhkan, menangislah jika kau mau...
Nathan : Tidak... Aku tidak.... aku...mataku kemasukan minyak oli tadi..
Neo : Tidak perlu menutupinya!!
Nathan yang mendengar itu menangis lebih keras dari sebelum sebelum sebelum sebelum nya.
Neo : Sudah pernah ku ingatkan padamu.
Kau tidak sendiri, Jangan pernah menanggung semuanya sedirian.
Nathan : Aku.... Hanya membawa masalah bagi orang disekitarku!!!..... Huwa!!!!!!!!!!!!!
Neo : Ingin rasanya aku mencari tombol mute dan menekannya
Kau tahu, Anak anak mengkhawatirkan mu.
The Actually.....
(Sebenarnya)
Rex : Buku tentang Zhao Yan Feng ini keren sekali!!, Aku harus cepat membacanya sebelum ketahuan oleh kakek!
Arjun : Ini adalah Buku lanjutannya!
Aku menemukan nya di baris ke 4056.
__ADS_1