
Kini Jimin sudah berada di kamarnya ia tutup pintu kamarnya dengan kasar
Jimin:" akkkkkkk bajingan kau park eunwo" teriaknya di kamar miliknya
Jimin:" akkkkk anjing " teriaknya memecahkan kaca riasnya dengan tangannya alhasil membuat tangannya terluka dan darah pun menetes di mana mana
Tapi anehnya Jimin sama sekali tidak merasakan sakit sama sekali karena hatinya sekarang lebih sakit daripada luka di tangannya
Jimin:" kau brengs3x eunwo kau bajingan aku benci dirimu " ucapnya triak histeris
Jimin:" hiks kenapa kenapa aku harus di dilahirkan di dalam keluarga yang seperti ini kenapa hiks aku benci diriku sendiri" teriaknya sambil menangis entahlah dia sekarang sedang kacau dia tidak bisa mengendalikan dirinya
Kini pagi pun tiba eunwo jhope dan Jungkook sudah berada di ruang makan tapi mereka sama sekali tidak mengeluarkan satu kata pun dari mulut mereka masing masing lalu tak selang berapa lama Jimin pun datang lalu menuruni tangga tak menghiraukan eunwo jhope dan Jungkook yang memandangnya sedaritadi
Eunwo:" Jimin sayang tanganmu kenapa" ucapnya melihat tangan Jimin di perban namun Jimin seperti tuli dia tidak menggubris ayahnya sama sekali dan langsung keluar rumah begitu saja
terdengar suara motor Jimin sudah meninggalkan rumah
eunwo:" bagaimana ini jhope anakku sangat marah padaku aku bukan ayah yang baik untuknya" ucapnya mengusap rambutnya kasar
Jhope:" tenanglah Jimin pasti tidak akan lama lama marah denganmu kau kan ayahnya " ucapnya mengelus punggung suaminya dengan halus
Jungkook :" ayah aku harap ayah meminta maaf pada kakak aku tidak ingin kakak sakit hati terus aku akan meminta maaf juga padanya meskipun itu tidak cukup untuk menebusnya " ucapnya melihat ayahnya lirih
eunwo:" ini bukan salahmu ini salah ayah biarkan ayah yang bertanggung jawab atas hal ini " ucapnya lembut pada putrinya
Jungkook:" baiklah kalau begitu aku berangkat dulu ne amma taehyung Hyung sudah menjemput sampai nanti" ucapnya lalu mencium pipi ayah dan ibunya
Kini Jungkook sudah berada di dalam mobil milik taehyung
taehyung:" pagi sayang" ucapnya lalu mengecup kening Jungkook singkat
Jungkook:" Hem pagi" ucapnya lesu
Taehyung:" kenapa sayang Hem?" tanyanya pada Jungkook
Jungkook:" kau tau Hyung seumur hidupku aku tidak pernah melihat kakak ku menangis tapi semalam aku melihatnya menangis itu membuatku sedih dan lebih parahnya itu karena ayah aku dan ibu sungguh aku sangat merasa bersalah pada kakak" ucapnya sambil menangis
taehyung:" hey hey sayang jangan menangis semua akan baik baik saja jangan menangis nanti kita akan membujuk kakakmu nanti ne minta maaflah padanya nanti aku temani" ucapnya mengelus surai Jungkook
Jungkook:" ne trimakasi Hyung:" ucapnya memeluk taehyung dengan erat taehyung pun mengelus punggung Jungkook agar dia lebih tenang
kini Jungkook sudah berada di sekolah dia ingin mampir dulu ke kelas kakaknya sekedar ingin melihat bagaimana keadaan kakaknya tapi nihil kakaknya tidak ada
__ADS_1
Jungkook:" kakak seulgi di mana kakakku ?" tanyanya pada seulgi yang sedang berbicara pada Lissa dan juga seokjin
Seulgi:" ouw Jungkook kakakmu belum datang kami juga sedang menunggunya bukankah kau serumah dengan kakakmu kenapa malah bertanya pada kami" tanyanya pada Jungkook
Jungkook:" tadi aku lihat kakak sudah berangkat ke sekolah malah dia yang lebih dulu berangkat daripada aku " ucapnya khawatir
Seulgi:" ouw lalu di mana Jimin "
Lissa:" sudahlah Jungkook kembali lah ke kelasmu nanti kami akan mencari Jimin toh paling sebentar lagi Jimin akan datang tidak perlu khawatir" ucapnya pada Jungkook
Jungkook:" ouw baiklah aku kembali dulu kalau kakakku sudah datang kabari aku ya kakak kakak" ucapnya lalu di anguki saja oleh seulgi Lissa dan seokjin lalu Jungkook pun pergi ke kelasnya
Seulgi:" ada apa dengannya apa dia sedang ada masalah solanya tadi malem dia di tahan sama laki laki yang menyeramkan itu" ucapnya pada Lissa dan seokjin
Seokjin:" jangan berfikir macam macam ayo kita cari dia mungkin dia ada di atap sekolah " ucapnya lalu mereka pun bergegas menuju atap sekolah saat mereka mencari di sana ternyata tidak ada Jimin tidak ada di sana
Lisa:" di sini tidak ada lalu di mana Jimin " ucapnya bingung
Seulgi:" tidak biasanya dia seperti ini" ucapnya kebingungan
TUTTTTTTTTTTTT ( suara bel sekolah berbunyi )
Lissa:" ouw sudah masuk ayo kita masuk ke kelas mungkin Jimin tidak masuk hari ini " lalu mereka pun masuk ke kelas mereka
Kini ia menghentikan motornya tepat di sungai yang indah lalu ia membuka helmnya lalu ia duduk di bangku di dekat sungai itu
dia di sana hanya diam dan hanya memandang sungai itu dengan tatapan kosong
Dia terlihat begitu tenang duduk di bangku itu tapi lain dengan gilirannya pikirannya begitu riuh
Jimin mengusak rambutnya dengan kasar
Jimin:" anjinggg" ucapnya pelan
Namun tiba tiba ada seseorang yang duduk di sampingnya
Suga:" jangan di berantakin rambutnya Hem kenapa tidak masuk sekolah " ucapnya membenarkan rambut Jimin yang urak urakan
Iya Suga dia mencari Jimin karena dia sudah mencari di sekolahnya tapi tidak ada dan dia menemukan Jimin di tepi sungai
Jimin:" kau " ucapnya memandang Suga
Suga:" aku sudah tau taehyung yang memberitahuku tentang kau dan ayahmu yang bertengkar tadi malam" ucapnya sambil masih membenarkan rambut Jimin
__ADS_1
Jimin:" Jagan ikut campur tuan Suga si" ucapnya datar sambil menghentikan tangan Suga yang membenarkan rambutnya
Suga:" bukannya aku ingin ikut campur Jimin aku hanya ingin membantumu jika kau perlu bantuan ku " ucapnya menatap Jimin lekat
Jimin:" kau tidak akan bisa membantuku pergilah" ucapnya Engan menatap Suga
Suga:" aku tau di balik sikap keras kepala dan nakal mu itu kau menyimpan banyak sekali luka kau bisa meminjam pundakku untuk bercerita Jimin aku siap sedia mendengarkan mu" ucapnya mengelus surai Jimin
Kali ini Jimin tidak menolak usapan dari Suga entahlah saat ini yang ia butuhkan adalah usapan di kepala agar riuh di kepalanya agak sedikit berkurang
Suga:" kau bisa bercerita padaku " ucapnya masih mengelus surai Jimin tak terasa air mata Jimin pun keluar begitu saja
Jimin:" aku hiks aku merindukan ibuku aku benci ayahku aku benci Jungkook aku benci jhope aku juga benci diriku sendiri hiks kenapa mereka semua menyakitiku hiks sebenarnya aku juga ingin memiliki keluarga utuh seperti yang lain aku juga ingin usapan lembut seorang ibu dan aku hiks aku juga ingin pelukan hangat dari ayah tapi aku tidak pernah mendapatkannya yang aku dapat hanyalah tamparan dan makian selalu hiks sebenarnya apa salahku suga" ucapnya menangis sambil menyenderkan kepalanya di bahu Suga
Suga yang mendengar tangisan Jimin yang begitu pilu pun rasanya tidak tega hatinya begitu sakit saat mendengar Jimin kesayangannya menangis
Suga:" jangan membenci dirimu sendiri kau berharga Jimin di sini masih ada aku yang menyayangimu aku tau ayahmu salah tapi dia mungkin juga menyesal setelah ini Jimin " ucapnya memeluk Jimin dengan erat
Suga:" jangan menangis kau membuat hatiku terluka " ucapnya sambil menenangkan Jimin dalam pelukannya
tak selang berapa lama Jimin pun sudah mulai tenang lalu melepas pelukannya dari Suga
Jimin:" em maaf telah membuat jas mu basah dan trimakasi sudah mau mendengarkan ku" ucapnya menyekat air matanya dengan kasar
Suga:" tidak apa apa ini hanyalah jas , jangan menghapus air matamu dengan kasar itu akan membuat matamu sakit " ucapnya mengelap air mata Jimin dengan tisu yang ia bawa
Jimin:" trimakasi" ucapnya sekali lagi
Suga:" tidak apa apa ayo ku antar ke sekolah atau kau mau pulang saja?" tanyanya pada Jimin
Jimin:" em tidak perlu biarkan aku berangkat ke sekolah sendiri saja aku membawa motor tadi", ucapnya sambil tersenyum tipis
Suga kagum melihat senyum Jimin yang jarang sekali ia lihat kan pada siapapun entah kenapa Jimin tersenyum ke arah Suga
Suga:" apa kau mau menerimaku jimin?" tanyanya pada Jimin
Jimin:" kita jalani saja dulu " ucapnya lalu pergi menuju motornya seketika Suga ngelang sangking kagetnya sampai sampai tidak menyadari kalau Jimin susah menjalankan motornya
Suga:" jalani saja dulu " ucapnya mengulangi kata kata Jimin sambil tersenyum manis
OK SEGITU DULU YA GYS KAPAN KAPAN LAGI PAPAY
BORAHE 💜 APOBANGPO 💜
__ADS_1